33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Deklarasi Tidak BAB Sembarangan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kecamatan Gunungpati, Semarang, menjadi kecamatan pertama yang mendeklarsikan diri untuk memerangi buang air besar (BAB) sembarangan, atau yang disebut Open Defecation Free (ODF).

Camat Gunungpati, Ronny T Nugroho mengatakan, rancangan ODF sendiri telah dilakukan sejak tahun 2008, dengan membentuk sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) dengan merubah perilaku masyarakat yang BAB sembarangan, ataupun belum memiliki jamban.

“Sebelumnya memang ada kelurahan yang warganya tidak punya jamban, sehingga mereka BAB di sungai namun lambat laun kesadaran masyarakat mulai tumbuh dan hampir semua rumah sudah punya jamban,” katanya usai Delkrasi ODF di Aula Kecamatan Gunungpati, Kamis (12/4).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Widoyono sangat mengapresiasi langkah aparatur Kecamatan Gunungpati yang menjadi pioner ODF di Kota Semarang. Menurutnya, keberaninan Camat Gunungpati bisa menjadi insiprasi dan mewujudkan ODF di tingkat Kota Semarang pada tahun ini. “Gunungpati merupakan pioneer. Saya harap kecamatan lain bisa menyusul,” tambahnya.

Menurutnya, menggugah kesadaran masyarakat untuk tidak BAB sembarangan bukan perkara mudah. Terlebih bagi masyarakat yang tidak memiliki jamban, pihaknya pun mengaku terus berkoordinasi dengan dinas lain untuk membangun fasilitas jamban umum.

“Karena BAB sembarangan bisa menyebabkan berbagai macam penyakit,misalnya diare , penyakit kulit dan penyakit lainnya. Fokus kami semua kecamatan bisa mendeklarsikan ODF,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Forum Kota Sehat Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi akan terus menggenjot dan memberikan edukasi hidup sehat terutama agar tidak BAB sembarangan. “Susahnya masyarakat masih menganggap sepele, padahal efeknya sangat besar bagi kesehatan,” ujarnya. (den/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

PKL Barito Segera Direlokasi

SEMARANG–Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana segera memulai pembanguanan normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) dalam waktu dekat ini. Diperkirakan, awal Desember mendatang...

Rekatkan Persatuan Pemuda Lewat Musik 

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Menyemarakkan HUT RI ke-73, Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (PD KNPI) Kabupaten Temanggung akan menggelar festival band untuk pelajar dan...

Rekahan Meluas hingga Kebun Kopi

UNGARAN - Penurunan tanah di Desa ‎Candi Garon, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang semakin meluas. Setidaknya rekahan tanah sudah menjalar hingga ke lahan perkebunan kopi...

Ditemukan Makam Ulama, hingga Kejadian Tak Wajar

RADARSEMARANG.COM - Pemindahan sedikitnya 1.200 makam Klampisan, Jalan Honggowongso, Ngaliyan, Semarang, yang tergusur tol Batang-Semarang ternyata menyimpan cerita tersendiri. Mulai ditemukannya makam penyebar agama...

Kapolres : Kritik Untuk Layanan Lebih Baik

BATANG - Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga beserta Ketua Bhayangkari Batang melakukan kunjungan Kerja di Polsek Gringsing, Selasa (28/11). Kunjungan ini dalam rangka...

GADIS FDR

DUA model saat berpose di antara tumpukan ban sepeda motor merek FDR, Minggu (26/3) kemarin. Untuk memperkenalkan produk ini ke konsumen dan mendongkrak penjualan...