33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Cek Nomor Batch Kaleng Makarel

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Toko-toko modern berjejaring di Kota Magelang sudah menarik produk ikan kemasan kaleng jenis makarel yang diduga terdapat parasit cacing di dalamnya. Tim gabungan Pemkot Magelang yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, Satpol PP Kota Magelang dan Polres Magelang Kota hanya menemukan produk-produk tersebut di toko tak berjejaring. Jumlahnya sekitar 25 kaleng. Terdiri dari dua merek lokal dengan tiga jenis produk.

“Kami minta kepada pihak pengelola toko untuk menarik produk itu,” kata Kabid Perdagangan Sri Rejeki Tentamiarsih di sela sidak ke sejumlah toko, Senin (9/4).

Tim juga mengecek ke sejumlah kios yang berada di Pasar Gotong Royong. Di sana, tak ada satu kaleng pun dari 27 merek produk ikan makarel kemasan yang dirilis Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI. Imbauan penarikan makanan kemasan itu untuk 16 merek impor, dan 11 merek  produk dalam negeri. “Ternyata, produk-produk itu tidak masuk ke pasar-pasar tradisional,” ujarnya.

Kasi Farmasi Makanan Minuman dan Alat Kesehatan (Farmamin-Alkes) Dinkes Kota Magelang, Dumaria menambahkan, dari 27 merek ada 138 batch yang diduga mengandung parasit cacing. Agar tidak keliru dalam penarikan, pihaknya mencocokkan nomor batch yang tercantum dalam kemasan. “Nomor batch itu nomor produksi dari setiap pabrik. Jadi yang kita cari adalah produk dengan nomor batch yang bermasalah. Tidak kemudian satu merek dengan semua produknya bisa ditarik,” tuturnya.

Pengelola salah satu toko tak berjejaring di sekitar Menowo Kota Magelang  yang kedapatan menyimpan merek dengan batch bermasalah itu ditegur tim. Pemilik toko, Lidya mengakui temuan itu. Dia juga mengklaim tak rugi atas penarikan ikan makarel kaleng karena dikembalikan ke pabriknya. “Saya hanya menjual, dan sebenarnya sudah beberapa merek kita tarik, kemudian kita kembalikan. Mungkin yang makarel ini ketinggalan belum ditarik,” ujarnya. (put/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Perubahan Aturan Bikin Pusing PSIS

SEMARANG – Menjelang bergulirnya kompetisi Liga 2 atau Divisi Utama yang diikuti PSIS, manajemen tim berjuluk Mahesa Jenar ini masih dipusingkan dengan regulasi. Terutama...

PNS Terlibat Korupsi Segera Dipecat

BATANG - Salah satu tersangka pelaku korupsi di Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Badan Kredit Kecamatan (PD BPR BKK) yang ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari)...

Tunas Pamor Kuasai Dini Putri

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Pemain putri klub Perkumpulan Bulutangkis (PB) Tunas Pamor tampil menawan dengan meraih all final di kelompok tunggal dini putri Djarum Foundation...

Pengesahan Raperda Pusat Perbelanjaan Diwarnai Perdebatan Sengit

UNGARAN–Debat yang sengit mewarnai sidang paripurna DPRD Kabupaten Semarang dengan agenda pengesahan Raperda Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Pembelanjaan dan Toko Swalayan, Kamis...

Pendamping Desa Dituntut Full Time

SEMARANG - Sebanyak 9.814 calon tenaga pendamping professional (TPP) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) telah melakukan tes tertulis di kampus Universitas Diponegoro...

Satgas Saber Pungli Belum Terbentuk

UNGARAN – Hingga minggu ini, Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) wilayah Kabupaten Semarang belum terbentuk. Menurut Bupati Semarang, Mundjirin, waktu penyiapan...