33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Relokasi 1.300 Makam Sebulan

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pengerjaan proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Batang memang dipercepat, untuk mengejar target agar bisa beroperasi pada Lebaran mendatang. Namun saat ini masih ada sejumlah kendala, di antaranya rencana relokasi 1.300 makam di Jalan Plampisan, Jalan Honggowongso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Menurut Kepala Seksi Administrasi Kontrak PT Waskita Karya, Ronald Aldriano, untuk bisa merelokasi 1.300 makam tersebut, kontraktor membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan. Sedangkan relokasi makam, masih menunggu proses penyiapan lahan. “Sudah tidak ada warga yang keberatan. Lahan pengganti juga sudah ada, tetapi masih menunggu waktu penyiapan 1.300 titik makam,” kata Ronald Aldriano, kemarin.

Diakuinya, relokasi tersebut belum bisa dilakukan, karena masih menunggu proses pengurukan. Mengingat lokasi lahan pengganti berada di dataran rendah. Setelah proses pengurukan selesai, relokasi makam segera dilaksanakan.

Pemindahan makam tersebut dilakukan dengan sangat hati-hati, yakni memindahkan makam satu per satu. Pihaknya mengaku telah menghitung waktu yang dibutuhkan. “Dalam sehari, kami bisa memindahkan 70 makam. Sehingga dengan jumlah 1.300 makam diperkirakan membutuhkan waktu satu bulan,” katanya.

Lahan pengganti makam tersebut tidak jauh dari lokasi semula. Itu juga atas kehendak warga yang meminta agar lokasi baru tidak terlalu jauh dari lokasi awal. Selain relokasi makam, pengerjaan Seksi V (Kota Semarang) juga menunggu penyelesaian penggantian benda wakaf berupa Masjid Al-Mustaghfirin di daerah Bringin Ngaliyan dan satu lahan milik warga bernama Sri Urip yang sempat proses hukum.

Sedangkan pengerjaan Seksi IV (Kendal), terdapat 131 bidang lahan belum terbebaskan. Masing-masing berada di Desa Nolokerto, Sumberrejo, Magelung, Menjalin, Kertomulyo, dan Sumbersari. “Saat ini sedang proses penyelesaian di Pengadilan Negeri (PN) Kendal,” katanya.

Pihaknya menyatakan akan melakukan percepatan pengerjaan untuk mengejar target Lebaran mendatang agar bisa beroperasi. Selain melakukan koordinasi dengan Panitia Pembebasan Tanah (P2T) dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Pemerintah Daerah (Pemda), pihaknya juga menambah jumlah pekerja, baik untuk Seksi IV maupun Seksi V. Jumlah pekerja semula 600 orang, saat ini ditambah menjadi 1.000 orang.

“Selain itu, menambah jumlah peralatan seperti crane ekskavator, dump truk, dozzer, motor grader, vibro, dan lain-lain. Jam kerja juga ditambah menjadi dua shift hingga malam hari,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Pengaturan Tanah Pemerintah BPN Kota Semarang, B Wibowo Suharto mengatakan, sebetulnya tidak ada masalah berarti untuk melakukan pembebasan lahan. Baik penggantian lahan makam maupun benda wakaf. Tetapi hal tersebut membutuhkan waktu cukup lama karena harus mengikuti tahapan dan proses sesuai regulasi.

“Makam seluas 5.300 meter persegi di Plampisan yang dikelola Paguyuban Ngarso itu tinggal menunggu waktu. Lahan pengganti sudah ada, sudah dilakukan appraisal. Dananya juga sudah siap,” katanya.

Begitupun Masjid Al-Mustaghfirin di Bringin, saat ini sedang proses pembangunan masjid pengganti. Sudah dilakukan pembangunan. Setelah pembangunan selesai, bisa dilakukan relokasi sekaligus menunggu administrasi Badan Wakaf dan Kementerian Agama. “Saat ini semua proses itu sedang berjalan, sedang menunggu waktu saja,” katanya.

Sedangkan sengketa lahan milik warga bernama Sri Urip juga dalam proses penyelesaian. PPK sudah mengajukan eksekusi dan sudah dilakukan konsinyasi di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. “Begitu semua proses selesai, langsung eksekusi,” katanya. (amu/ida)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

Berjoget di Sela Membantu TMMD

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Keceriaan warga selalu terpampang saat membantu para Satgas TMMD menyelesaikan pemasangan dinding RTLH, yang menjadi salah satu sasaran TMMD Reguler ke-102...

Durian Habis Dalam 5 Menit

RADARSEMARANG.COM - SEMARAK Festival Durian Kendal 2018 yang digelar di Lapangan Desa Singorojo benar-benar berlangsung sangat meriah, Sabtu (24/2) kemarin. Ribuan warga menghadiri helatan...

Yakini Kemampuan Ida Fauziyah

RADARSEMARANG.COM, JEPARA - Pengasuh Ponpes Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, KH An'im Falasifah Mahrus memuji kemampuan calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah. Gus An'im,...

Lowongan Perangkat Desa Jadi 476 Jabatan

DEMAK-Jumlah kekosongan atau lowongan jabatan perangkat desa (Perdes), terus bertambah. Bila sebelumnya hanya ada 463 jabatan yang tersebar di 201 desa, dalam perkembangannya kini tercatat...

Merasa Tertipu, Nasabah Gugat Bank Salatiga 

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Nasabah PD BPR Bank Salatiga, lembaga keuangan milik Pemkot Salatiga meradang karena uang miliaran rupiah miliknya yang disimpan tidak bisa dicairkan. Hal...

Sikap Poros Tengah Masih Belum Jelas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Koalisi Poros Tengah yang dihuni Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih nggrambyang. Hingga saat ini belum menentukan...