33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Manipulasi Tagihan, Pegawai Rugikan PLN Rp 3,5 Miliar

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Seorang pegawai PLN Unit Layanan Jaringan (UPJ) Rayon Semarang Tengah diadukan atasannya ke Mapolrestabes Semarang. Pelaporan tersebut, terkait dugaan penggelapan uang perusahaan sebesar Rp 3,5 miliar.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, pihak pelapor adalah pejabat di UPJ Semarang Tengah, berinisial ZFB. Mengadukan salah satu bawahannya berinisial HDP, warga Bukit Alamanda Tembalang, ke SPKT Polrestabes Semarang, Senin (9/4) lalu.

HDP diduga melakukan penggelapan dengan cara memanipulasi data tagihan listrik pelanggan. Pihak perusahaan menemukan dugaan adanya ketidaksinkronan antara jumlah kWh pemakaian dengan uang penagihan. Dari sini, ditemukan dugaan penyimpangan atau kerugian uang perusahaan yang nilainya mencapai Rp 3,5 miliar sejak tahun 2016.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Fahmi Arifriyanto membenarkan adanya pengaduan tersebut di Polrestabes Semarang. Namun, pihaknya belum mengetahui secara detail berkas pengaduan dari anggotanya.

“Iya, ada aduannya dari orang PLN dengan kerugian Rp 3,5 miliar. Cuma saya belum memegang berkasnya secara detail,” ungkapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di ruangannya, Kamis (12/4) kemarin.

Fahmi menjelaskan, berkas pengaduan tersebut masih di penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polrestabes Semarang. Pihak kepolisian akan menindaklanjutinya untuk mengetahui ada tidaknya unsur tindak pidana. “Saat ini, berkas pengaduan masih di Tipikor. Kami tindaklanjuti. Nanti kami akan panggil yang bersangkutan untuk dilakukan klarifikasi,” tegasnya.

Menyinggung dugaan manipulasi data kWh pemakaian listrik, Fahmi menegaskan baru akan melakukan penyelidikan lebih dalam. Jika terbukti, perbuatan tersebut masuk dalam unsur pidana penggelapan. “Dugaannya penggelapan. Makanya akan kami panggil dulu untuk dimintai keterangan,” tegasnya.

Adanya pengaduan ini, pihak perusahaan PLN UPJ Semarang Tengah, belum bisa memberikan keterangan. Alasannya, keterangan resmi telah disampaikan secara satu pintu melalui PLN Distribusi Jateng dan DIJ.

Sementara itu, Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Jateng-DIJ, Hardian Sakti Laksana saat ditemui di kantornya mengaku telah mendengar informasi pengaduan ke kepolisian yang dilakukan dari pihak PLN UPJ Semarang Tengah. Hanya saja, pihaknya berdalih belum mengetahui konten atau isi pengaduan tersebut. “Hanya mendengar saja ada informasi bahwa PLN Area Semarang melapor ke Polrestabes, tapi konten yang dilaporkan apa kami belum tahu,” kilahnya.

Oleh karena itu, Sakti menyatakan belum bisa memberikan konfirmasi secara detail terkait laporan tersebut. Pihaknya hanya berdalih sedang menunggu data pasti dari PLN Area Semarang. Ia juga mengatakan informasi yang diperolehnya masih sebatas dari mulut ke mulut. “Apa yang dilaporkan kami belum dapat informasi secara legal, benar tidaknya dugaan manipulasi itu. Jadi kami belum bisa menyampaikan secara detail. Kami juga mohon maaf, saat ini baru bisa kami sampaikan,” pungkasnya. (mha/ida)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ganjar Cabut Izin Lingkungan Semen Rembang

SEMARANG - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo resmi mencabut izin lingkungan hidup pabrik milik PT Semen Indonesia yang rencananya akan dibangun di Kabupaten Rembang. Keputusan...

Bagikan Paket Sembako ke 300 Pekerja Informal

UNGARAN–Pemkab Semarang membagi paket sembako dan uang tunai kepada 300 pekerja informal di Kabupaten Semarang. Ratusan pekerja yang menerima paket tersebut antaralain berprofesi sebagai...

Warga Bandengan Serbu Pasar Murah

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Kebutuhan akan bahan makanan yang cukup tinggi, ditambah kondisi lingkungan penuh rob membuat masyarakat Pekalongan Utara langsung menyerbu pasar murah yang...

Reskrim Sidak Bulog, Takaran Raskin Berkurang

KAJEN-Jelang Ramadan 1348 H serta untuk antisipasi melonjaknya harga bahan pokok, khususnya beras, Satgas Mafia Pangan Polres Pekalongan melakukan sidak ke Bulog Divre IV...

Newco Dibentuk Bulan Ini

SEMARANG - Setelah Pemprov Jateng terus mendorong pembangunan Jateng Park, akhirnya Perum Perhutani menyatakan komitmennya. Perum Perhutani akan mengutus PT Palawi untuk membentuk New...

1.000 Sajadah untuk Anak Tambak Lorok

SEMARANG – Komunitas Asa Edu, yang bergerak di bidang pendidikan anak-anak pesisir, menggelar berbagai acara menarik di bulan Ramadan ini di kawasan Tambak Lorok,...