33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Hanya di Jateng, Petani dapat Pupuk 100 Persen RDKK

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk meminta tambahan pupuk bersubsidi ke Kementerian Pertanian membuahkan hasil. Petani di Jawa Tengah kini mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai kebutuhannya, tanpa batasan kuota.

Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam (ISDA) Setda Provinsi Jateng, Peni Rahayu, mengatakan, Kementerian Pertanian sudah memberi izin untuk Jateng menerapkan distribusi pupuk bersubsidi 100 persen RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).

Dengan juklak itu, petugas input data kartu tani harus bekerja lembur beberapa hari terakhir. Per 5 April data dalam kartu tani setiap petani sudah berubah. “Keluar di data petani bukan lagi alokasi tapi sesuai RDKK, silakan yang sudah punya kartu dicek lagi,” katanya, Jumat (6/4) di Semarang.

Peni menggaransi stok pupuk di pengecer cukup untuk satu tahun, baik masa tanam I, II, dan III. Jika ada yang kurang maka akan ada penambahan stok pada bulan Juni.

Menurutnya, kartu tani tak perlu menjadi polemik karena justru menjamin hak petani mendapatkan pupuk bersubsidi. Namun, dalam penerapannya, petani perlu membiasakan dengan sistem baru.

Untuk itu, ia menggarisbawahi tiga hal. Pertama, untuk petani yang sudah mendapat kartu tani bisa membeli dengan tunai dan mendapatkan pupuk 100 persen RDKK. Kedua, petani yang belum mendapatkan kartu tani namun sudah masuk kelompok tani dan memiliki data RDKK, bisa membeli dengan hanya menunjukkan KTP.

Ketiga, petani yang belum masuk kelompok tani diminta segera mendaftar agar dapat mengusulkan RDKK. Tanpa masuk kelompok, petani tak bisa mengusulkan RDKK dan otomatis tak bisa membeli pupuk bersubsidi.

“Yang belum masuk RDKK didata lagi, mau petani pemilik lahan, sewa atau lahan Perhutani bisa masuk semua. Penyuluh diberi waktu sampai 10 April untuk masukkan RDKK tambahan,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Yuni Astuti, menambahkan, sebelumnya pupuk menjadi terkesan susah didapatkan karena alokasi dari pusat sangat kurang.  Urea hanya mendapat alokasi 92,8 persen dari RDKK, SP-36 48,48 persen, ZA 69,52 persen, NPK 48,51 persen, dan organik 24,66 persen. “Maka kita matur ke dirjen minta untuk Jateng dapat 100 persen RDKK, 2 April dijawab diperbolehkan,” ujarnya.

Pekerjaan rumah selanjutnya adalah memastikan stok di pengecer cukup. Pihaknya membuat sistem manajemen kontrol dan monitoring pupuk subsidi. Begitu ada kekurangan, pengecer segera melapor untuk mendapatkan tambahan dari pabrikan. Sedangkan untuk kendala di lapangan seperti jaringan online untuk EDC yang bermasalah juga sudah diatasai dengan back up sistem manual. “Setiap pengecer punya buku data RDKK, jadi pencatatan bisa dilakukan lewat situ,” katanya. (amh/kom/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Beri Motivasi Agar Percaya Diri Hadapi Unas

KENDAL—Tidak sedikit siswa yang menjadikan Ujian Nasional (Unas) sebagai momok. Sebagai bekal siswa agar percaya diri dalam menghadapi Unas, SMP NU 06 Kedungsuren, Kaliwungu...

Ajak Manusia Melestarikan Bumi

MUNGKID-- Desa Wanurejo Kecamatan Borobudur kembali menggelar gelar budaya untuk memeringati HUT ke-217. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk kirab di sekitar komplek Candi Borobudur...

Dorong Peran Dewan Kehormatan Guru

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Banyaknya kasus kriminalisasi terhadap guru beberapa tahun terakhir cukup mencengangkan. Padahal profesi guru adalah profesi yang mulia yakni mencerdaskan anak bangsa. Dekan...

Ribuan Warga Blokir Jalan

MUNGKID—Kerusakan lingkungan akibat penambangan liar, membuat warga Desa Sumokaton, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, kehabisan kesabaran. Kemarin, ribuan warga turun ke jalan, memblokir jalan untuk...

Hendi Terima Penghargaan Internasional

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi kembali mendapat penghargaan bertaraf internasional pada gelaran SIP Planning Awards, di Singapura, Kamis (21/9). Bertempat di The...

Rangsang Partisipasi Masyarakat Pemkot Bagi-Bagi Penghargaan

KOTA Semarang berjalan di atas empat roda yang harus berjalan beriringan yaitu pemerintah, pengusaha, pewarta dan penduduk. Kesemuanya harus mengedepankan kebersamaan untuk mewujudkan Semarang...