Beranda Berita Semarang Ritual Ceng Beng Hormati Leluhur

Ritual Ceng Beng Hormati Leluhur

Others

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Puluhan warga Tionghoa yang tergabung dalam Yayasan Tjie Lam Tjay memperingati ritual Ceng Beng dengan mendatangi makam orang tua atau leluhur untuk membersihkan dan bersembahyang Pai di makam, Minggu (8/4). Mereka datang dengan membawa buah-buahan, kue, makanan, bunga, serta kertas doa.

Tradisi peringatan Ceng Beng dilakukan setiap April pada kalender nasional. Umat Tionghoa melakukan sembahyang di makam ini mulai 10 hari sebelum dan 10 hari setelah 4 April. “Biasanya warga Tionghoa datang ke makam orangtua atau leluhur untuk membersihkan dan bersembahyang dengan membawa berbagai macam buah, makanan serta bunga,” kata Ketua Yayasan Tjie Lam Tjay, Wong Aman Gautama.

Aman menambahkan umat keturunan Tionghoa yang ada di Semarang, yang tergabung dalam Yayasan Tjie Lam Tjay menutup sembahyang Ceng Beng di makam atau Bong Bunder di Jalan Taman Mugas Timur, Minggu (10/4).

Bong dalam perawatan dan pemeliharaan Yayasan Tjie Lam Tjay ini, masih terlihat kokoh sesuai bangunan aslinya. Mereka yang dimakamkan di Bong ini terkait dengan sejarah kedatangan warga Tionghoa di Semarang pada zaman Kolonial Belanda,” tambahnya.

Mereka yang dimakamkan di tempat itu bisa jadi leluhur para warga keturunan Tionghoa asli Semarang yang turun temurun sejak penjajahan Belanda. Untuk itulah, bertepatan dengan Ceng Beng, pihak Yayasan menggelar sembahyang di Bong Bunder.

“Disebut Bong Bunder, karena ada dua makam berukuran besar berbentuk bundar. Sejak dipindah dari kawasan Petolongan, Kawasan Pecinan pada abad 18, kondisi lingkungan bong itu kini masih asri, meski dikelilingi bangunan-bangunan baru,” ungkapnya. (hid/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

12,298FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Tesla Halmahera

Related News