33 C
Semarang
Sabtu, 30 Mei 2020

AIPI Diharapkan Hapus Kesenjangan Teori dan Praktik

Lahirnya Gagasan Besar Dinantikan

Another

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

RADARSEMARANG.COM, KUDUS – Bupati Kudus Dr H Musthofa berharap ke depan Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Semarang dapat menjadi sebuah rumah besar yang dapat melahirkan konsep besar. Ke depan juga diharapkan akan dapat melahirkan politisi berkualitas dan memiliki karakter dengan moralitas yang baik.

“AIPI harus dapat menjadi sebuah rumah besar yang melahirkan konsep-konsep besar dan nantinya akan dapat melahirkan politisi yang berkualitas dan berkarakter,” kata Bupati Musthofa yang juga Dewan Pembina AIPI dalam rapat kerja (raker) pertama AIPI yang dibuka pada Jumat (6/4) lalu.

Raker tersebut diikuti AIPI Semarang yang berasal dari berbagai kalangan. Mulai akademisi, praktisi, peminat politik, jurnalis dan peneliti di Graha Muria, Colo, Dawe, selama tiga hari.

Dalam raker AIPI Semarang yang berlangsung hingga Minggu (8/4) siang, juga diisi pengarahan dari Ketua Umum AIPI Pusat Altifra Sallam. Serta pembahasan bidang keorganisasian, diskusi pengembangan dan kelembagaan, serta pengantar teknik penyusunan dan penetapan program kerja PC AIPI Semarang 2018-2021 tahun I 2018.

Dilanjutkan dengan rapat bidang penyusunan program kerja, dan rapat pleno laporan dan penetapan penyusunan program kerja PC AIPI Semarang 2018-2021 tahun I 2018. Selanjutnya penutupan dan diakhiri kegiatan lapangan.

Raker ini mengangkat tema, Penguatan Program Kerja melalui Solidaritas dan Profesionalitas Kelembagaan. Musthofa menyampaikan terima kasih banyak kepada peserta yang datang. Hal ini merupakan kehormatan karena telah diberi kesempatan untuk menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan raker AIPI perdana ini.

Menurut bupati yang bergelar doktor ilmu sosial ini, permasalahan besar yang selama ini terjadi yaitu adanya kesenjangan yang sangat besar antara tataran terori dan pelaksanaanya di lapangan. Sehingga, dia sangat berharap ke depannya AIPI tidak hanya terpaku pada penelitian belaka. “Namun hasilnya juga harus dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas,” harapnya pada organisasi yang disebutnya beranggotakan kaum intelektual ini.

Sementara itu, Ketua AIPI Semarang Nur Hidayat Sardini mengucapkan terima kasih atas kontribusi Bupati Kudus yang telah mendukung penuh terlaksananya rapat kerja ini. Dia juga menyatakan siap menjawab tantangan H Musthofa tersebut.

Tak hanya itu, Nur Hidayat juga mengaku siap memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, sehingga kesenjangan antara tataran teori dan pelaksanaan di lapangan tidak terlalu besar. Hal ini dapat dilaksanakan melalui sejumlah bidang ilmu. Mulai ilmu politik, hubungan internasional, hingga administrasi pemerintah.

Ke depannya, rumusan-rumusan yang dihasilkan dapat menjadi rujukan pelatihan pemberdayaan masyarakat hingga materi pelatihan bagi para legislator. “Kami ke depannya juga bisa menjadi sekolah peningkatan kapasitas untuk pemangku kepentingan, karena AIPI memiliki kapasitas, peluang, dan pengalaman,” ujar mantan ketua Bawaslu Pusat tersebut. (*/lil/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

More Articles Like This

Must Read

Segera Tata Penempatan Caleg

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mulai menggodok sejumlah nama bakal calon legislatif (bacaleg) yang akan ditempatkan di 13 daerah pemilihan (dapil)...

HTI Kenalkan Bendera Islam

UNGARAN – Puluhan anggota organisasi masyarakat (ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kabupaten Semarang long march kenalkan bendera yang pernah digunakan Rasulullah pada masanya, Minggu...

Batasi Galian C, Targetkan Pajak Rp 5 Miliar

RADARSEMARANG.COM, BATANG–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang segera membatasi gerak penambangan liar galian C. Kendati begitu, juga menargetkan penarikan pajak hingga Rp 5 miliar. Menurut Sekda Nasikhin,...

Pemkot Tunggu Surat Resmi PSIS

MAGELANG – Stadion Moch Soebroto Kota Magelang menjadi salah satu calon kandang PSIS Semarang dalam mengarungi Liga 1 Indonesia tahun 2018 mendatang. Selain di...

Sangubanyu akan Dikelola Profesional

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Objek wisata pemandian air panas di Desa Sangubanyu Kecamatan Bawang akan direvitalisasi, pasalnya objek tersebut masih sangat minim fasilitas dan wahana....

PKL Barito Minta Ganti Untung

”Kami akan mengikuti aturan yang ditentukan, karena ini demi kepentingan umum. Tetapi tindak lanjut ganti untung harus ada kejelasan dari pemerintah.” Sunaryo, Pengurus Paguyuban...