33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Tuntut Tunda Relokasi, Minta Tempat yang Sepadan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) Kelurahan Mlatiharjo, Kecamatan Semarang Timur meminta pemerintah memberikan tempat relokasi yang sesuai. Mereka cemas, hingga kini belum memiliki tempat. Sementara pada tanggal 13 April nanti, mereka diminta mengosongkan bangunan yang selama ini mereka tempati.

”Janjinya mau direlokasi ke Penggaron. Tapi di sana belum ada bangunannya,” ujar Amhar Rusidi, 47, wakil Ketua paguyuban PKL Kelurahan Mlatiharjo saat menggelar aksi damai dengan berjalan kaki secara bersama dari Jembatan Citarum menuju Jembatan Kaligawe.

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan diundurnya relokasi. ”Sementara itu, pedagang lain yang disuruh pindah, mereka langsung terima kunci,” imbuhnya sedikit memprotes.

Amhar menjelaskan, seperti para pedagang lainnya, mereka ingin diperlakukan sama. Mereka ingin ketika mengosongkan tempat lama, pemerintah sudah menyediakan tempat baru untuk menampung barang dan melanjutkan kegiatan perekonomian. Mereka meminta agar disediakan bangunan permanen dengan luasan yang sesuai dengan kebutuhan.

Di Kelurahan Mlatiharjo, lanjutnya, terdapat 214 PKL dengan usaha bubut, las, kayu mebel, besi dan pengepul rongsokan. Sejumlah pedagang sudah mendapatkan tempat di Banjardowo, sementara 137 pedagang masih dijanjikan akan menempati Pasar Barito Baru di Penggaron.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan pembongkaran sebelum para pedagang mendapat tempat relokasi. Fajar mengatakan, hingga tersedianya tempat, para pedagang masih bisa menempati lapak mereka masing-masing.

”Tidak beda jauh dari Rejosari blok 7. Di situ hanya yang sudah mendapatkan tempat yang kami bongkar. Jadi surat pertama, tanggal 13 itu untuk mereka yang sudah mendapat tempat,” tandasnya.

Surat pemberitahuan bahwa pembongkaran hanya dilakukan terhadap mereka yang sudah mendapatkan tempat, dikatakan Fajar, telah disusulkan pada Selasa sore (10/4) kemarin. ”Supaya tidak ada rasa gelisah. Silakan berjualan, selama dinas perdagangan belum menyediakan tempat relokasi,” ujarnya.

”Memang di satu sisi untuk proses percepatan. Tapi kami juga harus mengedepankan aspek sosial,” imbuh Fajar yang selalu mengutamakan pendekatan personal kepada para pedagang ini. (sga/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hoax Anies Serahkan Bukti Kecurangan Pilpres ke Mahkamah Internasional

JawaPos.com – Pilpres 2019 telah usai. Pertemuan antara Jokowi dan Prabowo sebagai simbol rekonsiliasi juga telah terlaksana. Namun, produsen hoax masih saja membuat hasutan...

Tularkan Pengabdian Terbaik untuk Institusi Polri

RADARSEMARANG.COM - Leadership yang kuat dari seorang pemimpin, membuat program-program yang telah dicanangkan bisa berjalan efektif. Setidaknya, itulah yang dilakukan oleh Kasatlantas Polres Magelang...

Motor Emak Vs Emak Tabrakan

PURWOREJO—Kecelakaan antarpemotor emak-emak alias ibu-ibu,  Selasa (3/10) siang, pukul 11.00, terjadi di ruas jalan  Purworejo-Magelang. Tepatnya, di depan Kantor BRI Unit Bener, Desa Kaliurip,...

Jika PAD Cukup, Honor Guru Honerer Dinaikkan

BATANG-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menjanjikan peningkatan honor Guru Wiyata Bhakti (WB) atau guru honorer, jika Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik signifikan pada tahun 2018....

Angka Pernikahan Dini Meningkat

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Angka pernikahan dibawah umur atau kurang dari 16 tahun khusus perempuan di Kabupaten Demak  cukup tinggi. Yakni, mencapai 3.905 anak. Sedangkan, angka...

Jalan Pintas ke Sekolah, Siswa Seberangi Sungai

SEMARANG - Puluhan siswa SD Negeri Jabungan, Banyumanik, setiap harinya harus uji nyali dengan menyeberang Sungai Kethek yang berarus cukup deras. Para siswa harus...