33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Ritual Ceng Beng Hormati Leluhur

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Puluhan warga Tionghoa yang tergabung dalam Yayasan Tjie Lam Tjay memperingati ritual Ceng Beng dengan mendatangi makam orang tua atau leluhur untuk membersihkan dan bersembahyang Pai di makam, Minggu (8/4). Mereka datang dengan membawa buah-buahan, kue, makanan, bunga, serta kertas doa.

Tradisi peringatan Ceng Beng dilakukan setiap April pada kalender nasional. Umat Tionghoa melakukan sembahyang di makam ini mulai 10 hari sebelum dan 10 hari setelah 4 April. “Biasanya warga Tionghoa datang ke makam orangtua atau leluhur untuk membersihkan dan bersembahyang dengan membawa berbagai macam buah, makanan serta bunga,” kata Ketua Yayasan Tjie Lam Tjay, Wong Aman Gautama.

Aman menambahkan umat keturunan Tionghoa yang ada di Semarang, yang tergabung dalam Yayasan Tjie Lam Tjay menutup sembahyang Ceng Beng di makam atau Bong Bunder di Jalan Taman Mugas Timur, Minggu (10/4).

Bong dalam perawatan dan pemeliharaan Yayasan Tjie Lam Tjay ini, masih terlihat kokoh sesuai bangunan aslinya. Mereka yang dimakamkan di Bong ini terkait dengan sejarah kedatangan warga Tionghoa di Semarang pada zaman Kolonial Belanda,” tambahnya.

Mereka yang dimakamkan di tempat itu bisa jadi leluhur para warga keturunan Tionghoa asli Semarang yang turun temurun sejak penjajahan Belanda. Untuk itulah, bertepatan dengan Ceng Beng, pihak Yayasan menggelar sembahyang di Bong Bunder.

“Disebut Bong Bunder, karena ada dua makam berukuran besar berbentuk bundar. Sejak dipindah dari kawasan Petolongan, Kawasan Pecinan pada abad 18, kondisi lingkungan bong itu kini masih asri, meski dikelilingi bangunan-bangunan baru,” ungkapnya. (hid/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Biasa Ngebut, Justru Takut Naik Sepeda Onthel

Berkendara dengan kecepatan tinggi dirasa memberikan sensasi tersendiri. Motor hancur karena terjatuh pun tidak menyurutkan hobi Nur Haqni Hayuningtyas mengendarai motor dengan kencang. Seperti...

Kenalan di Medsos, Janda Muda Tertipu Rp 22 Juta

SEMARANG- Nasib sial dialami Pratiwi, 31, warga Sukorejo, Gunungpati, Semarang. Janda muda ini menjadi korban penipuan gara-gara terpikat pria berseragam yang dikenal lewat media...

209 Atlet Ambil Bagian

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Sebanyak 209 atlet bulutangkis di Kabupaten Wonosobo mengikuti kejuaraan Djarum Foundation Kejurkab PBSI Cup XVII Wonosobo 2018, yang bergulir mulai Jumat...

Dewan Minta Disdikbud Turun Tangan

RADARSEMARANG.COM - MENINDAKLANJUTI adanya Silpa dana BOS SMA/SMK/SLB ini, DPRD Jateng mengaku akan menindaklanjuti temuan BPK RI tersebut. Harus ada penjelasan yang pasti, bagaimana...

Pasang Peringatan di Jalur Salatiga-Magelang

MUNGKID--Jalur Salatiga-Magelang merupakan daerah rawan kecelakaan yang disebabkan kondisi menurun, banyak tikungan serta padat kendaraan. Polsek Pakis memasang banner peringatan rawan kecelakaan yang cukup besar...

Diduga Pelaku Masih di Wilayah Jateng

SEMARANG - Aparat Reskrim Polrestabes Semarang terus melakukan pengejaran terhadap pelaku utama pembunuhan dr Nanik Trimulyani Arifin, di tempat kos miliknya Jalan Plampitan 58...