15.6 C
Munich
Sabtu, 31 Oktober 2020

PKL Barito Pasrah, Bangunan Dirobohkan

Menarik

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pembongkaran bangunan pedagang kreatif lapangan (PKL) Barito terus berlanjut secara bertahap. Kali ini pembongkaran dilakukan di dua wilayah, yakni Kelurahan Sambirejo dan Kelurahan Rejosari.

Para pedagang tampak pasrah, tidak bisa berbuat banyak, melihat bangunan tempatnya mengais rezeki harus luluh lantah diobrak-abrik excavator yang diterjunkan oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang.

“Hari ini (kemarin, red), kami membongkar dua tempat, yakni Kelurahan Sambirejo dan Rejosari. Rejosari ada 60 bangunan, tapi baru 30-an bangunan yang dibongkar. Lainnya, masih meminta waktu hingga hari Senin untuk membongkar sendiri,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, Sabtu (7/4).

Pihaknya mengapresiasi kinerja berbagai pihak dan masyarakat setempat yang turut mendukung program pemerintah. “Termasuk kerja Bu Lurah yang luar biasa membantu kami. BBWS, Polsek, Koramil dan lain-lain. Ada dua tim, satunya di Kelurahan Sambirejo, ada 60 PKL 20 rumah, sudah dirobohkan 15 bangunan. Sisanya juga meminta waktu hingga Senin akan dibongkar sendiri,” katanya.

Fajar mengapresiasi para pedagang yang bersikap kooperatif. “Bahkan mereka mau membongkar sendiri dan siap pindah tanpa masalah apapun. Pedagang di Kelurahan Rejosari mayoritas memilih menempati Pasar Klitikan Penggaron, sebagian menempati Pasar Suryokusomo. Sedangkan warga di Kelurahan Sambirejo, ditempatkan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Untuk penghuni rumah ditempatkan di Rusunawa Kudu,” katanya.

Ditargetkan maksimal minggu keempat, lanjut Fajar, PKL mulai dari wilayah Mlatiharjo hingga Bugangan, selesai semua. “Untuk wilayah Gayamsari menunggu penyelesaian di daerah Pandean Lamper. Sedangkan untuk PKL Barito di daerah Jembatan Citarum hingga Jalan Majapahit dijadwalkan 16 April sudah rata dengan tanah. Khusus Kelurahan Karangtempel kami jadwalkan Mei,” katanya.

Lurah Rejosari, Rahayu Ningsih, mengatakan tidak ada kendala berarti dalam pembongkaran PKL Barito di wilayahnya. “Karena sudah dilakukan sosialisasi sejak lama, bahwa wilayah tersebut akan dilakukan pembangunan normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur. Mereka sudah mengetahui akan direlokasi. Mereka sejak awal sudah menyetujui, tidak ada masalah,” katanya.

Menurut dia, justru para pedagang senang karena difasilitasi oleh pemerintah dengan baik dan layak. “Malah fasilitas di tempat relokasi jauh lebih baik daripada di sini. Dari jumlah total 269 bangunan di Kelurahan Rejosari, saat ini sudah 75 persen dibongkar. Terdiri atas 8 blok, yang sudah pindah blok 1-7,” katanya.

Sementara itu, salah satu pedagang, Kaswadi, sebetulnya mengaku sedih. Sebab, sejak kecil ia telah mengais rezeki di kawasan Jalan Barito. “Bagaimana tidak sedih, saya sudah 30 tahun mengais rizeki di sini. Sudah lama di sini, tiba-tiba dipindah kan harus babat alas lagi. Tapi apa boleh buat,” katanya.

Rencananya, ia menempati Pasar Klitikan Penggaron. “Memang lokasinya kurang memuaskan. Barito tempatnya lebih strategis dan luas. Kalau di Pasar Klitikan Penggaron kiosnya terlalu sempit. Sehingga sulit untuk menaruh barang dagangan. Saya jualan kerajinan dandang, ember, dan lain-lain. Idealnya, kira-kira butuh luasan 3×4 meter. Kalau di tempat relokasi cuma dapat 3×2 meter. Meski masih sangat kurang memadai, ya terpaksa kami pindah ke sana,” katanya. (amu/ida)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...