33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

TKW Asal Pabelan Meninggal di Arab

Keluarga Tunggu Kepulangan Jenazah

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Keluarga Purtiyem masih menunggu kedatangan jenazah Tenaga Kerja Wanita (TKW) warga Dusun Randusari Desa Glawan, Kecamatan Pabelan itu yang dikabarkan meninggal di Arab Saudi.

Pasalnya, sejak mendengar kabar bahwa Purtiyem telah meninggal di tanah Arab beberapa minggu yang lalu hingga kini jenazah belum juga sampai ke kampung halaman. Kebingungan pihak keluarga tersebut seperti yang disampaikan oleh Jumadi, 51, yang merupakan suami Purtiyem.

Dikatakan Jumadi, ia memperoleh kabar istrinya meninggal tersebut pada Selasa (3/4) pukul 13.30 WIB. Kabar tersebut di dengar dari rekan kerja istrinya sesama TKW di Arab. “Meninggalnya di rumah sakit, karena penyakit lambung setelah dirawat selama lima hari di sebuah rumah sakit di Arab Saudi,” tutur Jumadi, Jumat (6/5).

Sebelum kabar duka tersebut sampai ditelinganya, beberapa hari sebelumnya istrinya tersebut sempat menghubungi ia dan anak semata wayangnya, Mariyati, 24 melalui sambungan seluler.“Istri saya beberapa hari sebelumnya masih sempat telepon dan mengobrol dengan anak (Mariyati) cukup lama. Istri saya mengatakan akan segera pulang ke tanah air dan telah menyiapkan oleh-oleh untuk ketiga cucunya,” katanya.

Informasi yang ia terima, pada saat dirawat di rumah sakit tersebut Purtiyem mengalami keluhan sakit lambung hingga mengakibatkan kedua kakinya membengkak dan mengeluarkan cairan.

Keberangkatan Purtiyem menjadi TKW di Arab Saudi memang sudah lama. Dikatakan Jumadi, istrinya tersebut sudah menjadi TKW sejak 1996 silam. Keberangkatan Purtiyem melalui PJTKI Markoria Putra yang ternyata perusahaan tersebut kini sudah tutup.

Sejak berangkat ke Arab Saudi, Purtiyem rutin pulang ke kampung halaman dan berangkat lagi untuk bekerja. Kepulangan terakhirnya yaitu pada 2006 silam. Kabar meninggal Purtiyem tersebut juga disampaikan oleh pihak rumah sakit di Arab Saudi kepadanya melalui sambungan seluler.

Pihak keluarga berharap, pihak rumah sakit tempat Purtiyem dirawat segera memulangkan jenazahnya. “Karena kalau keluarga harus menanggung biaya pemulangan, kami tidak mampu,” ujar Jumadi.

Sekretaris Desa Glawan, Nur Kholis mengatakan pihaknya akan membantu pemulangan jenazah Purtiyem ke tanah air. “Kita masih mempersiapkan berkas persyaratan untuk kelengkapan pemulangan jenazah yang bersangkutan,” ujar Nur Kholis.

Sejumlah berkas tersebut harus mengetahui Kepala Desa Glawan dan Camat Pabelan. Atas kondisi tersebut ia juga turut prihatin. “Sejumlah berkas telah ditandatangani Kepala Desa Glawan dan Camat Pabelan,” katanya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Semar Jadi Maskot Pilgub Jateng 2018

SEMARANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng memilih sosok dunia pewayangan sebagai maskot Pilgub 2018 mendatang. Yaitu pentolan Punakawan, Semar. Maskot tersebut rencananya akan...

Jepang Minati Tenaga Kesehatan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Permintaan tenaga kesehatan baik di bidang keperawatan dan farmasi di Indonesia cukup tinggi. Bahkan, permintaan di Jepang juga sangat tinggi namun...

Libur Panjang Penjualan Elektronik Meningkat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Libur panjang Lebaran, berdampak baik dalam peningkatan penjualan produk elektronik. Karena itulah, sebagai apresiasi kepada pelanggan, Global Elektronik akan menggelar Midnight Sale pada...

Lebih Dekat dengan Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Chapter Jateng

Kementerian Pariwisata membentuk Komunitas Generasi Pesona Indonesia (Genpi) di tujuh daerah, termasuk Jateng. Komunitas ini beranggotakan para pelancong yang suka mengunggah foto atau video...

Kota Semarang Kekurangan Guru

KEPALA Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, mengatakan, pihaknya hanya menangani permasalahan khusus di sekolah negeri. Untuk sekolah swasta, bukan kewenangan Dinas Pendidikan, melainkan menjadi...

Kapolres Pimpin Pembersihan Tanah Longsor

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Sejumlah anggota Sat Sabhara Polres Wonosobo bersama anggota Polsek Garung, Banser dan masyarakat membersihkan jalan akibat tanah longsor di sepanjang Desa...