33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Permintaan Lulusan Tenaga Kesehatan Tinggi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Peluang kerja lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) pada tahun ini sangat tinggi, apalagi saat ini permintaan tenaga medis rumah sakit (RS) di Indonesia bahkan luar negeri sangat tinggi, sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh lulusan ilmu kesehatan.

Kasi Kemahasiswaan, Alumni dan Pusat Karier, Stikes Widya Husada Semarang, Agung Meinarto mengatakan jika tenaga ilmu kesehatan seperti lulusan keperawatan, elektromedik, fisioterapi, dan NERS saat ini memiliki peluang besar untuk bekerja setelah lulus kuliah.

“Bahkan salah satu rumah sakit swasta di Semarang sudah meminta mahasiswa semester akhir dan lulusan Stikes Widya Husada untuk bekerja yang totalnya ada 80 mahasiswa,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Senin (9/4).

Selain rumah sakit swasta di Semarang, Stikes Widya Husada juga menyetor lulusannya untuk bekerja di RS yang ada di Jakarta, Surabaya bahkan luar negeri seperti Jepang. Keterserapan mahasiswa Stikes Widya Husada untuk langsung bekerja, memang sangat cepat apalagi di Stikes yang terletak di Jalan  Subali Raya No.12, Krapyak, memiliki keunggulan punya program studi yang langka dan akreditasi yang baik. “Kami punya prodi yang Stikes lain tidak punya, misalnya Rontegent, Fisiotherapi dan Elektromedik. Sehingga lulusan kami cepat terserap,”ucapnya.

Ia menjelaskan, untuk saat ini lulusan Keperawatan masih paling dilirik oleh rumah sakit yang ada di Indonesia dan negara asing salah satunya Jepang. Setiap tahunnya jika dirata-rata sekitar 200 perawat dari Stike Widya Husada dapat tersalurkan.  “Belum lama ini kami kirim lulusan untuk bekerja di Jepang sebanyak 4 orang,” tambahnya.

Pada tahun ini pihaknya menargetkan 25 persen lulusan bisa tersalur langsung untuk bekerja, naik 5 persen dibandingkan tahun lalu. “Target utamanya kurang dari 8 bulan sudah 90 persen bekerja,” pungkasnya.

Sementara itu, Humas Stikes Widya Husada, Galuh Puspita mengatakan, untuk memanfaatkan tingginya permintaan tenaga medis, pihak kampus terus menempa soft skill dan memberikan kurikulum Bahasa Inggris. “Selain itu kami juga menekankan kemampuan lulusan sesuai dengan standart kerja bahkan standart permintaan dari luar negeri,” tambahnya. (den/sct/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sehari, 24 Ribu Pemudik Naik KA

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Arus mudik Lebaran 2018 dengan moda transportasi kereta api (KA) mulai terasa. Jumat (8/6) siang, jumlah pemudik yang tiba di Stasiun Tawang Semarang...

Jangan Sampai Terjerumus Radikalisme

SEMARANG - Ratusan siswa kelas X dan XI SMA Nasima Gandanegara antusias mengikuti kegiatan pesantren Ramadan. Kegiatan ini diselenggrakaan sejak Rabu (31/5) hingga Sabtu...

Targetkan PBK Meningkat 10 Persen

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA - Jakarta Futures Exchange (JFX) optimistis di tahun 2018 dengan segala tantangan yang akan dihadapi. Pengembangan usaha baik ranah domestik maupun global,...

CEO Jateng Berbagi Sesama

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Prihatin dengan kondisi warga yang tinggal di kawasan tanggul Barito, Mlatiharjo, Semarang Timur, komunitas mobil Chevrolet Estate Optra (CEO) Regional Jawa Tengah...

Pilpres 2019, Gubernur NTB Jajaki Jawa Tengah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr TGH Muhammad Zainul Majdi MA yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) mengaku telah didekati...

Pembagian Kartu Tani Kurang Merata

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pemakaian kartu tani efektif diberlakukan per 1 Januari 2018 ini. Karena itu, petani wajib menggunakan kartu tani jika ingin memperoleh pupuk...