33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

PTUN Kabulkan Gugatan Lina

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Perjuangan Lina Hidayati untuk menduduki jabatan Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu akhirnya terijabah. Pasalnya, gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang dikabulkan. Terbukti, putusan majelis hakim memerintahkan kepada Termohon dalam hal ini Kepala Desa Kumpulrejo untuk mengangkat dan melantik Lina sebagai perangkat desa dengan jabatan Kasi Pemerintahan yang sah.

Dalam kasus ini, Lina merupakan salah satu peserta tes seleksi perangkat desa masal yang digelar pertangahan Desember 2017. Dalam tes tersebut, Lina memperoleh nilai tertinggi. Padahal sesuai Peraturan Bupati (Perbup), sedianya calon perangkat desa yang memperoleh nilai tertinggi dilantik.

Tapi Kepala Desa Kumpulrejo, Agus Mumpuni enggan melantik dengan alasan adanya gugatan dari salah seorang peserta yang memperoleh peringkat dua. Karena merasa ada ketidakadilan, akhirnya Lina mengajukan gugatan ke PTUN.

“Gugatan kami dikabulkan. Bahkan, dalam amar putusan menyebutkan jika kepala desa wajib melantik klien kami Lina Hidayati selambat-lambatnya lima hari setelah putusan ini dibacakan,” kata Kuasa Hukum Lina, Bangkit Mahanantiyo.

Atas putusan PTUN ini, menurutnya, Kades Agus harus tunduk dan menjalankan putusan. Sebab keputusan ini, diakuinya, sudah bersifat final dan mengikat. “Aturannya jelas yakni Pasal 26 ayat 2 Undang-undang (UU) nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, Junto Pasal 4 ayat 1 Permendagri nomor 83 tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa,” tuturnya.

Dikatakannya, jika tindakan Kepala Desa Kumpulrejo yang tidak melantik dan mengangkat kliennya adalah tindakan yang salah dan tidak berdasar hukum. “Maka kami meminta agar Kades Kumpulrejo meminta maaf kepada klien kami, karena telah merugikan klien kami yang sedianya saat ini sudah menduduki jabatan yang menjadi haknya,” jelasnya.

Jika Kades tidak kooperatif dalam menjalankan putusan ini, pihaknya akan menempuh upaya hukum baik secara perdata, pidana maupun administratif. “Ini menjadi pelajaran atas kasus lain. Sebab, selain kami, ada juga perangkat desa lain yang dirugikan karena tidak dilantik,” tambahnya.

Sementara Lina Hidayati mengaku senang, akhirnya perjuangannya untuk mendapatkan haknya sebagai perangkat desa selama tiga bulan terakhir menuai kemenangan. “Harapan saya bisa segera dilantik sebagai Kasi Pemerintahan Desa Kumpulrejo,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Agus Mumpuni mengatakan jika pihaknya siap menjalankan perintah pengadilan, untuk melantik Lina sebagai Kasi Pemerintahan. Namun saat ini pihaknya masih menungu salinan putusan dari PTUN Semarang. “Kami warga yang taat hukum, pasti kami lantik,” tandasnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Cara Unik AKP Marino Memberantas Penambangan Liar

Menjadi penegak hukum di wilayah Kecamatan Kertek harus siap bekerja ekstra keras. Wilayah ini dikenal sebagai tempat yang banyak dengan aktivitas penambangan liar galian...

Terus Genjot Pevoli PPLOP

SEMARANG – Atlet  Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jateng cabang olahraga voli akan turun pada even non PPLOP. Mereka kembali ke daerah...

Jam Dalam Kardus Dikira Bom

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebuah kardus tanpa pemilik yang tergeletak di Jalan Jeruk Raya Kampung Sanden, Kelurahan Kramat Selatan, Magelang Utara menggegerkan warga, Rabu (18/7)...

Tesla Sepeninggal Wajahnya

Oleh: Dahlan Iskan ”This is incorrect.” Tiga kata saja. Itulah isi twitter Elon Musk. Kamis lalu. Menanggapi berita di koran Inggris, Financial Times.Isi berita itu: Elon...

WNA Korban Lakalantas Berhak Dapat Santunan

RADARSEMARANG.COM, 

SEMARANG - Warga Negara Asing (WNA) yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Indonesia ternyata juga bisa mendapat santunan dari Jasa Raharja. Terbukti, seorang...

30 PNS Ikuti Diklatpim

DEMAK- Peningkatan sumber daya manusia (SDM) bagi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Demak  mutlak diperlukan. Hal ini disampaikan Wabup Joko Sutanto disela membuka...