33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Pembinaan Karakter Kerja Industri dalam Pembelajaran Praktik Kejuruan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – DALAM sebuah kesempatan, Menteri Pendidikan ketika itu, Anis Baswedan, menjelaskan komponen yang mendasari pendidikan abad 21 adalah karakter. Pendidikan tanpa karakter akan berat. Untuk itu, pendidikan karakter menjadi upaya pemerintah dalam menyiapkan lulusan SMK agar bersaing dalam dunia kerja.

Di dunia industri, karakter kinerja menjadi modal utama agar dapat bekerja dengan baik dan bersaing. Sebagian dunia industri masih menganggap bahwa lulusan SMK belum siap kerja (baru siap latih). Akibatnya, angka keterserapan lulusan SMK di dunia industri masih rendah. Penyebabnya, ketersediaan lapangan kerja belum sesuai dengan jumlah lulusan yang dihasilkan. Juga rendahnya kualitas lulusan, baik soft skill dan hard skill.

“Ke depan, kita tidak tahu lapangan pekerjaan masih terbuka lebar apa tidak. Untuk itu, SMK juga harus menyiapkan bekal wirausaha pada siswa agar dapat membuat lapangan kerja. Sehingga pengangguran di negeri ini akan berkurang,” kata Anies yang sekarang menjadi orang nomor satu di Pemda DKI Jakarta.

Ketidaksiapan lulusan SMK dalam bekerja, dipengaruhi oleh kurang optimalnya proses pembelajaran yang berwawasan dunia industri. Kebiasaan belajar-mengajar di sekolah, terkonsep dunia sekolah. Artinya, jauh dari kebiasaan dunia industri. Pembelajaran kurang memahami pasar, mutu, perkembangan teknologi, dan persaingan. Contohnya, hasil praktik dibiarkan tanpa standar mutu. Alat yang sudah tua/tidak standar masih dipakai. Juga siswa bekerja tanpa lembar kerja / job sheet, dll.

Ketika praktik, siswa kerap melakukannya dengan santai, kurang menghargai waktu, mengeluh ketika dibebani target, dan kurang mandiri. Untuk itu, perlu pengawasan intensif. Ini berbeda sekali dengan budaya kerja di industri yang mengutamakan target produk, waktu, serta persaingan. Yang terjadi, siswa kurang bersemangat belajar, karena tidak ada tantangan dan target waktu yang harus dicapai.

Maka, pembelajaran yang seharusnya dilakukan guru adalah pembelajaran yang berpijak pada potensi dan karakter siswa. Bahan ajar dan media pembelajaran musti disesuaikan perkembangan teknologi. Juga yang relevan dengan dunia kerja. Serta, pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada karakter kerja dunia industri.

Pembinaan karakter kerja berbasis industri dapat digunakan pada pembelajaran praktik kejuruan. Guru berperan sebagai supervisor dan quality control selama proses pembelajaran sampai penilaian produk, dengan standar waktu. Tahapan pembelajaran diawali dengan eksplorasi nilai karakter kerja yang akan dikembangkan. Siswa diminta mengidentifikasi nilai karakter yang harus dijalankan. Sehingga siswa menjadi sadar untuk melaksanakan dalam kegiatan praktik.

Tahapan selanjutnya adalah pembentukan kelompok. Guru berperan sebagai fasilitator dan membagi job kerja. Per kelompok membuat perencanaan job kerja/work sheet, mulai langkah kerja, alat dan bahan, K3, prediksi waktu, perhitungan, dan lain-lain. Karakter yang dikembangkan adalah rasa toleransi dan kerja sama dalam sebuah tim.

Kemudian, siswa melaksanakan praktik dengan berpedoman pada job kerja yang dibuat. Nilai karakter kerja diintegrasikan dalam proses kerja siswa. Peran guru dalam kegiatan praktik adalah mengamati nilai karakter kerja siswa, membimbing dan mengarahkan kegiatan praktik dengan menggunakan lembar observasi.

Setelah kegiatan praktik, siswa mengkomunikasikan dengan presentasi atau membuat laporan/portofolio. Sehingga siswa memaknai dan menghargai karakter kerja yang telah dilaksanakan. Tahapan terakhir adalah penilaian. Meliputi penilaian proses kerja, kualitas produk, ketepatan waktu, dan pengamatan aspek karakter kerja. Harapannya, dengan pembinaan karakter kerja berbasis industri, maka pembelajaran praktik kejuruan berjalan efektif. Juga efisien, sehingga mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Semoga. (*/isk)

Guru SMK Negeri 1 Salam, Kab. Magelang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

11 Perguruan Tinggi Ikuti Edu Fair BKPP

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Sebanyak 11 perguruan tinggi (PT) di Semarang dan Kudus mengikuti kegiatan Edu Fair yang digelar Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP)...

Raja Tempe Maling Hati untuk Tamunya

Oleh: Dahlan Iskan Cerita raja tempe di Jepang asal Kabupaten Grobogan itu sungguh menarik. Wartawan Disway, Dahlan Iskan, membuat tulisan bersambung, setelah bertemu dengannya dalam...

50 Atlet Brigde Latihan Bersama

WONOSOBO--Sedikitnya 50 atlet bridge dari 7 kota di karesidenan Kedu, Pekalongan, dan Banyumas, Minggu (17/9), menggelar latihan bersama di Lulu Bakery Coffee and Tea...

Dorong Mahasiswa Pacu Kualitas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kementrian Riset dan Teknologi (Kemenristek) Pendidikan Tinggi (Dikti) terus berupaya menggenjot kualitas mahasiswa yang ada di Indonesia. Salah satunya dengan menggandeng...

Apresiasi Konsumen, Nasmoco Sebar Hadiah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setia di usianya yang ke-57 tahun, dealer resmi Toyota khusus wilayah Jateng-DIJ, Nasmoco Group menggelar program spesial Nasmoco...

Ajak SKPD Danai Pembuatan Single Data

PEKALONGAN-Seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, diajak patungan untuk pembuatan single data terpadu terkait kemiskinan di Kota Pekalongan....