31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Masih Banyak Fasilitas Olahraga Tak Layak

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang saat ini sedang menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Sistem Keolahragaan. Perda ini diharapkan mampu mendorong keolahragaan di Kota Semarang yang sejauh ini dinilai belum sepenuhnya mendapatkan perhatian. Sebab, sejauh ini masih banyak ditemukan banyak fasilitas olahraga tak layak.

“Perlu adanya ketentuan yang cukup mendasar untuk mendorong pencapaian visi, misi, dan tujuan pembangunan olahraga. Sehingga terbentuk koordinasi lintas sektor baik horisontal maupun vertical,” kata anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, selaku Ketua Pansus Raperda Sistem Keolahrgaan DPRD Kota Semarang, kemarin.

Tujuannya untuk membuat sistem perencanaan terpadu, efektif, efisien, dan terukur. “Selain itu juga pembangunan sentra pembinaan dan pengembangan olahraga, dan jaminan kepastian pendanaan penyelenggaraan keolahragaan,” ujarnya.

Tentu saja, lanjutnya, agar bisa memberikan peningkatan kemajuan olahraga di Kota Semarang. “Perda juga mengatur tentang tugas-tugas pemerintah kota, dalam melakukan pembinaan keolahragaan, termasuk tentang pengaturan sarana dan prasarana olahraga yang layak dan sesuai standar,” katanya.

Menurut Anang, sejauh ini masih banyak yang harus dibenahi. Seperti di Tri Lomba Juang Mugas, dari lima line lapangan bulutangkis, jika digunakan untuk kejuaraan paling hanya tiga line yang bisa dimanfaatkan. “Letak lapangan sangat berdekatan, sehingga tidak ada kursi untuk wasit yang memimpin pertandingan,” katanya.

Selain itu, dari enam lapangan tenis yang dibangun, dua di antaranya tidak rata sehingga air masih tergenang. Kalau ada genangan tentu lapangan tidak bisa digunakan untuk kejuaraan. “Sedangkan di lapangan Taman Kedondong yang berada di Semarang Selatan, belum jelas peruntukannya. Apakah untuk taman atau sarana olahraga masyarakat,” katanya.

Demikian juga dengan Stadion Citarum di Kecamatan Semarang Timur, lanjut Anang, masih belum layak digunakan sebagai venue pertandingan sepakbola kelas Liga 1 atau Liga 2. “Kalau untuk Liga 3 atau ajang Popda/Popnas masih bisa digunakan. Kursi stadion juga kurang pas penataannya,” tandas Anang. (amu/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here