33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Dukung Santri Kembangkan Wirausaha

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, REMBANG – Santri menyimpan banyak potensi. Salah satunya menggeluti wirausaha. Contohnya kalangan santri di Rembang yang mampu menghasilkan industri kerudung beromset miliaran rupiah. Pelanggannya berderet-deret hingga seluruh Indonesia.

Elfa Collection adalah salah satu workshop yang berhasil mengkonsolidasi kekuatan ekonomi kreatif para santri. Toko yang berada di Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang ini mengumpulkan kerudung buatan ibu-ibu sekitarnya untuk dijual ke luar daerah.

Pembelinya selain dari Rembang sendiri juga dari luar kota, bahkan luar pulau. “Surabaya, NTT, Makassar, banyak,” kata Yoyok Widodo, pemilik Affa, menerangkan pada Ganjar Pranowo yang mengunjungi tempat usahanya Kamis (5/4).

Workshop ini berada di lingkungan Pondok Pesantren As Suniyyah. Sejak berdiri 2005, Elfa berhasil meningkatkan penjualannya secara pesat. “Sekarang per bulan sudah sampai satu miliar omzetnya, kalau sepi ya 600 an juta,” terang Widodo. Tak jauh dari Elfa, ada Affa Collection. Yang ini lebih ke bordir. Baik untuk kerudung maupun badge, tas, kaos dan sebagainya.

Menurut Ganjar, bisnis kerudung dan bordir cerdas menangkap peluang karena keberadaannnya di sekitar pondok. Mereka mengerti apa produk yang bisa dikembangkan di sekitar pesantren. Mereka menumbuhkan ekonomi kerakyatan.

Ketika usaha sudah kuat seperti Alfa dan Affa, pemerintah tidak perlu intervensi terlalu banyak. Dukungan pemerintah hanya diperlukan misalnya dalam hal akses permodalan dan pelatihan pengembangan usaha.

Usaha berbasis pesantren menurut Ganjar selaras dengan program ekotren yang akan digulirkan pasangan Ganjar-Yasin. Selain fashion, pasangan ini membidik sentra perkulakan sembako. “Kita bikin sentra perkulakan dengan sumber daya yang banyak dari lokal dengan titiknya di pondok,” terangnya.

Selain sebagai penguat kemandirian pesantren, usaha tersebut juga efektif sebagai sarana dakwah karena interaksi yang kental dengan masyarakat umum. Secara khusus dakwah juga bisa disusupkan melalui produk kaos dengan desain sablon modern.

“Kita lihat tadi kaos yang desainnya modern tapi nuansa Islamnya dari tradisi pondok. Maka dakwahnya bisa masuk di kalangan milenial. Misal kaos desain Spiderman yang ternyata dibuat santri ini,” jelasnya. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pendaftaran Anggota PPL Diperpanjang

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Akibat minimnya pelamar, pendaftaran Panitia Pengawas Lapangan (PPL) tingkat kelurahan di kota Salatiga diundur. Diharapkan, pelamar bisa bertambah dalam jumlah yang...

Surat Suara Sudah Siap

SALATIGA - Surat suara yang akan digunakan untuk Pilwalkot Salatiga sudah siap. Dari hasil pengecekan langsung ke percetakan yang dilakukan KPU dan Panwaslu, semuanya...

716 Pebulutangkis Ambil Bagian

SEMARANG - Penyelenggaraan kejuaraan Djarum Foundation Kejuaraan Bulu tangkis USM Walikota Cup Open Ke-44 Kota Semarang mendapat sambutan antusias dari pebulutangkis. Tercatat ada 716...

Bersihkan Sampah

RADARSEMARANG.COM - Hujan deras yang mengguyur kota Salatiga tidak menghalangi petugas kebersihan untuk menyapu sampah yang berserakan di Jalan Lingkar Salatiga (JLS), Minggu (7/1)...

Pentingya K3 Dalam Standar Akreditasi RS

SEMARANG- Mewujudkan masyarakat sehat itu menjadi tanggung jawab bersama, bukan perorangan. Hal tersebut diungkapkan Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes RI Kartini Rustandi, dalam...

Pulang Kampung

Oleh: Dahlan Iskan Saya pulang kampung Kamis lalu. Mampir. Ke dukuh Kebondalem. Desa Tegalarum. 16 km dari Magetan. Tidak ada rumah kami lagi di situ. Rumah...