33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Masih Banyak Fasilitas Olahraga Tak Layak

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang saat ini sedang menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Sistem Keolahragaan. Perda ini diharapkan mampu mendorong keolahragaan di Kota Semarang yang sejauh ini dinilai belum sepenuhnya mendapatkan perhatian. Sebab, sejauh ini masih banyak ditemukan banyak fasilitas olahraga tak layak.

“Perlu adanya ketentuan yang cukup mendasar untuk mendorong pencapaian visi, misi, dan tujuan pembangunan olahraga. Sehingga terbentuk koordinasi lintas sektor baik horisontal maupun vertical,” kata anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, selaku Ketua Pansus Raperda Sistem Keolahrgaan DPRD Kota Semarang, kemarin.

Tujuannya untuk membuat sistem perencanaan terpadu, efektif, efisien, dan terukur. “Selain itu juga pembangunan sentra pembinaan dan pengembangan olahraga, dan jaminan kepastian pendanaan penyelenggaraan keolahragaan,” ujarnya.

Tentu saja, lanjutnya, agar bisa memberikan peningkatan kemajuan olahraga di Kota Semarang. “Perda juga mengatur tentang tugas-tugas pemerintah kota, dalam melakukan pembinaan keolahragaan, termasuk tentang pengaturan sarana dan prasarana olahraga yang layak dan sesuai standar,” katanya.

Menurut Anang, sejauh ini masih banyak yang harus dibenahi. Seperti di Tri Lomba Juang Mugas, dari lima line lapangan bulutangkis, jika digunakan untuk kejuaraan paling hanya tiga line yang bisa dimanfaatkan. “Letak lapangan sangat berdekatan, sehingga tidak ada kursi untuk wasit yang memimpin pertandingan,” katanya.

Selain itu, dari enam lapangan tenis yang dibangun, dua di antaranya tidak rata sehingga air masih tergenang. Kalau ada genangan tentu lapangan tidak bisa digunakan untuk kejuaraan. “Sedangkan di lapangan Taman Kedondong yang berada di Semarang Selatan, belum jelas peruntukannya. Apakah untuk taman atau sarana olahraga masyarakat,” katanya.

Demikian juga dengan Stadion Citarum di Kecamatan Semarang Timur, lanjut Anang, masih belum layak digunakan sebagai venue pertandingan sepakbola kelas Liga 1 atau Liga 2. “Kalau untuk Liga 3 atau ajang Popda/Popnas masih bisa digunakan. Kursi stadion juga kurang pas penataannya,” tandas Anang. (amu/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...