33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Pemkab Gelar Pengobatan Gratis

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang menggelar berbagai event dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Batang ke-52. Salah satunya, menggelar pengobatan gratis dan bagi kacamata untuk siswa kurang mampu.

Bakti sosial ini digelar rutin setiap HUT Kabupaten Batang, dan memang diperuntukan bagi anak–anak agar tumbuh kambang anak tetap terjaga kesehatannya, terutama untuk indra penglihatan dan pendengaran.  Karena sering tidak disadari oleh orang tua bahkan oleh anak itu sendiri.

“Kita targetkan 300 anak untuk pembagian kaca mata gratis bagi yang membutuhkan,” jelas Direktur RSUD Kalisari Batang dr Bhekti Mastiadji melalui kasi pelayanan medis dr Nur Hidayati  saat menggelar bakti sosial RSUD Kalisari Batang dalam rangka menyambut Hari jadi ke-52 Tahun Kabupaten Batang, Sabtu (7/4/2018).

Pihaknya menambahkan, untuk menciptakan anak sebagai generasi emas dimasa mendatang, Pemerintah wajib melakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak, melalui deteksi dini adakah gangguan penglihatan dan gangguan pendengaran mereka. Karena anak-anak sekarang nanti mengemban tongkat estafet pembangunan bangsa.

Pemeriksaan kesehatan digelar di beberapa lokasi gedung Pemkab Batang, ada tiga kegiatan bakti sosial yang dilakukan. Mulai dari pemeriksaan Telinga Hidup dan Tenggorokan (THT), Pemeriksaan Mata hingga perbaikan gizi anak.

Kegiatan bakti sosial ini sebenatnya sudah berlangsung sejak 20 Maret 2018 yang lalu. Dengan dimulai sosialisasi diteksi dini ganguan penglihatan dan pendengaran serta tumbuh kembang anak. Yang mana bekerjasama dengan Perdami Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia atau Indonesian Ophthalmologist Association Jawa Tengah.

Terkait pemeriksaan tersebut, dr Nur Hidayati  menjelaskan, penyebab gangguan pendengaranpada masyarakat terutama anak-anak, sering disebabkan 50 persen oleh kotoran yang menutupi telinga. Sedang untuk gangguan penglihatan yang diderita oleh anak–anak hampir sebagian besar rabun jauh.

“Kedua ganguan pada kedua indra ini bisa dikenali apabila secara rutun melakukan pemeriksaan, sehibngga tidak akan sulit diatasinya, dan satulagi gangguan yang dipengaruhi oleh masa depan anak masalah tumbuh kembang anak yang harus ditangani secara komperhensif yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak,” jelas dr Nur Hiadayati.

Bupati Batang Wihaji yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan bhakti sosial ini untuk mengetahui tumbuh kembang anak, yang kususunya untuk telinga dan mata, karena ini bagian dari perhatian Pemkab kedepan sebagai generasi masa depan Kabupaten Batang.“Kalau Kita tidak perhatikan dengan baik, generasi anak–anak kita akan berpengaruh dengan pembangunan Kabupaten Batang dan Bangsa Indonesia,” tutup Wihaji. (han/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

KSU Cerah Kembangkan Usaha Salon Motor

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID— Koperasi Serba Usaha (KSU) “Cerah” UM Magelang mengadakan rapat anggota tahunan (RAT) tahun buku 2017 pada akhir pekan lalu (24/3) di aula...

Puluhan Penyandang Risiko Sosial Terima Bantuan

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebanyak 86 penyandang risiko sosial memperoleh bantuan dari Pemkab Semarang. Kepala Dinas Sosial, Gunadi menjelaskan semua penerima bantuan tersebut termasuk kategori...

Jagalah Ikan Tak Sebatas Hobi

RADARSEMARANG.COM - PERATURAN Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 41 tahun 2014 tentang pelarangan pelepasan ikan berbahaya dan invasif ke sungai yang membahayakan ekosistem laut...

6 Bulan Dinilai Masih Kurang

SEMARANG - Nelayan di Jateng belum cukup lega dengan keputusan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jateng yang memperpanjang masa berlaku penggunaan alat tangkap cantrang...

Dilengkapi 2 Gardu Pandang Rp 3 Miliar

MAGELANG—Pemerintah Kota Magelang akan membangun dua gardu pandang senilai Rp 3 miliar pada tahun 2018 mendatang di Gunung Tidar. Pemkot akan menggunakan anggaran bantuan...

Dua Rival Tak Diakomodir dalam Kepengurusan Peradi

SEMARANG - Total ada 158 advokat yang duduk di kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang versi pimpinan pusat Fauzi Yusuf...