RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pemkab Semarang diminta lebih mendukung potensi para atlet yang hendak berangkat mengikuti Pekan Olahraga (Porprov) Jawa Tengah di Solo Oktober 2018. Hal itu diutarakan Ketua Umum KONI Kabupaten Semarang Henky Prasetyo Soemitro, Kamis (12/3).

Pada Porprov 2018 mendatang KONI akan memberangkatkan atlet sebanyak 132 orang dari 19 cabang olahraga (cabor) beserta pelatih sebanyak 32 orang. “Atas target yang telah dibebankan, atlet dan pelatih sangat membutuhkan dukungan anggaran dari Pemerintah,” katanya.

Belum lama ini, lanjutnya, KONI Kabupaten Semarang sudah mencari data anggaran hibah pembanding yang diberikan delapan Kota/Kabupaten di Jawa Tengah. Dari sana diketahui bila besaran hibah yang diberikan Pemkab Semarang menempati urutan ke-8.

Data yang dimaksud siap untuk dipaparkan terbuka kepada Pemkab Semarang dan DPRD Kabupaten Semarang. “Di sisi lain, anggaran untuk Porprov wilayah lain tercatat lebih dari 100 persen yang dianggarkan Kabupaten Semarang. Dana di Kabupaten/Kota lain cenderung meningkat, sedangkan untuk Kabupaten Semarang statis,” katanya.

Sebagai persiapan menjelang Porprov 2018, pihaknya bersama pengurus telah membuat serta melaksanakan beberapa strategi. Diantaranya dengan melakukan Focus Group Discussion (FGD). Serta penandatanganan pakta integritas melibatkan 19 cabor peserta Porprov 2018, penandatanganan nota kesepahaman melibatkan pengurus cabor, hingga membentuk tim monitoring evaluasi.

Sementara yang belum bisa dilakukan imbas belum tersedianya anggaran, meliputi pelaksanaan pemusatan latihan atlet dan pelatih, peningkatan kuantitas latih tanding, peningkatan kualitas dan kuantitas peralatan dan perlengkapan olahraga. Juga peningkatan kualitas dan kuantitas bonus, dan belum bisa melakukan peningkatan fasilitas pendukung akomodasi kontingen ketika pelaksanaan Porprov 2018 di Solo.

“Anggaran hibah yang sahkan sebelum Desember 2017 ketika diterapkan untuk Porprov 2018 hanya bisa mengirimkan atlet selama empat hari saja. Padahal total penyelenggaraan direncanakan berlangsung enam hari,” ujarnya.

Penjabaran alokasi waktu itu, sudah banyak diuntungkan dengan munculnya keputusan KONI Provinsi Jawa Tengah yang membiayai seluruh penginapan. Terlepas dari itu, Henky menegaskan bila dukungan anggaran hibah untuk try out dan peralatan, kemudian kostum, serta bonus bagi atlet berprestasi sangat penting.

“Jika tidak ada dukungan regulasi anggaran yang memadai, bibit atlet yang menjadi ayam jago (atlet berpotensi) tadi bisa saja keok atau bahkan dibeli, lari ke kabupaten/kota lain,” katanya. (ewb/bas)