Tingkatkan Terampil Menulis Narasi dengan Model CIRC

spot_img

RADARSEMARANG.COM – SALAH satu dari empat keterampilan berbahasa yang wajib dikuasai oleh siswa adalah keterampilan menulis. Namun kenyataannya keterampilan siswa tersebut masih rendah. Hasil penilaian belajar keterampilan menulis terutama menulis teks narasi peserta didik masih rendah. Untuk mengembangkan keterampilan menulis, seseorang harus mampu menemukan ide yang akan dijadikan bahan menulis, mampu menyusun atau mengorganisasikan karangan menjadi susunan yang runtut, menguasai struktur kalimat dengan pilihan kosakata yang tepat.

Salah satu keterampilan menulis dalam pembelajaran bahasa Jawa adalah keterampilan menulis narasi. Sesuai dengan perkembangan teknologi komunikasi, peserta didik  dituntut untuk lebih aktif dan kreatif dalam pembelajaran. Seseorang dikatakan berhasil dalam menulis,  jika  ia  dapat  mengkomunikasikan  gagasannya  secara  tertulis  kepada pembaca dan dapat memahami tujuan penulis dalam menuliskan gagasannya.

Kondisi awal, hasil penilaian keterampilan menulis narasi menunjukkan bahwa keterampilan menulis narasi siswa masih berada di bawah kategori minimal. Rata-rata keterampilan menulis siswa pada kondisi awal hanya sebesar 71. Dari hasil tersebut, rata-rata keterampilan menulis narasi siswa masih berada di bawah kategori minimal yang diharapkan.  Rata-rata nilai tersebut masih dalam kategori cukup.

Rendahnya nilai tersebut diakibatkan dalam pembelajaran guru menggunakan metode tradisional banyak memanfaatkan metode ceramah dan peserta  didik  kurang dirangsang secara aktif dalam pembelajaran. Guru cenderung menggunakan metode yang kurang menarik, kurang menantang peserta didik sehingga pembelajaran cenderung membosankan. Hal semacam itu yang menjadikan para peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran tiap harinya. Peserta didik juga cenderung merasa bosan dalam mengikuti proses pembelajaran.

Baca juga:   Peran Pendikel dalam Gerakan Antikorupsi

Berdasarkan pengalaman pembelajaran tersebut, maka penulis merencanakan tindakan perbaikan pembelajaran yang dimungkinkan mampu meningkatkan keterampilan menulis narasi  peserta  didik , yaitu dengan model CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition). Model ini memungkinkan peserta  didik  dapat  bekerjasama  di dalam kelas dan mengembangkan kreativitas individu secara lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna sehingga kompetensi menulis narasinya pun akan meningkat.

Stevan dan Slavin (Aqib, 2013:30) mengemukakan, bahwa pembelajaran dengan  model CIRC, langkah-langkahnya  sebagai berikut: (1) membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen; (2) guru memberikan wacana/kliping/gambar sesuai dengan topik pembelajaran; (3) peserta didik  bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas ; (4) menuliskan hasil kelompok; (5) guru membuat kesimpulan bersama; (6) penutup.

Data yang digunakan dalam penelitian ini, yakni data hasil tes keterampilan menulis narasi dan data hasil observasi pelaksanaan pembelajaran dengan model CIRC. Instrumen yang digunakan: (1) lembar observasi pelaksanaan pembelajaran, dan (2) instrumen penilaian keterampilan menulis. Analisis data hasil penilaian menulis narasi siswa dilakukan dengan cara dikonversi pada tabel kategori hasil tes. Hal ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat keterampilan menulis narasi siswa. Sesuai dengan karakteristik penelitian tindakan, keberhasilan penelitian tindakan ini ditandai dengan adanya perubahan ke arah perbaikan.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Bangun Datar Menggunakan Kertas Lipat Warna

Secara garis besar pelaksanaan tindakan siklus I berjalan lancar. Adapun catatan pelaksanaan pembelajarannya: (a) kondisi kelas cukup gaduh saat pembentukan kelompok; (b) dda 3-4 siswa yang kurang memperhatikan ketika guru menjelaskan materi pelajaran; (c) kerjasama antar anggota kelompok pada siklus ini berjalan dengan baik; (d) saat presentasi di depan kelas, beberapa siswa masih merasa malu dan kurang percaya diri.

Secara garis besar pelaksanaan tindakan siklus II berjalan dengan lancar. Adapun catatan selama pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut: (a) suasana kelas cukup kondusif saat pembentukan kelompok; (b) masih ada 1 – 2 siswa yang kurang memperhatikan ketika guru menjelaskan materi pelajaran; (c) kerja sama antar anggota kelompok pada siklus ini berjalan lebih baik; (d) pada saat presentasi, siswa sudah mulai percaya diri.

Dari pengalaman tersebut disarankan kepada pendidik, sebagai berikut: (1) Mencoba menerapkan model CIRC dalam pembelajaran sehari-hari untuk meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa; (2) Melakukan inovasi pembelajaran agar siswa lebih termotivasi untuk belajar sehingga kemampuan siswa dapat meningkat. (tj3/2/aro)

Guru SMP Negeri 7  Pati

Author

Populer

Lainnya