Kaderisasi Berpijak pada Pendidikan Kebangsaan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM – Menurut Abdurrahman, ada tiga ruh yang membangkitkan agenda kaderisasi Ansor di masa mendatang. Pertama, dengan mengambil spirit Nahdlatul Wathan, pendidikan dan pengkaderan Ansor selalu berorientasi pada pendidikan kebangsaan yang nasionalis, serta berpijak pada nilai-nilai ahlussunnah wal jama’ah.

“Atau dalam bahasa NU, nilai-nilai itu menjadi prinsip tawasssuth dan i’tidal (tengah-tengah), tasammuh (toleran), tawazzun (keseimbangan), dan amar ma’ruf nahi munkar,”katanya. Dengan demikian, dalam setiap pengkaderan, nilai-nilai moderatisme tersebut perlu ditanamkan dalam memperkokoh ke-Ansor-an, ke-NU-an dan ke-Indonesia-an. Menjadi Ansor seratus persen, sekaligus menjadi pemuda Indonesia seratus persen.

Selain itu, kata dia, yang  kedua adalah dengan mengambil spirit Tashwirul Afkar, Ansor terus bergerak dinamis melahirkan kader-kader pemikir, akademisi, dan intelektualitas. Itu menjadi modal pembangunan bangsa di tengah pertarungan teknologi global yang modern dan lintas teritorial, juga lintas ruang dan waktu. “Indonesia sangat membutuhkan para cendekiawan, saintis, juga ilmuwan yang brilian tetapi juga menghargai indegenous wisdom,” katanya. Dia menuturkan, munculnya saintis muda, ilmuwan muda, yang cerdas membumi dan hormat pada perjuangan para ulama sebagai pahlawan pendahulu sangat diharapkan.

Ketiga, dengan roh Nahdlatul Tujjar, Ansor harus mengawal agenda kebangkitan ekonomi yang berbasis kerakyatan. “Orientasi ekonomi yang liberal-kapitalistik yang selama ini dijadikan kiblat para penyelenggara negara, harus segera dihentikan. Sebab, ini bertentangan dengan cita cita NU dan para founding fathers NKRI,” kata dia. Menurutnya, Ansor adalah elemen terpenting dalam memikirkan kedaulatan pangan, krisis energi, dan nasib buruh, baik dalam dan luar negeri yang terus terdzalimi. Oleh karena itu, kata dia, hendaknya Ansor  dikembangkan menjadi ajang pengkaderan untuk mencetak pemimpin bangsa yang ideal dan Islami. Ansor untuk Ansor, Ansor untuk NU, dan Ansor untuk bangsa.

Dia berpendapat, Ansor cenderung bersifat seperti itu sebagai akibat pilihan posisinya sebagai salah satu agen pengkaderan pemimpin bangsa dari kalangan warga Nahdliyin. Dengan sistem kaderisasi yang bagus, maka Ansor akan mampu melakukan hal-hal yang baik dalam proses alih generasi. “Melihat kenyataan itu, Ansor mau tidak mau harus berani melakukan terobosan. Kode aturan dalam proses perekrutan kader harus dipertajam dan dibuat secara lebih terukur melalui jenjang sistem yang jelas,” katanya.

Hal ini bisa dilakukan asalkan setiap kader di Ansor juga siap untuk membenahi dirinya sendiri. Dia mengungkapkan, bila sistem pengaderan sudah bisa berjalan lebih optimal, maka citra dan posisi Ansor secara ideal akan bisa tercapai. Selain itu, ke depan kader Ansor mau tidak mau juga harus memperkuat basis intelektualnya. “Sebab, kemampuan intelektual juga menjadi prasyarat mutlak bagi seorang pemimpin bersamaan dengan faktor keterampilan dalam menggalang lobi dalam ranah berbangsa dan bernegara,” ujar dia. (wahib pribadi/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...

More Articles Like This

- Advertisement -