32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Bupati Batang Genjot Investasi dan Pariwisata

RADARSEMARANG.COM, BATANG-Bupati Batang Wihaji tancap gas. Sejak dilantik bersama wakilnya, Suyono, menjadi Bupati Batang periode 2017-2022 pada 22 Mei 2017 silam, bupati murah senyum ini langsung menggeber program kerjanya. Ia ingin warga Kabupaten Batang semakin sejahtera. Upaya menurunkan angka kemiskinan pun menjadi prioritas. Hasilnya, angka kemiskinan saat ini turun menjadi di bawah 11 persen, tepatnya 10,8 persen.  Angka itu sekaligus menjadi raihan positif, karena di tingkat Jateng sendiri angka kemiskinan mencapai 13 persen.

“Jujur saja, menurunkan angka kemiskinan nol koma itu tidak mudah. Tapi, itu tetap kami lakukan. Misalnya, kami mengentaskan pengangguran dengan menciptakan 1.000 wirausaha baru,” kata Wihaji saat menerima pimpinan Jawa Pos Radar Semarang di Ruang Abirawa Kompleks Kantor Bupati Batang, Selasa (10/4)

Selain itu, bupati yang pernah menjadi wartawan sebuah koran harian di Jakarta ini juga membuka kran investasi seluas-luasnya. Dia juga menggenjot kunjungan wisata dengan menggelar program Ayo Piknik Nang Batang 2018.

“Ini masih pemanasan, sebelum menuju puncaknya program Visit to Batang 2022,” ujarnya didampingi Kepala Bagian Humas Protokol Setda Kabupaten Batang, Triossy Juniarto.

Dikatakan Wihaji, Batang memiliki potensi wisata yang lengkap. Ada pantai, pegunungan, wisata alam, dan curug. Garis pantainya mencapai 59 km. “Batang juga dikenal sebagai kabupaten seribu curug. Paling tidak ada 8 curug yang sudah dikembangkan,” katanya sambil memamerkan potensi wisata Batang lewat video ‘Heaven of Asia’ yang diputar di LED layar lebar di ruangan yang cukup mewah tersebut.

Selain menggejot pariwisata, Wihaji juga menggulirkan program E-Sakti, yakni santunan bagi keluarga warga miskin yang meninggal. Aplikasi ini mulai dikenalkan pada 25 Oktober 2017 lalu. “Jadi, setiap warga miskin yang meninggal, keluarganya mendapat santuan Rp 1 juta. Semua laporan kematian warga dilakukan secara real time, setiap detik bisa dipantau lewat online. Untuk program ini, kami menyediakan dana Rp 2 miliar pada 2017 dan Rp 9 miliar pada 2018 ini. Ya mudah-mudahan tidak terpakai semua,” ucapnya sambil tersenyum.

Politisi Partai Golkar ini juga membeberkan potensi investasi sejalan dengan pembangunan PLTU Batang 2 x 1.000 MW yang diperkirakan akan menyerap ribuan tenaga kerja. Disamping itu juga pabrik kakao dan menyusul segera dioperasionalkanya Pelabuhan Niaga Batang. “Pelabuhan Batang sudah diujicoba buat kapal tongkang yang mengangkut material pasir milik PT Waskita Karya guna pembangunan jalan tol. Alhamdulillah tidak ada hambatan” katanya.

Ditanya tentang dampak dibangunnya tol yang melewati Batang, Wihaji mengakui hingga saat ini belum mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan daerah maupun kesejahteraan warganya. “Ya, manfaatnya warga jadi mudah saat bepergian ke Semarang atau ke arah Jakarta. Itu saja, kalau dampak secara ekonomi, rasanya belum ada,” ujarnya.

Justru sejak ada tol, berdampak pada penurunan pendapatan para pelaku UMKM dan warung makan di sepanjang Pantura Batang. “Pada arus mudik Lebaran lalu, pedagang makanan di sepanjang Pantura Batang mengalami penurunan omzet hingga 50 persen,” keluhnya.

Karena itu, pihaknya terus mengusulkan penambahan exit tol dan rest area yang conecting dengan objek wisata di Batang. Konsep ini dinamakan Transit Oriented Development (TOD). Yakni, upaya revitalisasi kawasan terpadu baru yang berlokasi pada jalur-jalur transportasi utama.”Tekad saya ke depan perkuat Batang dengan pondasi ekonomi yang kuat, kokoh untuk mencapai kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Selain itu, Wihaji ingin Batang tak hanya dilewati kereta api (KA) saja. Tapi, juga ada kereta api yang berhenti di tiga stasiun di Batang. “Sejak dulu Batang ini cuma dilewati kereta api saja. Padahal di Stasiun Weleri Kendal saja kereta api berhenti, tapi di Batang kok tidak? Kereta api baru berhenti di Stasiun Pekalongan. Tekad saya, ke depan harus ada kereta api yang berhenti di Stasiun Batang,” ujarnya.

Direktur Jawa Pos Radar Semarang, Baehaqi, secara khusus mengucapkan selamat Hari Jadi Kabupaten Batang ke-52 yang jatuh pada 8 April lalu. Selain itu, Baehaqi juga  berterima kasih, karena mulai April ini, Pemkab Batang sudah bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Semarang.

“Kami siap support segala program dari Bapak Bupati. Termasuk menginformasikan semua prestasi yang diraih Kabupaten Batang,” kata Baehaqi yang datang didampingi General Manager Iskandar, Pemimpin Redaksi Arif Riyanto, Manager Keuangan Indah Fajarwati, Manager Pemasaran Bambang Krisnadi, dan wartawan wilayah Batang Lutfi Hanafi.

Dia juga membuka diri jika Pemkab Batang menggandeng Jawa Pos Radar Semarang menggelar program-program peningkatan kualitas dan profesionalitas guru dalam bidang penulisan, serta meningkatkan minat baca para siswa melalui gerakan literasi. “Kami sudah sering menggelar pelatihan menulis artikel ilmiah bagi para guru. Termasuk melakukan gerakan literasi ke sekolah-sekolah. Kami siap jika program itu juga digelar di Kabupaten Batang,” ujarnya. (han/aro)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here