33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Uji Sertifikasi Kompetensi LSP P1 SMK 

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – SESUAI surat keputusan Direktur Pembinaan SMK bahwa SMK yang telah memiliki LSP-P1 agar melaksanakan Uji Sertifikasi Kompetensi bagi siswa kelas XII, sesuai skema yang terdapat di LSP tersebut. Sekolah diminta mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk melaksanakan UKK melalui Uji Sertifikasi Kompetensi, sebagai bagian dari upaya penjaminan kualitas pendidikan melalui sertifikasi yang andal dan terpercaya.

Berdasarkan pendataan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sampai saat ini, tercatat 301 Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P1) yang didirikan oleh SMK, telah mendapatkan lisensi dari BNSP. Peran serta dan dukungan Dinas Pendidikan Provinsi dalam pengembangan LSP P1 SMK.

Sehubungan dengan pelaksanaan UKK di SMK yang salah satunya dilaksanakan melalui sertifikasi kompetensi LSP P1 terlisensi, maka dibutuhkan infrastruktur kelembagaan yang memadai dan memenuhi persyaratan. Berkenaan dengan hal itu, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan menetapkan pembentukan 153 Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Kedua (LSP P2). Yakni, setiap LSP P2, wajib mempunyai Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri untuk SMK aliansi/jejaring yang mempunyai kompetensi keahlian yang sama.

SMK Negeri 3 Magelang, termasuk sekolah yang sudah mendapatkan lisensi dari BNSP untuk LSP P1. Bahkan, termasuk sekolah yang ditunjuk sebagai LSP P2. Proses pemberian sertifikat kompetensi dilakukan secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi yang mengacu pada standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, Standar Internasional dan/ Standar Khusus.

LSP P1 dibentuk oleh SMK yang memiliki akreditasi A dan mendapat rekomendasi dan/atau penunjukan dari Direktorat Pembinaan SMK atau Dinas Pendidikan Provinsi dan memiliki skema sertifikasi sesuai dengan kurikulum pendidikan dari SMK yang bersangkutan.

Pola pelaksanaan sertifikasi oleh LSP P1 SMK hanya untuk siswa dari SMK yang bersangkutan dan siswa SMK yang ditetapkan menjadi jejaring kerja (networking) sertifikasi kompetensinya. Sedangkan LSP P2 dibentuk oleh Dinas Pendidikan Provinsi/lembaga yang mendapat wewenang dari Dinas Pendidikan Provinsi atau oleh kementerian terkait. Pola pelaksanaan sertifikasi oleh LSP P2 hanya untuk siswa dari SMK-SMK yang belum memiliki LSP P1 dan berada dalam sektor dan/ atau lingkup wilayah tertentu.

Skema sertifikasi kualifikasi nasional yang mengacu pada KKNI dan/atau kualifikasi yang setara berdasarkan diskriptor KKNI, bersumber pada SKKNI. Pelaksanaan asesmen dan uji kompetensi, harus berdasarkan skema sertifikasi yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan pemberian lisensi BNSP. LSP harus memastikan bahwa asesmen dilaksanakan secara tidak berpihak (impartial), terjamin kerahasiaannya, dan tidak ada benturan kepentingan. Pelaksanaan asesmen dan uji kompetensi, pengujian dilakukan oleh asesor.

Tempat Uji Kompetensi (TUK) dapat berlokasi di SMK dan/ diluar SMK sesuai persyaratan. Khusus untuk TUK yang berlokasi di SMK dan digunakan oleh LSP P1 SMK merupakan TUK sewaktu, harus diverifikasi setiap akan digunakan.

Hasil akhir dari rangkaian uji sertifikasi kompetensi LSP P1, para assesor memberikan rekomendasi kompeten dan tidaknya dari para asesi. Dan, para peserta uji berhak mendapatkan sertifikat kompetensi untuk skema kualifikasi.

Pelaksanaan Uji Sertifikasi Kompetensi LSP P1 bagi para siswa adalah sebagai bekal memasuki dunia kerja dunia industri, karena mempunyai nilai lebih, memiliki sertifikat tambahan selain ijazah. Apalagi seiring perkembangan menghadapi MEA ( Masyarakat Ekonomi Asean), sudah seharusnya kita bersiap menghadapi ketatnya persaingan kawasan perekonomian global dengan tingkat kompetisi yang tinggi.

SMK Negeri 3 Magelang sebagai lembaga yang mencetak calon tenaga kerja, berusaha menyiapkan lulusan, peka terhadap fluktuasi yang terjadi. Tujuannya, agar dapat mengantisipasi risiko-risiko dan tantangan terhadap implementasi MEA. Peningkatan kemampuan yang kompeten dalam menghadapi daya saing tenaga kerja. (*/isk)

SMK Negeri 3 Magelang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gilang Ginarsa Resmi Bergabung

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS akhirnya menambah amunisi lokal setelah berhasil mencapai kata sepakat dengan full back Gilang Ginarsa. Pemain beruia 29 tahun itu menjadi...

Ponpes Al Muayyad, Jaga Kesehatan Santri Dengan Olah Raga Teratur

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pondok Pesantren (Ponpes) yang merupakan lembaga pendidikan agama, yang menjadi salah satu lembaga pencetak generasi penerus bangsa, terus senantiasa memperhatikan aspek...

Tewas Tersengat Listrik

SEMARANG - Seorang tukang bangunan bernama Ma'ani, 65, warga Mijen RT. 02 RW 01 Kelurahan Mijen, tewas mengenaskan, setelah tersengat aliran listrik dan terjatuh...

Kereta Api Rawan Dilempari

WONOSOBO – Aksi pelemparan terhadap kereta api di jalur perlintasan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 5 Purwokerto masih saja terjadi. Aksi pelemparan menggunakan...

Pelaksana Kegiatan Tak Perlu Takut

SALATIGA – Wali Kota Salatiga Yuliyanto meminta agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak takut dalam melaksanakan kegiatan pembangunan sepanjang selalu berpegang pada aturan yang...

X-Trail Disopiri Wanita Hajar Lima Kendaraan

SEMARANG - Kecelakaan karambol melibatkan enam kendaraan terjadi di tikungan Tanah Putih, Jalan Dr Wahidin, Karanganyar Gunung, Candisari, Jumat (6/1) kemarin. Sebuah mobil Nissan...