32 C
Semarang
Kamis, 24 Juni 2021

Indahnya Berbagi Melalui Tulisan

RADARSEMARANG.COM – TERNYATA menulis di media massa bagi seorang guru, memiliki nilai ganda. Selain berefek positif mendapatkan nilai poin untuk keperluan kenaikan pangkat, menulis juga dapat menggiring opini masyarakat. Hal ini sesuai pendapat Rahmat Petuguran, dosen Unnes yang menjadi narasumber pada kegiatan workshop di SMA Taruna Nusantara Magelang, baru-baru ini.

Menurut Rahmat, motivasi seseorang mau menulis artikel di media massa, antara lain, juga agar dapat uang (royalti), popularitas/reputasi (jeneng), perkawanan yang luas, pengaruh, juga dapat bernilai ibadah kepada Tuhan.

Lebih dari itu, menulis merupakan seni dalam menyampaikan gagasan atau pendapat. Atau, bahkan saran masukan dan bisa juga rekomendasi atas suatu sikap atau tindakan yang perlu dilakukan terhadap seseorang atau kelompok orang ataupun keadaan. Selain itu, menulis juga merupakan keterampilan menyusun ide-ide cemerlang untuk melakukan sebuah perubahan sturuktur masyarakat sekalipun.

Bukan hanya itu, menulis juga merupakan keterampilan menyampaikan sebuah keputusan yang diambil dalam menghadapi sebuah peristiwa atau permasalahan sekalipun.

Alquran merupakan kitab suci umat Islam yang berisi firman-firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, dengan perantaraan malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan sebagai petunjuk atau pedoman hidup bagi umat manusia. Sedangkan al-hadits adalah sabda, perbuatan atau ketetapan Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan/diceritakan oleh sahabat untuk menjelaskan dan menetapkan hukum Islam.

Begitu besar peranan media berupa tulisan dalam penyebaran ajaran Islam. Kitab-kitab klasik (Kitab Kuning) hingga buku mata pelajaran—bahkan koran sekalipun—merupakan hasil buah tangan ataupun goresan pena para penulis ratusan tahun yang lalu, hingga kini masih dapat kita ambil manfaatnya.

Imam Syafi’i adalah seorang ulama pada abad ke-8 M, buah karya penanya hingga kini masih up to date dan madzhabnya dianut oleh mayoritas umat Islam di Indonesia. Pun, para ulama lain dan ilmuan lainnya. Ibnu Sina, ilmuan muslim yang hidup pada abad 10 M, buku karangannya al-Qanun fi al-Thib adalah buku prinsip-prinsip ilmu kedokteran yang dijadikan sebagai buku induk kedokteran di Barat. Al Khawarizmi meninggal 850 M adalah bapak Matematika, hingga kini ilmunya masih dipelajari manusia di belahan dunia.

Beberapa ulama Indonesia kelas dunia, semisal Syekh Mahfudh al-Turmusy (1868 – 1920) imam dan mengajar di Masjidil Haram Makkah, dengan banyak karya yang ditinggalkan. Syekh Sholeh Darat Semarang (1830-1903) adalah Mahaguru para Ulama Nusantara dari Semarang, beliau adalah guru Syekh K.H. Hasyim Asy’ari (pendiri NU dan K.H. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) dan RA Kartini.

Semua ulama dan para cendekiawan atau ilmuan, selain mereka berdakwah secara lisan, mereka juga dapat menyebarluaskan ilmunya melalui tulisan. Dengan tulisan, menjadikan ilmu Allah tersebar ke seluruh penjuru dunia. Betapa besar pahala mereka di sisi Allah SWT.

Piagam Madinah adalah merupakan teks penyataan sikap dari sebuah keputusan yang diambil dalam menghadapi permasalahan mengahadapi orang Yahudi. Teks Proklamasi adalah penyataan sebuah sikap bangsa dan negara dalam menghadapi permasalahan dengan penjajah. Teks sumpah janji setia adalah sebuah pernyataan sikap dalam sebagai aparatur negara yang senantiasa loyal terhadap aturan negara.

Banyak hal yang dapat kita tulis dalam bentuk artikel. Mulai dari laporan peristiwa, opini, maupun cerita rakyat. Atau, bahkan segala hal dapat ditumpahkan ke dalam bentuk tulisan yang teratur. Jelasnya, banyak sekali manafaat yang dapat kita peroleh dari menulis artikel. Semakin kita banyak menulis, maka semakin terasa, bahwa semakin banyak ilmu yang belum kita tulis. Ilmu Allah bagaikan air lautan yang sangat luas. Sementara ilmu yang diajarkan kepada manusia baru sedikit. Firman Allah yang artinya “ Katakanlah: “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).(Q.S. al Kahfi/18:109).

Selain itu, menulis merupakan upaya melestarikan ilmu-ilmu Allah yang bermanfaat bagi generasi yang akan datang merupakan amal saleh. Nabi Muhammad bersabda yang artinya:” Jika telah meninggal anak Adam, maka putuslah amalnya kecuali tiga perkara yaitu shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakan kedua orang tuanya” (al-Hadits).

Bahkan, penulis yang menyebarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat banyak termasuk ke dalam komunitas manusia yang terbaik (Khairun Nas Anfa’uhum Lin-Naas). Artinya: “sebaik-baik manusia adalah orang yang banyak memberi manfaat pada orang lain”. Lebih dari itu ada sebuah hadits yang sangat populer dapat mendasari kita untuk menulis sesuatu dan dishare kepada oorang lain yaitu sabda Nabi Muhammad saw.yang berbunyi:” Ballighuu ‘Anny walau Aayatan” (sampaikan dariku walau satu ayat). (*/isk)

Guru Pendidikan Agama Islam SMKN1 Salam, Ketua MGMP PAI SMK Kabupaten Magelang dan Anggota Bagian Litbang MGMP PAI Provinsi Jateng

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here