33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

538 Pedagang Barito Bersikukuh Tolak Pindah

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sedikitnya 538 pedagang di Jalan Barito Blok A-H, Kelurahan Karangtempel, Semarang Timur, bersikeras menolak direlokasi oleh Dinas Perdagangan  Kota Semarang. Alasannya, karena Pasar Klitikan Penggaron sudah tidak muat untuk menampung pedagang.  Sedangkan Pemkot Semarang saat ini belum memiliki alternatif tempat lain yang digunakan untuk menampung pedagang Blok A-H tersebut.

“Kami sudah komitmen dan mohon kepada pemerintah agar kami PKL Barito di Kelurahan Karangtempel Blok A-H bisa menempati di sini lagi (Barito),” kata Ketua Paguyuban Pedagang Karya Mandiri Barito Blok A-H, Rahmat Yulianto, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (13/4).

Dikatakannya, Pemkot Semarang sendiri hingga sekarang belum memiliki tempat alternatif untuk para pedagang Blok A-H Karangtempel. “Silakan kalau kemarin tempat di Pasar Klitikan Penggaron sudah digunakan untuk teman-teman pedagang yang lain. Karena pemerintah sendiri masih kekurangan tempat,” ujarnya.

Yulianto menegaskan, sejauh ini permintaan 538 pedagang Barito Kelurahan Karangtempel Blok A-H tidak pernah berubah, yakni agar tetap menempati di Jalan Barito.

“Dari awal sudah ada pembicaraan antara kami dengan Dinas Perdagangan Kota Semarang. Kami rencananya akan ditempatkan di Pasar Klitikan Penggaron atau Barito Baru, tetapi setelah dihitung-hitung, ternyata tempatnya tidak cukup,” katanya.

Dengan kondisi seperti itu, permintaan pedagang tetap berpegangan pada pendirian awal. Apalagi lokasi pedagang Barito di Kelurahan Karangtempel Blok A-H ini tidak terdampak pembangunan secara langsung.

“Kami juga tidak pernah diperlihatkan Detail Engineering Design (DED) Banjir Kanal Timur, apakah digunakan untuk tanggul, jalan inspeksi, jogging track, atau apa saja, kami tidak pernah dikasih tahu,” ujarnya.

Menurut Yulianto, kalau memang tidak terkena dampak secara langsung, mengapa tidak dilakukan penataan saja. Bahkan pihaknya bersama para pedagang telah mengajukan DED mengenai penataan PKL Barito Blok A-H, kepada Pemkot Semarang.

“Kami minta ditata sajalah (bukan dipindah, Red). Jadi, kalau izin awal dari pemerintah berukuran 3×4 atau 3×5 meter persegi ya kami terima. Sisa yang belakang bisa digunakan untuk proyek BKT. Komitmen temen-temen seperti itu,” ujar dia.

Tetapi kalau memang Dinas Perdagangan Kota Semarang tetap akan memindahkan pedagang Blok A-H yang rencananya setelah lebaran, para pedagang pun tidak bisa berbuat banyak. “Kalau memang kami tetap dipindah, ya berikan kami tempat sesuai kebutuhan kami, sesuai jumlah yang ada,” katanya.

Mengenai DED penataan yang diinginkan PKL, lanjut Yulianto, tidak pernah ada respon dari pemerintah kota. Termasuk ketika disampaikan kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, tidak ada tanggapan. “Justru, surat yang kami sampaikan kepada Menteri PUPR malah ada tanggapan. Bahkan kementerian menanggapi ‘lho, kok ini malah bisa membuat DED sendiri, kenapa hal seperti ini tidak bisa dibicarakan dengan duduk bersama?’” ujarnya.

Lebih lanjut, kata dia, Menteri PUPR justru mengapresiasi peran aktif para pedagang membuat DED sendiri. “Tetapi dari pihak BBWS, provinsi maupun Pemkot Semarang, tidak pernah mau memberikan DED Banjir Kanal Timur yang ada di Barito,” katanya.

Sayangnya, tanggapan dari Menteri PUPR tidak bisa menindaklanjuti DED milik para pedagang. Alasannya, mengenai DED penataan pedagang Barito tersebut bukan kewenangan Menteri PUPR. “Makanya, Menteri PUPR hanya menyarankan agar Pemerintah Kota Semarang bisa duduk bareng dengan semua pihak untuk membicarakan permasalahan ini,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, adanya warga yang komplain itu wajar. Sebab, mereka telah lama tinggal di kawasan tersebut. “Tapi yang jelas, kami telah memfasilitasi mereka untuk pindah. Jadi, kami tidak asal bongkar tanpa menyediakan tempat baru,” ujarnya.

Sedangkan untuk PKL Barito di daerah Jembatan Citarum hingga Jalan Majapahit dijadwalkan pada 16 April sudah rata dengan tanah. “Khusus PKL di Kelurahan Karangtempel kami jadwalkan Mei,” katanya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

10 Hari Bebas, Residivis Kembali Beraksi 3 Kali

SEMARANG – Tiga pelaku spesialis pembobol rumah diringkus aparat Polrestabes Semarang. Ironisnya, satu pelaku merupakan residivis dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pekalongan kasus perampasan yang...

Siap Amankan 10 Juta Suara

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Gerakan perempuan parpol koalisi pengusung Sudirman Said-Ida Fauziyah siap mengamankan 10 juta suara dari kaum perempuan untuk memenangkan paslon nomor 2...

Pemkab Diminta Beri Kepastian Hukum

MUNGKID—Penambangan liar di wilayah gunung Merapi masih terus terjadi. Dugaan yang ada, karena proses perizinan tidak kunjung diturunkan oleh Bupati Zaenal Arifin, meski Pemprov...

Padukan Ilmu Agama dan Pengetahuan Umum

Salah satu santri KH Sahal Mahfudz, Ketua MUI Pusat periode 2000-2014 ini juga dikenal sebagai cendekiawan handal. Hal tersebut berkat segudang pengalaman pendidikan yang...

Underground Empat Lantai akan Dibangun di Bawah Kawasan Simpang Lima

RADARSEMARANG.COM, Megaproyek pembangunan Simpang Lima berkonsep underground terus dimatangkan oleh Pemkot Semarang. Megaproyek ini bertujuan untuk mengurai kemacetan di titik ‘berlian’ Kota Semarang yang...

62 Siswa SLB Ikuti Kejuaraan Atletik

KENDAL - Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kendal bekerjasama dengan National Paralympic Commitee (NPC) Kendal menggelar Kejuaraan Para Atletik tingkat Kendal khusus untuk...