33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Diikuti 350 Atlet Wilayah Jateng – DIY

Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis Tidar Cup XIX 2018

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 350 atlet dari 22 klub bulutangkis berkompetisi dalam turnamen bertitel Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis Tidar Cup XIX 2018 yang diselenggarakan oleh Pengurus tingkat kota (Pengkot) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Magelang di GOR Djarum Magelang, Jalan Beringin VI/78, Magelang, Jawa Tengah. Kejurkot akan memainkan 400 pertandingan dari 22 kelas yang dipertandingkan selama 6-8 April 2018.

Ketua PBSI Kota Magelang, Kukuh Santosa, menuturkan bahwa Kejurkot ke-XIX kali ini diikuti beberapa klub pendatang baru. Selain itu, juga pemain luar daerah dari berbagai wilayah di Jateng dan DIY yang khusus diundang untuk ikut tampil.

“Tercatat ada 4 klub baru yang ikut yaitu Lokomotif Gunung Kidul, Tangkis Sukoharjo, Sadewo Junior Purworejo, dan Wiratama Magelang. Untuk klub terakhir yaitu Wiratama, kami berikan remisi hukuman agar bisa mengikuti kejuaraan kali ini setelah sebelumnya dibekukan,” tutur Kukuh.

Kukuh menuturkan, dengan bertambahnya klub yang ikut maka Kejurkot akan berjalan cukup ketat dan memunculkan unggulan baru. Meski demikian, Kukuh berharap dominasi klub tuan rumah tetap mampu menguasai kejuaraan.

“Tahun sebelumnya, atlet tuan rumah mampu tampil perkasa dan menyabet juara. Namun tampaknya kejuaraan kali ini cukup ketat. Terlebih kami menyiapkan hadiah total senilai Rp. 20 juta,” papar Kukuh.

Terlebih menurut Kukuh, beberapa atlet unggulan yang sebelumnya turun di kelas-kelas yang membawanya menjadi juara, kini harus naik tingkat ke kelas sesuai usianya. Kukuh menjelaskan, dari ratusan pemain yang bertanding, sebagian besar merupakan pebulutangkis dari klub–klub Perkumpulan Bulutangkis (PB). Selain atas nama klub, menurut Kukuh, atlet juga turun mengatasnamakan sekolah. “Tidak hanya kelas SD, kami juga ada kelas SMP, Taruna dan Ganda Campuran remaja. Untuk tahun ini, kelas dewasa tidak kami hadirkan,” tutur Kukuh.

Kukuh menerangkan, pertandingan yang akan menarik dan memunculkan atlet-atlet baru ada di beberapa kelas kategori Utama, yaitu tunggal usia dini dasar putra/putri, usia dini tunggal putra/putri dan ganda putra, tunggal dan ganda usia anak – anak putra/putri, tunggal dan ganda usia pemula putra/putri, usia remaja tunggal putra/putri dan ganda putra.

Kukuh menjelaskan, pelaksanaan Kejurkot merupakan penyelenggaraan wajib dari PBSI Kota Magelang untuk mencari bibit atlet bulutangkis muda. “Kejurkot juga sebagai upaya untuk persiapan menghadapi Kejurprov. Untuk itu, kami minta para atlet untuk serius bertanding dan semangat meraih menjadi juara,” pungkas Kukuh. (had/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

Penyelesaian Masalah Orang Tua dan Anak yang Saling Menguntungkan (Win Win Solution)

RADARSEMARANG.COM - Setiap orang dan bidang pekerjaan pasti ada masalah, bahkan ada yang mengatakan setiap langkah kehidupan ada masalah. Tapi bagaimana setiap orang itu...

Doakan Lulus 100 Persen

SALATIGA - Pj Wali Kota Salatiga Achmad Rofai turut berdoa agar proses ujian nasional (unas) tingkat SD berjalan lancar dan nantinya siswa bisa lulus...

Waspadai Baiat Teroris lewat Online

SEMARANG - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mewaspadai penyebaran paham radikalisme melalui media sosial (medsos) maupun permasalahan radikalisme yang bisa saja terjadi di dalam...

Jalur Pantura Demak Bahayakan Pengendara

DEMAK-   Jalan raya Pantura Demak-Kudus kondisinya memprihatinkan. Banyak lubang menganga sehingga sangat membahayakan bagi pengendara baik sepeda motor maupun mobil. Pengendara rawan kecelakaan lalu...

Penanganan Banjir Rob Masih minim

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Penanganan banjir rob di Pekalongan masih minim. Terhitung sudah tujuh tahun bencana banjir rob belum bisa teratasi secara tuntas. Sejumlah program...

Pemkot Siapkan Raperda Keterbukaan Informasi Publik

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Pemkot Magelang mulai membahas rencana Peraturan Daerah (Perda) yang akan dibuat untuk mengatur tentang data dan keterbukaan informasi publik. Perda tersebut...