33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Terapkan MLM, Tingkatkan Komunikasi Matematika

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – PANDANGAN secara umum, pelajaran matematika berkutat dengan angka dan rumus. Namun, pelajaran matematika tidak hanya sebatas itu, ada nilai-nilai dan perilaku yang perlu dikembangkan pada siswa. Kemampuan siswa untuk mengemukakan gagasan dan idenya tentang matematika perlu ditingkatkan, karena kemampuan  tersebut jauh lebih memberikan kontribusi yang nyata terhadap kehidupan siswa di kemudian hari.

Dalam persaingan global, komunikasi memegang peranan penting terhadap kesuksesan seseorang, bahkan dalam dunia bisnis pun tidak akan lepas dari komunikasi yang terus dijalin untuk mengembangkan usahanya. Pelajaran matematika yang mengarahkan siswa untuk menyampaikan gagasannya, secara langsung ikut andil dalam membentuk kemampuan komunikasi siswa. Namun faktanya, banyak ditemui siswa yang sebenarnya memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah matematika, namun hanya sedikit yang mampu mengkomunikasikan hasilnya kepada orang lain. Ini disebabkan karena kurangnya kebiasaan untuk menstransfer gagasannya kepada orang lain dan  cenderung pasif menerima materi dari guru.

Melihat fakta tersebut, penulis tergerak untuk mengubah pola pembelajaran di SMKN 11 Semarang dengan memegang prinsip bahwa siswa memiliki potensi untuk memberi maupun menerima. Penulis mencoba menerapkan prinsip kerja dari Multi Level Marketing (MLM) yang pernah menjadi salah satu cara pemasaran suatu produk dalam dunia bisnis ekonomi ke dalam proses pembelajaran matematika. Awalnya, guru memilih lima siswa yang memiliki kemampuan matematika baik untuk menjadi upline. Di luar kelas, kelima siswa tersebut diberikan stimulus berupa permasalahan matematika menggunakan lembar kerja siswa untuk belajar secara kelompok.

Dari forum itulah, mereka berdiskusi memecahkan permasalahan matematika, dengan peran guru sebagai pembimbing dan fasilitator. Usai diskusi, mereka mendapatkan tes untuk mengetahui seberapa jauh materi yang mampu diserapnya. Setelah benar-benar memperoleh nilai yang baik, masing-masing siswa mendapatkan tugas untuk mengajarkan materi yang diperoleh kepada minimal tiga orang temannya. Dengan demikian, materi akan tersalurkan kepada minimal 15 siswa lainnya. Siswa yang menjadi bimbingannya pada level pertama ini disebut sebagai downline I.  Tugas mereka bukan hanya mengajarkan materi dari apa yang pernah ia peroleh, namun memastikan bahwa siswa bimbingannya mampu menyelesaikan permasalahan matematika yang sedang dipelajari. Karena downline I ini pun akan mendapatkan tugas mengajarkan kepada minimal 2 temannya. Dengan demikian, pada level ini akan ada minimal 30 siswa yang akan mempelajari materi tersebut.

Untuk memastikan bahwa downline I memiliki kemampuan yang baik, maka hasil tugas lembar kerja siswa dikumpulkan oleh  upline dan mengikuti tes terlebih dahulu dari soal yang diberikan guru. Tes ini digunakan untuk menjamin bahwa apa yang dipelajari bersama downline I tercapai sesuai dengan tujuan pembelajaran. Cara seperti ini berlaku untuk downline-downline di bawahnya.

Layaknya sebuah bisnis yang dijalankan melalui MLM, pelaku akan mendapatkan reward setelah berhasil menyelesaikan tugas dan tes yang diberikan guru. Upline selain mendapat nilai dari tugas dan hasil tes, ia mendapatkan bonus 10 persen dari nilai yang diperoleh downline I. Demikian juga downline I mendapatkan 10 persen dari nilai yang diperoleh downline II, begitu seterusnya. Reward ini sifatnya sebagai pemicu agar siswa terus menjadi penerima dan pentransfer ilmu kepada orang lain.

Ada beberapa keuntungan yang diperoleh dari penerapan MLM dalam pembelajaran matematika antara lain: 1) siswa akan semakin terlatih menjadi pendengar yang baik, karena ia akan memahami materi dari apa yang disampaikan oleh siswa di level di atasnya. 2) kemampuan komunikasi akan meningkat, karena selain menjadi penerima ilmu, ia mendapatkan tugas mengajarkan kembali kepada siswa lain. 3) Kemampuan matematikanya semakin meningkat, karena untuk menjadi pentransfer pengetahuan ia akan menyiapkan materi dan  mengulang kembali apa yang telah diperoleh sebelumnya.  4) mengajarkan dan menerapkan secara langsung, pepatah “Ilmu tidak akan berkurang, manakala diberikan”. Sabba Danang, damma danang jinati (Di antara semua pemberian, pemberian ilmulah yang tertinggi nilainya). (tj3/2/aro)

Guru SMK Negeri 11 Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tewas Saat Cari Pakan Ternak

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Nahas nasib dialami Rasman, 59, warga Desa Sendangdawuhan Kendal. Ia meregangkan nyawa setelah tersengat arus listrik saat mencari dedaunan untuk pakan ternaknya. Kejadian bermula...

Alphard Terguling, Sopir Tewas Terjepit

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Arteri Arteri Yos Sudarso, persisnya Jembatan Dekat Pos I Pelabuhan Semarang, Sabtu (1/9) pukul 02.30 dinihari. Diduga, korban...

Diplomasi Gayeng Ala Ganjar, Dekatkan Warga

SEMARANG-Jateng Gayeng adalah branding Jawa Tengah yang diluncurkan Gubernur Ganjar Pranowo pada 23 Agustus 2015. Lewat tagline yang diluncurkan pada ulang tahun kepemimpinan Ganjar...

Melihat Rancangan Konsep Baru Jalur KA Gerbangkertosusila

JawaPos.com – Konsep pengembangan moda transportasi jalur kereta di wilayah Gerbangkertosusila sudah lama disiapkan pemerintah. Program itu masuk rencana jangka panjang pembangunan di Jatim. Kini...

Mengajar Lintas Pulau

DARA yang tergabung dalam Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau (KIJP), Nila Viviana Suryani ini selalu meluangkan waktunya untuk mengikuti kegiatan mengajar di berbagai kepulauan di...

PTUN Tolak Gugatan Pedagang Pasar Kobong

SEMARANG-Majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang menolak secara keseluruhan gugatan pedagang Pasar Ikan Rejomulyo (Pasar Kobong) Semarang yang melawan Dinas Perdagangan Kota...