33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Diikuti 350 Atlet Wilayah Jateng – DIY

Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis Tidar Cup XIX 2018

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 350 atlet dari 22 klub bulutangkis berkompetisi dalam turnamen bertitel Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis Tidar Cup XIX 2018 yang diselenggarakan oleh Pengurus tingkat kota (Pengkot) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Magelang di GOR Djarum Magelang, Jalan Beringin VI/78, Magelang, Jawa Tengah. Kejurkot akan memainkan 400 pertandingan dari 22 kelas yang dipertandingkan selama 6-8 April 2018.

Ketua PBSI Kota Magelang, Kukuh Santosa, menuturkan bahwa Kejurkot ke-XIX kali ini diikuti beberapa klub pendatang baru. Selain itu, juga pemain luar daerah dari berbagai wilayah di Jateng dan DIY yang khusus diundang untuk ikut tampil.

“Tercatat ada 4 klub baru yang ikut yaitu Lokomotif Gunung Kidul, Tangkis Sukoharjo, Sadewo Junior Purworejo, dan Wiratama Magelang. Untuk klub terakhir yaitu Wiratama, kami berikan remisi hukuman agar bisa mengikuti kejuaraan kali ini setelah sebelumnya dibekukan,” tutur Kukuh.

Kukuh menuturkan, dengan bertambahnya klub yang ikut maka Kejurkot akan berjalan cukup ketat dan memunculkan unggulan baru. Meski demikian, Kukuh berharap dominasi klub tuan rumah tetap mampu menguasai kejuaraan.

“Tahun sebelumnya, atlet tuan rumah mampu tampil perkasa dan menyabet juara. Namun tampaknya kejuaraan kali ini cukup ketat. Terlebih kami menyiapkan hadiah total senilai Rp. 20 juta,” papar Kukuh.

Terlebih menurut Kukuh, beberapa atlet unggulan yang sebelumnya turun di kelas-kelas yang membawanya menjadi juara, kini harus naik tingkat ke kelas sesuai usianya. Kukuh menjelaskan, dari ratusan pemain yang bertanding, sebagian besar merupakan pebulutangkis dari klub–klub Perkumpulan Bulutangkis (PB). Selain atas nama klub, menurut Kukuh, atlet juga turun mengatasnamakan sekolah. “Tidak hanya kelas SD, kami juga ada kelas SMP, Taruna dan Ganda Campuran remaja. Untuk tahun ini, kelas dewasa tidak kami hadirkan,” tutur Kukuh.

Kukuh menerangkan, pertandingan yang akan menarik dan memunculkan atlet-atlet baru ada di beberapa kelas kategori Utama, yaitu tunggal usia dini dasar putra/putri, usia dini tunggal putra/putri dan ganda putra, tunggal dan ganda usia anak – anak putra/putri, tunggal dan ganda usia pemula putra/putri, usia remaja tunggal putra/putri dan ganda putra.

Kukuh menjelaskan, pelaksanaan Kejurkot merupakan penyelenggaraan wajib dari PBSI Kota Magelang untuk mencari bibit atlet bulutangkis muda. “Kejurkot juga sebagai upaya untuk persiapan menghadapi Kejurprov. Untuk itu, kami minta para atlet untuk serius bertanding dan semangat meraih menjadi juara,” pungkas Kukuh. (had/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

PKK Kota Semarang Masuk Nominasi Tiga Besar

TIGA kelurahan menjadi wakil PKK Kota Semarang dalam penilaian lomba Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK tingkat Provinsi Jawa Tengah 2017. Penilaian meliputi kategori tertib...

Siapkan Rusunawa di Wates

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Komisi C DPRD Kota Magelang mendukung langkah pemkot yang berencana merealisasikan satu rumah susun sewa (Rusunawa) lagi di daerah Wates, Magelang...

Kemasi Paket Sabu, Oknum Polisi Dibekuk

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Institusi Polri kembali tercoreng. Seorang oknum anggota Unit Reserse Kriminal (Reskrim) salah satu Polsek di jajaran Polres Kendal dibekuk lantaran terlibat peredaran narkoba...

Latih Siswa Berdemokrasi

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - SMK Citra Medika Kota Magelang melangsungkan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) 2018, Sabtu (13/1). Para siswa menggunakan hak pilihnya layaknya pemilihan umum....

Pelayanan BPKB Berbasis Teknologi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kepolisian Daerah (Polda) Jateng terus melakukan terobosan untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Terbaru, Polda Jateng membangun gedung baru di Jalan Lampersari Raya,...

Harus Lewati Final Berat

SEMARANG -  Pebulutangkis unggulan kedua asal PB USM Jaya, Ridhwan dipaksa main di rubber game setelah Hilbram Putra Al Maulana, pemain PB Tugumuda Semarang...