31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

TKW Asal Pabelan Meninggal di Arab

Keluarga Tunggu Kepulangan Jenazah

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Keluarga Purtiyem masih menunggu kedatangan jenazah Tenaga Kerja Wanita (TKW) warga Dusun Randusari Desa Glawan, Kecamatan Pabelan itu yang dikabarkan meninggal di Arab Saudi.

Pasalnya, sejak mendengar kabar bahwa Purtiyem telah meninggal di tanah Arab beberapa minggu yang lalu hingga kini jenazah belum juga sampai ke kampung halaman. Kebingungan pihak keluarga tersebut seperti yang disampaikan oleh Jumadi, 51, yang merupakan suami Purtiyem.

Dikatakan Jumadi, ia memperoleh kabar istrinya meninggal tersebut pada Selasa (3/4) pukul 13.30 WIB. Kabar tersebut di dengar dari rekan kerja istrinya sesama TKW di Arab. “Meninggalnya di rumah sakit, karena penyakit lambung setelah dirawat selama lima hari di sebuah rumah sakit di Arab Saudi,” tutur Jumadi, Jumat (6/5).

Sebelum kabar duka tersebut sampai ditelinganya, beberapa hari sebelumnya istrinya tersebut sempat menghubungi ia dan anak semata wayangnya, Mariyati, 24 melalui sambungan seluler.“Istri saya beberapa hari sebelumnya masih sempat telepon dan mengobrol dengan anak (Mariyati) cukup lama. Istri saya mengatakan akan segera pulang ke tanah air dan telah menyiapkan oleh-oleh untuk ketiga cucunya,” katanya.

Informasi yang ia terima, pada saat dirawat di rumah sakit tersebut Purtiyem mengalami keluhan sakit lambung hingga mengakibatkan kedua kakinya membengkak dan mengeluarkan cairan.

Keberangkatan Purtiyem menjadi TKW di Arab Saudi memang sudah lama. Dikatakan Jumadi, istrinya tersebut sudah menjadi TKW sejak 1996 silam. Keberangkatan Purtiyem melalui PJTKI Markoria Putra yang ternyata perusahaan tersebut kini sudah tutup.

Sejak berangkat ke Arab Saudi, Purtiyem rutin pulang ke kampung halaman dan berangkat lagi untuk bekerja. Kepulangan terakhirnya yaitu pada 2006 silam. Kabar meninggal Purtiyem tersebut juga disampaikan oleh pihak rumah sakit di Arab Saudi kepadanya melalui sambungan seluler.

Pihak keluarga berharap, pihak rumah sakit tempat Purtiyem dirawat segera memulangkan jenazahnya. “Karena kalau keluarga harus menanggung biaya pemulangan, kami tidak mampu,” ujar Jumadi.

Sekretaris Desa Glawan, Nur Kholis mengatakan pihaknya akan membantu pemulangan jenazah Purtiyem ke tanah air. “Kita masih mempersiapkan berkas persyaratan untuk kelengkapan pemulangan jenazah yang bersangkutan,” ujar Nur Kholis.

Sejumlah berkas tersebut harus mengetahui Kepala Desa Glawan dan Camat Pabelan. Atas kondisi tersebut ia juga turut prihatin. “Sejumlah berkas telah ditandatangani Kepala Desa Glawan dan Camat Pabelan,” katanya. (ewb/bas)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here