Curug Kolo Pacung Butuh Sentuhan Pemkab

232
POTENSI WISATA :  Curug Kolo Pacung di Desa Manggis Kecamatan Tulis masih butuh perhatian lebih dari pemerintah setempat agar semakin menarik bagi wisatawan. (Lutfi hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
POTENSI WISATA :  Curug Kolo Pacung di Desa Manggis Kecamatan Tulis masih butuh perhatian lebih dari pemerintah setempat agar semakin menarik bagi wisatawan. (Lutfi hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang terus mengeksplorasi wisata alam, terutama curug. Salah satu lokasi yang jarang terdengar adalah Curug Kolo Pacung di Desa Manggis Kecamatan Tulis Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Curug dengan tinggi sekitar 15 meter tersebut memiliki aliran air yang tak begitu deras. Airnya bercabang, di bawah ada dua kolam kecil yang menampung air. Warga juga membuat semacam dam mini, dan diberi pipa kecil untuk pancuran. Walupun memiliki debit air yang sedikit, Curug Kolo Pancung  tetap memiliki daya tarik tersendiri. Karena di area bawah curug bisa digunakan untuk berendam dan ngadem.

Curug ini hanya berjarak kurang lebih 15 kilometer dari pusat kota, setelah sampai daerah Tulis masuk arah selatan gang menuju Desa Manggis dengan jalan yang sudah bagus dan halus. Dari Desa Manggis, cukup naik atau jalan kendaraan kurang lebih 1 kilometer, batas kendaraan, dilanjut jalan kaki.

Jalan masuk menuju curug masih belum bagus, karena baru dibuka untuk umum. Sehingga masih berupa tanah dan belum ada tiket retribusi di kawasan tersebut. Setelah berhenti parkir di dekat jalan raya setempat, pengunjung harus jalan kaki sekitar 3 kilometer. Melewati jalan tanah naik turut, antara perkebunan hutan jati dan persawahan warga. Ada jembatan kecil dari bambu juga harus dilewati.

“Dulu jalurnya bukan sini,  lebih jauh dan penuh tantangan, kini sudah lebih dekat,” ucap Diyas Ocktavia Sandi,24, warga asli Desa setempat, Senin (9/4).

Diungkannya, wisata di curug tersebut belum lama dibuka untuk umum. Namun kalau curugnyanya, sudah lama ditemukan oleh warga setempat. Dan memang hanya dijadikan wisata oleh warga lokal saja, belum masyarakat luar.

Yang menarik, katanya, di atas Curug Kolo Pacung ada belik atau sendang (mata air) Tulung, jalurnya sama namun lebih jauh lagu lokasinya dibanding curug.  Belik ini, terkenal jadi jujugan warga karena dipercaya memiliki berkah. Selain bisa untuk pengobatan, juga membawa keberuntungan.

Ditambahkan temanya, Iffah Alfiana, di belik tersebut juga menjadi lokasi yang cukup mistis. Karena sering jadi tempat untuk ngalap berkah bagi orang-orang yang percaya.“Konon, Presiden Soekarno pernah bertama di belik tersebut, dari cerita-cerita mbah-mbah dulu,” ucapnya. (han/zal)