33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Transaksi Narkoba dengan Bitcoin Sulit Terdeteksi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Transaksi ekstasi dengan pembayaran menggunakan Bitcoin atau uang virtual dinilai sulit terdeteksi. Ini seperti yang dilakukan Candrika Pratama alias CPI, 22, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan semester 8 Undip yang ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Senin (26/3) lalu. Dalam kasus itu, tersangka memesan 9 butir ekstasi jenis MDMA dari Belanda lewat dark web seharga Rp 800 ribu.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru, menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi petugas Bea Cukai Tanjung Emas Semarang tentang adanya paket mencurigakan dari Belanda melalui jasa kiriman Kantor Pos pada 12 Maret 2018 lalu. Selanjutnya, tim bidang pemberantasan melakukan controlled delivery terhadap paket tersebut, dan melakukan pengawasan melekat kurang lebih selama 15 hari.

“Awalnya ada kiriman paket mencurigakan dari Belanda yang tujuannya ke Semarang melalui Kantor Pos. Alamat pengirim dan penerima tidak tertera jelas,” katanya saat gelar perkara, Rabu (4/4).

Setelah dilakukan pengawasan, paketan tersebut diambil oleh CPI, dan kemudian yang bersangkutan dibuntuti petugas Bidang Pemberantasan BNNP Jateng. Rupanya CPI berhenti di sebuah warung angkringan di Jalan Tirto Usodo Timur, Kelurahan Pedalangan, Banyumanik, Senin (26/3) sekitar pukul 21.30.

Nah, pada saat akan meninggalkan warung dengan mengendarai motor, CPI kami tangkap. Dari hasil penggeledahan, diamankan tas yang di dalamnya terdapat amplop berisi 9 butir pil ekstasi jenis MDMA warna hijau dan ada logo tiga berlian,” bebernya.

Dari hasil pemeriksaan, pil ekstasi itu kiriman dari Belanda yang dipesan tersangka lewat internet. Untuk pembayarannya menggunakan Bitcoin atau uang virtual. Sebelumnya, sekitar Desember 2017, tersangka CPI juga pernah bertransaksi dengan cara yang sama.

“Tersangka CPI memesan melalui dark web seharga Rp 800 ribu. Metode pembayaran menggunakan Bitcoin. Ini modus baru, ternyata uang elektronik ini memudahkan bertransaksi, memesan barang dari luar negeri, termasuk barang haram seperti narkotika,” katanya.

Agus mengakui, pengawasan transaksi menggunakan Bitcoin ini sulit dilacak. Namun, pihaknya akan terus melakukan upaya, termasuk mempersulit ruang gerak masuknya narkotika ke Indonesia. “Namun sekali lagi kami telah bekerjasama dengan Kantor Bea Cukai Semarang untuk melakukan pengawasan terhadap pengiriman barang,” tegasnya.

Pihaknya merasa prihatin dengan kasus ini. Meski jumlah barang bukti tidak banyak, namun kasus ini menunjukkan bahwa mahasiswa atau pelajar masih menjadi salah satu sasaran edar jaringan sindikat narkotika internasional. Pihaknya akan memperketat pengawasan dan gencar melakukan sosialisasi bahaya narkotika kepada pelajar dan mahasiswa di Jateng

“Pada tahun 2017, penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar dan mahasiswa di Jateng menyumbang 27 persen dari total 500 ribu penyalahgunaan narkotika kalangan pelajar dan mahasiswa di Indonesia, dengan total angka prevelansi 1,1 persen,” bebernya.

Kabid Pemberantasan BNNP Jateng, AKBP Suprinarto mengaku, sulit melakukan pelacakan narkotika yang menggunakan transaksi Bitcoin dengan alasan membutuhkan hubungan internasional. Bahkan, operatornya juga dimungkinkan berada di luar Indonesia. Pun sesuai undang-undang, penangkapan juga harus ada barang bukti yang melekat terhadap pelakunya.

“Jadi orang pesan dulu, dari operatornya baru membelikan ke penjualnya, bisa di Belanda, Polandia, atau Jerman, seperti yang pernah kita ungkap dulu. Penggunaan Bitcoin tidak hanya digunakan untuk itu-itu saja,” katanya.

Suprinarto menambahkan, pihaknya akan terus menelusuri jaringan CPI. Saat ini, pihaknya belum bisa memastikan apakah CPI pengguna atau pengedar? Suprinarto menyebutkan, dari pengakuan sementara CPI, sebelumnya telah mengomsumsi ekstasi dua kali pada 2017, dan kemudian pesan lagi sebanyak 9 butir dengan pembayaran Bitcoin senilai Rp Rp 800.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Tjertja KA, menjelaskan, sulit untuk bisa melacak pengirim dari luar negeri. Alasannya, selain dalam resi pengiriman anonim, pembayaran melalui Bitcoin juga bersifat sangat tertutup, karena tidak diketahui siapa yang bertransaksi.

“Paket ini dari Semarang, pengirimnya anonim, dilihat ternyata ke Semarang dari situ kami koordinasi dengan BNNP,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan, pengawasan akan semakin tidak mudah, karena selain bandara, juga memantau akses dari laut yang harus diawasi. Namun demikian, pihaknya akan memperketat pengawasan supaya kiriman paketan barang tidak disusupi barang-barang terlarang termasuk narkotika.

“Fokus kami terkait kejadian ini yang jelas akan memperketat lagi pemeriksaan barang masuk dari luar negeri. Soalnya saat ini barang masuk dalam sehari juga banyak, ada ratusan. Kalau kami bongkar satu persatu kan nanti juga dapat komplain dari pelanggan,” katanya.

Pihak Undip sendiri hingga kemarin belum memberikan keterangan resmi terkait adanya penangkapan mahasiswanya. Ketika dihubungi, Kepala Bagian Humas Undip, Nuswantoro Dwiwarno, menyampaikan saat ini sedang menyelidiki kebenaran data mahasiswa tersebut. “Kami masih menelusuri kebenaran data identitas mahasiswa di fakultas, nanti kalau sudah dipastikan, kami akan presscon,” janjinya. (mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Warga Demak Jadi Sandera di Papua

DEMAK-Kasus penyanderaan terhadap 1.300 orang warga di dua desa di wilayah Tembagapura, Mimika, Papua oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), ternyata tidak hanya menimpa warga...

Harus Dikebut, Tak Bangun Jalur Fungsional

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD Jateng mendesak pemerintah untuk serius menyelesaikan pengerjaan tol Semarang - Solo ruas Salatiga - Kartasura. Agar tol Semarang - Solo...

Temuan SKTM Palsu Terus Bertambah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng tetap mengumumkan hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK pada Rabu (11/7) kemarin. Hanya saja, pengumuman dilakukan...

42 Perusahaan Ikuti Job Fair UKSW

SALATIGA - Sebanyak 42 perusahaan dan lembaga pendidikan ikut ambil bagian dalam Job Fair UKSW ke-32 yang akan berlangsung 9-10 Maret 2017. Rektor UKSW...

Kartu Gambar Tingkatkan Menghafal Wilangan Jawa

RADARSEMARANG.COM - Para peserta didik sering salah sebut wilangan atau angka Jawa dalam pergaulan sehari-hari. Lantaran kemampuan berbahasa Jawa yang minim, akibat pelajaran bahasa...

Konflik Tanah Balai Desa Karangasem Berlanjut

DEMAK-Sejumlah warga yang tergabung dalam ahli waris Mukti Dulatif, kemarin melakukan protes terhadap Pemerintahan Desa (Pemdes) Karangasem, Kecamatan Sayung. Protes ini dipicu oleh adanya...