33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Lumayan, Curi Satu Poin

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SIDOARJO – PSIS akhirnya harus puas kembali meraih satu poin setelah bermain imbang 1-1 dalam matchday ke-3 ajang Liga 1 2018 versus Bhayangkara FC di Stadion Gelora Delta Sidoarjo kemarin (7/4).

Atas hasil tersebut, tim berjuluk Mahesa Jenar baru mengoleksi dua poin dari tiga laga mereka dan bertengger di peringkat ke-13 klasemen sementara. Sedangkan Bhayangkara FC bertengger di peringkat keempat dengan raihan 5 poin.

Coach Vincenzo Alberto Annese tidak banyak melakukan perubahan kompisisi sejak babak pertama. Satu-satunya perubahan adalah di lini tengah dimana pelatih asal Italia itu mempercayai Bayu Nugroho turun sebagai starter di pos second striker.

Bayu ditopang oleh kerja dua breaker yaitu duet Ibrahim Conteh dan Hapit Ibrahim. Sedangkan di flank, coach Vincenzo mempercayai Hari Nur dan Komarudin yang ditugasi memberikan support penuh untuk lone striker mereka, Bruno Silva.

Babak pertama tim Mahesa Jenar sebenarnya mampu mendikte permainan. Bahkan tuan rumah Bhayangkara United dipaksa bermain dengan tempo lambat karena Mahesa Jenar banyak menguasai ball possession.

Namun sayang di menit ke-42 Mahesa Jenar kecolongan. Bomber jangkung yang menjadi rekrutan terakhir Bhayangkara yaitu Nikola Komazec membawa tuan rumah unggul 1-0 melalui sundulan kepalanya. Kemenangan Bhayangkara 1-0 bertahan hingga turun minum.

Sadar tertinggal satu gol, PSIS mulai meningkatkan tempo permainan di babak kedua. Strategi counter attack masih dipertahankan coach Vincenzo. Bahkan pelatih berlisensi UEFA Pro itu menambah daya dobrak di sektor sayap dengan memasukkan Melcior Leideker Majefat dan mengistirahatkan Komarudin.

Gol perdana PSIS di musim ini akhirnya terjadi di menit ke-58. Kali ini melalui bomber Hari Nur Yulianto yang memanfaatkan umpat tendangan penjuru Bayu Nugroho. Heading pemain bernomor punggung 22 itu gagal dibendung kiper Bhayangkara, Awan Setho Raharjo.

Skor 1-1 membuat Bhayangkara FC kelimpungan. Head coach Simon McMenemy memasukkan Fauzal Mubaraq menggantikan Hargianto dan menurunkan bomber naturalisasi Herman Dzumafo Epandi.

Tim berjuluk The Guardian sebenarnya mendapatkan keunggulan jumlah pemain setelah bek kiri Mahesa Jenar, Frendi Saputra diusir wasit Yudi Nurcahya setelah mendapatkan kartu kuning kedua di menit ke-85. Namun skor imbang 1-1 akhirnya bertahan hingga laga usai.

Usai laga, Vincenzo Annese mengaku timnya sebenarnya berpeluang meraih poin penuh lawan Bhayangkara FC kemarin.”Hanya saja kami gagal memanfaatkan beberapa peluang. Tapi saya cukup bangga bisa menahan Bhayangkara FC,” katanya.

Vincenzo juga mengaku tidak terlalu khawatir dengan absennya Frendi Saputra di laga selanjutnya yaitu ketika menjamu PSMS Medan (15/4).”Saya tidak mempedulikan hal itu karena semua pemain siap untuk turun. Dan saya cukup puas dengan penampilan pemain karena sudah bisa mempraktekkan permainan yang saya inginkan meski kami baru bersama selama dua minggu,” pungkasnya.

Sementara bomber Hari Nur Yulianto mengaku cukup bangga bisa mencetak gol perdananya sekaligus gol perdana Mahesa Jenar di kompetisi kasta tertinggi.”Semoga gol pertama menjadi awal yang baik untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya,” bebernya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Maksimalkan Potensi Air Terjun

SURUH – Desa Dadapayam memiliki sejumlah potensi alam yang akan dikembangkan menjadi wisata. Potensi tersebut adalah  air terjun Gedad, dan air terjun Sabrangan. Potensi air...

Efek Mahalnya Tiket Pesawat bagi Klub Sepak Bola

Jangankan ke Batang yang ada di Jawa, ke dan dari Pekanbaru yang sama-sama di Sumatera pun, Persiraja Banda Aceh harus ke Kuala Lumpur dulu...

Tingkatkan Umur Bambu, Kaca dan Besi 3 Kali Lebih Lama

RADARSEMARANG.COM - Tiga mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menciptakan produk Sufoting 5 in 1 berbahan dasar limbah silica geothermal Dieng. Selain membuat berbagai material bertahan...

Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat Jateng

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi, meminta seluruh masyarakat memahami pentingnya Pancasila sebagai dasar kehidupan bernegara. Sehingga keutuhan NKRI tetap terjaga. Dan...

Rumah dan Gudang Terancam Longsor

WONOSOBO - Tebing seluas 10 x 15 meter yang berada di atas Sungai Kawung, Dukuh Mendolo, Kelurahan Bumireso longsor. Material longsoran hampir menimpa 1...

Mendidik dengan Baik

RADARSEMARANG.COM - Mahluk di dunia ini terbagi menjadi dua, yaitu mahluk hidup dan mahluk tidak hidup. Siswa adalah sebuah makhluk hidup yang karakternya tentu...