33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

538 Pedagang Barito Bersikukuh Tolak Pindah

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sedikitnya 538 pedagang di Jalan Barito Blok A-H, Kelurahan Karangtempel, Semarang Timur, bersikeras menolak direlokasi oleh Dinas Perdagangan  Kota Semarang. Alasannya, karena Pasar Klitikan Penggaron sudah tidak muat untuk menampung pedagang.  Sedangkan Pemkot Semarang saat ini belum memiliki alternatif tempat lain yang digunakan untuk menampung pedagang Blok A-H tersebut.

“Kami sudah komitmen dan mohon kepada pemerintah agar kami PKL Barito di Kelurahan Karangtempel Blok A-H bisa menempati di sini lagi (Barito),” kata Ketua Paguyuban Pedagang Karya Mandiri Barito Blok A-H, Rahmat Yulianto, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (13/4).

Dikatakannya, Pemkot Semarang sendiri hingga sekarang belum memiliki tempat alternatif untuk para pedagang Blok A-H Karangtempel. “Silakan kalau kemarin tempat di Pasar Klitikan Penggaron sudah digunakan untuk teman-teman pedagang yang lain. Karena pemerintah sendiri masih kekurangan tempat,” ujarnya.

Yulianto menegaskan, sejauh ini permintaan 538 pedagang Barito Kelurahan Karangtempel Blok A-H tidak pernah berubah, yakni agar tetap menempati di Jalan Barito.

“Dari awal sudah ada pembicaraan antara kami dengan Dinas Perdagangan Kota Semarang. Kami rencananya akan ditempatkan di Pasar Klitikan Penggaron atau Barito Baru, tetapi setelah dihitung-hitung, ternyata tempatnya tidak cukup,” katanya.

Dengan kondisi seperti itu, permintaan pedagang tetap berpegangan pada pendirian awal. Apalagi lokasi pedagang Barito di Kelurahan Karangtempel Blok A-H ini tidak terdampak pembangunan secara langsung.

“Kami juga tidak pernah diperlihatkan Detail Engineering Design (DED) Banjir Kanal Timur, apakah digunakan untuk tanggul, jalan inspeksi, jogging track, atau apa saja, kami tidak pernah dikasih tahu,” ujarnya.

Menurut Yulianto, kalau memang tidak terkena dampak secara langsung, mengapa tidak dilakukan penataan saja. Bahkan pihaknya bersama para pedagang telah mengajukan DED mengenai penataan PKL Barito Blok A-H, kepada Pemkot Semarang.

“Kami minta ditata sajalah (bukan dipindah, Red). Jadi, kalau izin awal dari pemerintah berukuran 3×4 atau 3×5 meter persegi ya kami terima. Sisa yang belakang bisa digunakan untuk proyek BKT. Komitmen temen-temen seperti itu,” ujar dia.

Tetapi kalau memang Dinas Perdagangan Kota Semarang tetap akan memindahkan pedagang Blok A-H yang rencananya setelah lebaran, para pedagang pun tidak bisa berbuat banyak. “Kalau memang kami tetap dipindah, ya berikan kami tempat sesuai kebutuhan kami, sesuai jumlah yang ada,” katanya.

Mengenai DED penataan yang diinginkan PKL, lanjut Yulianto, tidak pernah ada respon dari pemerintah kota. Termasuk ketika disampaikan kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, tidak ada tanggapan. “Justru, surat yang kami sampaikan kepada Menteri PUPR malah ada tanggapan. Bahkan kementerian menanggapi ‘lho, kok ini malah bisa membuat DED sendiri, kenapa hal seperti ini tidak bisa dibicarakan dengan duduk bersama?’” ujarnya.

Lebih lanjut, kata dia, Menteri PUPR justru mengapresiasi peran aktif para pedagang membuat DED sendiri. “Tetapi dari pihak BBWS, provinsi maupun Pemkot Semarang, tidak pernah mau memberikan DED Banjir Kanal Timur yang ada di Barito,” katanya.

Sayangnya, tanggapan dari Menteri PUPR tidak bisa menindaklanjuti DED milik para pedagang. Alasannya, mengenai DED penataan pedagang Barito tersebut bukan kewenangan Menteri PUPR. “Makanya, Menteri PUPR hanya menyarankan agar Pemerintah Kota Semarang bisa duduk bareng dengan semua pihak untuk membicarakan permasalahan ini,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, adanya warga yang komplain itu wajar. Sebab, mereka telah lama tinggal di kawasan tersebut. “Tapi yang jelas, kami telah memfasilitasi mereka untuk pindah. Jadi, kami tidak asal bongkar tanpa menyediakan tempat baru,” ujarnya.

Sedangkan untuk PKL Barito di daerah Jembatan Citarum hingga Jalan Majapahit dijadwalkan pada 16 April sudah rata dengan tanah. “Khusus PKL di Kelurahan Karangtempel kami jadwalkan Mei,” katanya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

Diamuk Massa, 1 Tewas 2 Luka

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Aksi amuk massa terjadi di depan rumah tahanan (Rutan) Demak, Minggu (22/4) dinihari sekitar pukul 02.15. Akibatnya, seorang tewas dan tiga...

Gereja Galang Dana untuk Rohingya

KEBUMEN - Bantuan dana dan doa kepada etnis Rohingya di Myanmar terus berdatangan. Kali ini, bantuan datang dari gereja-gereja yang ada di Kebumen, Minggu...

Pengembangan Bandara Terkendala Cuaca

SEMARANG - Pengerjaan proyek Bandara Internasional New Ahmad Yani Semarang diharapkan dapat dipercepat. Sebab, pengembangan bandara yang ditargetkan bisa beroperasi akhir 2018 mendatang terbentur...

Istri Petugas Damkar Tewas Terbakar

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Malang benar nasib Sri Rahayu, 38, istri dari anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Magelang Bejo Mulyono. Warga Kampung Tidar Campur RT...

Pesta Siaga

RADARSEMARANG.COM - Penyerahan piala pada pemenang Pesta Siaga Kwarcab Wonosobo 2018. Kwartir Ranting (Kwarran) Wonosobo berhak menyandang predikat juara umum setelah meraih Barung Tergiat...

Dihantam Pajero, 2 Pemotor Tewas

SLEMAN—Kecelakaan di Jalan Mayjend Bambang Sugeng, Kecamatan Bausasran, Yogyajkarta, pada Sabtu (30/8) lalu menewaskan dua pengendara motor (pemotor). Korban: Riyan Pratama, warga Mergangsan Kidul, Kecamatan...