28 C
Semarang
Jumat, 11 Juni 2021

Menulis Tak Mengenal Usia

MOTIVASI KUAT : Para peserta tampak serius mendengarkan pemaparan dari Dosen Bahasa Indonesia Rahmat Petuguran. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)
MOTIVASI KUAT : Para peserta tampak serius mendengarkan pemaparan dari Dosen Bahasa Indonesia Rahmat Petuguran. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Puluhan guru SMK/SMA dan beberapa guru SMP dari Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Temanggung, Wonosobo antusias mengikuti pelatihan menulis artikel populer di media massa yang berlangsung di Aula SMK Kesdam IV Diponegoro Magelang Jalan Urip Sumoharjo No 48 Magelang (komplek RST), Sabtu (7/4) lalu. Selain datang dari eks Karesidenan Kedu, ada pula guru datang dari Kota Semarang dan Kabupaten Blora.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang Mad Sabitul Wafa yang berkesempatan membuka acara menuturkan, belajar, termasuk belajar menulis, tidak mengenal batasan usia. Usia tua jangan menjadi hambatan untuk terus berkarya. Untuk itu, ia meminta kepada guru pada umumnya dan guru di bawah koordinasi Kemenag untuk mau belajar dan praktik menulis. “Bapak Ibu yang hadir kali ini merupakan orang pilihan. Maka, kami meminta kalian untuk mengikuti pelatihan secara sungguh-sungguh,” ujarnya dalam kegiatan hasil kerjasama antara Jawa Pos Radar Semarang dengan MGMP PAI SMK Kabupaten Magelang ini.

Wafa menjelaskan, peranan media massa sangat penting. Orang bisa terkenal atau hebat karena tulisan. Orang bisa jatuh atau habis reputasinya juga karena tulisan. “Kami menyambut baik gagasan Jawa Pos Radar Semarang yang menginisiasi pelatihan penulisan artikel poluler untuk guru. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk pengembangan SDM guru. Ke depan, kami siap untuk kerjasama,” ucapnya dalam kegiatan yang juga dihadiri Kepala Sub Bag Tata Usaha BP2MK Wilayah IV Disdikbud Provinsi Jateng Prihestu Hartomo mewakili Ketua BP2MK Wilayah IV Jateng.

Dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) Rahmat Petuguran selaku narasumber menuturkan, memiliki motivasi yang kuat adalah bagian dari sikap mental seorang penulis. Selain itu, penulis juga mesti melatih diri menjadi pembelajar sepanjang hayat, memiliki ketertarikan mempelajari hal-hal baru dan berpikir terbuka. Menurutnya, dalam menulis artikel populer di media massa setidaknya ada dua modal yang harus dimiliki : modal pengetahuan dan modal penguasaan bahasa. “Jika sudah punya dua modal itu. Langkah selanjutnya adalah action (berani mencoba). Menulislah, jangan takut salah,” pintanya.

Setelah pemaparan materi dan praktik menulis artikel populer yang dipandu Rahmat, pelatihan dilanjutkan oleh General Manager Jawa Pos Radar Semarang Iskandar dengan materi teknis pengiriman artikel. (san/ton)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here