33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Tuntut Tunda Relokasi, Minta Tempat yang Sepadan

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) Kelurahan Mlatiharjo, Kecamatan Semarang Timur meminta pemerintah memberikan tempat relokasi yang sesuai. Mereka cemas, hingga kini belum memiliki tempat. Sementara pada tanggal 13 April nanti, mereka diminta mengosongkan bangunan yang selama ini mereka tempati.

”Janjinya mau direlokasi ke Penggaron. Tapi di sana belum ada bangunannya,” ujar Amhar Rusidi, 47, wakil Ketua paguyuban PKL Kelurahan Mlatiharjo saat menggelar aksi damai dengan berjalan kaki secara bersama dari Jembatan Citarum menuju Jembatan Kaligawe.

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan diundurnya relokasi. ”Sementara itu, pedagang lain yang disuruh pindah, mereka langsung terima kunci,” imbuhnya sedikit memprotes.

Amhar menjelaskan, seperti para pedagang lainnya, mereka ingin diperlakukan sama. Mereka ingin ketika mengosongkan tempat lama, pemerintah sudah menyediakan tempat baru untuk menampung barang dan melanjutkan kegiatan perekonomian. Mereka meminta agar disediakan bangunan permanen dengan luasan yang sesuai dengan kebutuhan.

Di Kelurahan Mlatiharjo, lanjutnya, terdapat 214 PKL dengan usaha bubut, las, kayu mebel, besi dan pengepul rongsokan. Sejumlah pedagang sudah mendapatkan tempat di Banjardowo, sementara 137 pedagang masih dijanjikan akan menempati Pasar Barito Baru di Penggaron.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan pembongkaran sebelum para pedagang mendapat tempat relokasi. Fajar mengatakan, hingga tersedianya tempat, para pedagang masih bisa menempati lapak mereka masing-masing.

”Tidak beda jauh dari Rejosari blok 7. Di situ hanya yang sudah mendapatkan tempat yang kami bongkar. Jadi surat pertama, tanggal 13 itu untuk mereka yang sudah mendapat tempat,” tandasnya.

Surat pemberitahuan bahwa pembongkaran hanya dilakukan terhadap mereka yang sudah mendapatkan tempat, dikatakan Fajar, telah disusulkan pada Selasa sore (10/4) kemarin. ”Supaya tidak ada rasa gelisah. Silakan berjualan, selama dinas perdagangan belum menyediakan tempat relokasi,” ujarnya.

”Memang di satu sisi untuk proses percepatan. Tapi kami juga harus mengedepankan aspek sosial,” imbuh Fajar yang selalu mengutamakan pendekatan personal kepada para pedagang ini. (sga/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Lestarikan Bahasa Jawa Lewat Misja

RADARSEMARANG.COM - BAGI masyarakat Jawa Tengah, bahasa Jawa merupakan bahasa ibu mereka. Sedangkan bahasa keduanya adalah Bahasa Indonesia. Namun demikian dalam kehidupan sehari-hari tidak...

Pedagang Alun-Alun Banjarnegara Masih Trauma

BANJARNEGARA – Para pedagang di Alun-alun Banjarnegara masih merasa waswas usai musibah angin puting beliung yang merobohkan pohon beringin dan mengakibatkan satu orang meninggal...

Terbuka bagi Semua Kalangan, Banyak Ukir Prestasi

Sejak diterbitkannya Keputusan Presiden No 6 Tahun 2000 oleh Presiden Abdurahman Wahid, olahraga barongsai segera hidup lagi dan menjadi atraksi yang memikat di seluruh...

Pembayaran Tol Akan Gunakan Sistem Tertutup

SEMARANG–Sistem transaksi tertutup, akan diberlakukan untuk tol Semarang–Solo. PT Trans Marga Jateng (TMJ) sebagai pemegang konsesi tol tersebut menjelaskan jika kebijakan tersebut akan diberlakukan...

Uang Pelicin Diberikan Rutin

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Fakta baru terus bermunculan. Ternyata Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) memberikan uang percepatan atau pelicin kepada pegawai Kantor Agraria dan Tata...

Dorong Peningkatan Hasil Pertanian

RADARSEMARANG.COM, SURUH – Pemerintnah desa Medayu terus mendorong peningkatan hasil pertanian dari para petani desa Medayu. Sebab, pertanian dinilai menjadi salah satu sektor yang memang...