Warga Karangsari Diberi Pendidikan Politik

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Warga Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah kemarin mendapatkan pendidikan politik oleh KPUD setempat. Diskusi politik yang berlangsung di teras komunitas rumah kita (Koruki) tersebut menjadi ajang belajar bersama terkait demokrasi dan politik lokal, termasuk bagaimana menjadikan warga ini sebagai pemilih yang cerdas.

Anggota komisioner KPUD Demak, Hastin Atas Asih mengatakan, menjadi pemilih cerdas sangat diperlukan dalam berbagai hajatan demokrasi, diantaranya dalam pesta pemilihan gubernur (Pilgub) Jateng 27 Juni mendatang.

“Kita berharap, kalau pemilihnya cerdas tentu tidak akan mudah tergoda oleh iming iming yang menggiring mereka untuk memilih calon tertentu. Ibaratnya, memilih kucing dalam karung,” kata Hastin yang membidangi Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat ini.

Dia menuturkan, pemilih cerdas hendaknya berani menolak segala bentuk politik uang. “Sekarang ini ada istilah sodaqoh politik terkait pemberian uang untuk memilih calon,” katanya.

Menurutnya, iming-iming  politik uang dengan besaran Rp 10 ribu tentu tidak sebanding dengan suara yang berikan untuk calon. Sebab, yang sebesar itu akan habis hanya untuk beli krupuk. “Disinilah pentingnya memilih pemimpin yang tanpa diembel embeli uang,” ujarnya.

KPUD pun mengajak para pemilih agar menggunakan hak pilihnya dengan rasional. Sebab, dalam pengalaman beberapa kali pilgub, partisipasi masyarakat selalu dibawah 50 persen. Menurutnya, dalam pilgub kali ini KPUD sudah 80 persen malakukan sosialisasi dimasyarakat.

Direktur Koruki, Kusfitriya Martyasih mengatakan, ibu ibu warga desa harus melek politik dan lebih aktif dalam pesta demokrasi. Karena itu, mereka juga harus membekali diri supaya kenal lebih dekat para calon.

“Emak-emak biasanya nyoblos yang ganteng atau ada uangnya. Jangan mater, asal main coblos aja. Dengan adanya sosialisasi ini mudah mudahan pemilih tidak tergiur karena uangnya,” ujar dia. (hib/bas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -