31 C
Semarang
Sabtu, 28 November 2020

Dorong Sekolah Terima Siswa Difabel

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Cagub Jateng Ganjar Pranowo mendorong sekolah-sekolah di provinsi ini ke arah inklusif. Untuk mewujudkannya bisa dilakukan dengan penambahan guru pendamping atau bekerjasama dengan aktivis pendamping difabel.

Ganjar mengatakan, sekolah inklusi masih sangat kurang di Jateng. Hal ini mengakibatkan banyaknya anak penyandang disabilitas kesulitan mengakses pendidikan yang layak. Maka Ganjar angkat topi pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nusa Indah Jaya yang menerima siswa difabel. “Terimakasih pada aktivisnya dulu, ini kepedulian luar  biasa,” katanya ketika mengunjungi PAUD di Kedungsari, Rowosari, Tembalang, kemarin.

PAUD yang menempati sebuah rumah di RT 03 RW 08 itu diselenggarakan secara swadaya oleh warga. Selama ini untuk operasional banyak dibantu kalangan aktivis pendamping anak. “Tadi disampaikan fasilitasnya kurang, kita coba bantu asessment misalnya alat penjemput dan penambahan pendamping. Yang saya senang di sini ada pelatihan keterampilan jadi life skill yang dibentuk, kita bisa bantu dengan program dari dinas,” ujarnya.

Ganjar mengakui pendidikan untuk anak difabel masih kurang. Di Desa Rowosari sendiri ada sekitar 100 anak difabel. PAUD setempat hanya mampu menampung 30 anak yang bekerjasama dengan Komunias Difabel Arrizqi.

“Sekolah inklusi masih kurang, kita akan dorong dengan menambah guru khusus difabel di sekolah umum. Bisa dengan penambahan guru sendiri atau dari luar seperti volunter. Jadi kalau pendampingannya bagus mental anak ini akan  bagus juga,” jelasnya.

Dalam kunjungan ke Rowosari, Ganjar didampingi Ketua DPC PDIP Kota Semarang Hendrar Prihadi yang juga Wali Kota Semarang. Hendi, sapaan akrabnya, ikut mendampingi sejak pagi. Diantaranya mengunjungi Kampung Wisata Bahari di Tambaklorok dan Pondok Pesantren Addainuriyyah Sendangguwo. (amh/ric)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...