32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Saat Jongkok, Lihat Kaki Istri di Reruntuhan

Kebakaran di Kampung Tidar Campur

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Peristiwa kebakaran di Kampung Tidar Campur, RT 1/RW 1, Kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kamis (12/4) pagi menyisakan duka mendalam pada Mulyono. Ia harus kehilangan istri tercinta, Sri Rahayu, yang tidak berhasil menyelamatkan dari dari amukan api. Apalagi ia yang pertama kali menemukan jenasah Sri Rahayu di antara reruntuhan rumahnya.

Petugas Pemadam Kebakaran Kota Magelang ini bercerita, Sri Rahayu adalah istri yang pekerja keras, dan terampil. “Orangnya nggak kenal lelah, apa-apa yang dia bisa, pasti dikerjakan,” ujarnya, Jumat (13/4).

Dia bercerita, pagi dan sore istrinya jualan gorengan, kemudian buka toko kelontong, jualan bahan bakar minyak (BBM). Terkadang juga jualan sate.

Sambil menahan air mata, Mulyono melanjutkan ceritanya. Sebelum kejadian, ia pamit berangkat kerja. Biasanya, istrinya menyusul untuk berangkat ke pasar. Namun tidak pada hari itu. “Istri saya bilang, tak bukak warung sedilit, nak menowo entuk tambahan sitik-sitik gawe belonjo (Aku buka toko sebentar saja, barang kali dapat tambahan sedikit-sedikit untuk belanja),” ucap Mulyono menirukan ucapan istrinya. Rupanya ini merupakan komunikasi terakhir dengan belahan jiwanya.

Tiba di kantor Damkar, Mulyono sempat mengikuti apel. Kemudian ada laporan masuk bahwa terjadi kebakaran di kampungnya. Ia bergegas menghubungi istrinya untuk menanyakan kejadian itu. “Saya ingin tanya, yang terbakar rumah milik siapa. Tapi telepon saya kok tidak tersambung terus. Lalu saya buka grup (sosial media), yang terbakar rumah Sri Rahayu. Itu istri saya,” ujarnya.

Tiba di lokasi, ia mendapati rumahnya terbakar cukup parah. Ia mencari istrinya tapi tak ditemukan. Lantas Mulyono berinisiatif meminta bantuan salah satu kerabat untuk ikut mencari keberadaan istrinya. “Saya minta untuk mencari ke tukang pijat, Mbak Yem. Saya pikir dia ada di sana dan nggak tahu kalau rumahnya terbakar, karena sebelumnya dia ngomong ingin pijat,” imbuh ayah dari Alana Bernice Saputra, 13, dan Alfian Dwi Nauval, 7, ini.

Namun, ia justru menemukan istrinya berada di antara puing-puing bangunan rumahnya dalam keadaan tak bernyawa. “Saat jongkok di samping kulkas yang sudah meleleh, saya melihat ada kaki. Ternyata itu kaki istri saya. Saya langsung teriak minta tolong,” ucapnya sembari menghela nafas.

Kemarin, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito dan Wakil Wali Kota Windarti Agustina menyerahkan bantuan kepada keluarga Mulyono. Sigit juga meminta kepada lurah dan camat segera membentuk tim yang tugasnya sebagai koordinator penghimpunan bantuan untuk keluarga korban. Ia ingin, Mulyono dan dua anaknya kembali menempati rumah yang layak. “Kalau ada yang seperti ini, kita harus bantu bareng-bareng,” kata Sigit.

Dari kejadian ini, Kepala UPTD Damkar Kota Magelang Eko Yanuarso berencana akan membekali para istri petugas Damkar untuk mengetahui cara pencegahan dan penanggulangan kebakaran. “Selain untuk bekal diri sendiri, harapannya juga bisa ikut menyosialisasikan kepada masyarakat,” tutur Eko di lokasi kejadian, kemarin.

Ia juga prihatin atas musibah yang dialami salah satu anggotanya. Dia mengatakan, Mulyono telah mengabdi sekitar dua tahun dan merupakan wakil komandan regu. Tiap ada kasus, Mulyono bertugas mengemudikan mobil damkar menuju lokasi kejadian. “Tapi saat musibah itu, saya melarang dia mengemudikan mobil, dan digantikan oleh petugas yang lain,” ujarnya. (put/ton)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here