33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Santai Meski Divonis 30 Bulan

Eks Kepala Perhutani Jateng

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Mantan Kepala Perum Perhutani Unit I Jateng, Teguh Hadi Siswanto tak terlihat sedih, meski majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang menjatuhkan vonis pidana selama 2 tahun dan 6 bulan penjara atau 30 bulan. Justru seorang wanita yang tampak dari keluarga terdakwa Teguh, langsung sesenggukan begitu mendengar vonis tersebut, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (4/4).

Wanita yang mengenakan jilbab hitam dan rok batik itu, terus mengusap pipinya dengan sapu tangan, saat terdakwa diminta berdiri oleh majelis hakim untuk mendengar pembacaan putusan tersebut.

Majelis hakim yang dipimpin, Ari Widodo menyatakan bahwa terdakwa Teguh bersalah karena melakukan tindak pidana korupsi pengadaan pupuk urea tablet di instansi tersebut yang merugikan negara Rp14,5 miliar. Perbuatan tersebut melanggar Pasal 3 UU 31/1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan UU 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. “Menjatuhkan hukuman penjara kepada terdakwa selama dua tahun dan enam bulan penjara,  memerintahkan terdakwa tetap ditahan dan membayar biaya perkara sebesar Rp 5 ribu,” kata hakim, Ari Widodo dalam amar putusannya.

Selain itu, majelis hakim juga menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 100 juta. Apabila tidak dibayarkan, akan diganti dengan pidana penjara selama satu bulan kurungan. “Mengingat terdakwa telah mengembalikan uang kerugian negara, terdakwa dibebaskan dari kewajiban pidana tambahan berupa kewajiban mengembalikan uang kerugian negara yang dinikmati sebesar Rp 140 juta,” sebut majelis.

Majelis menilai bahwa terdakwa Teguh sebagai Kepala Perum Perhutani Jateng, telah menyalahgunakan wewenang jabatannya dengan menunjuk langsung PT Berdikari dalam proyek pengadaan pupuk urea tablet bersubsidi. Ia juga meminta fee kepada PT Berdikari sebesar Rp 450 per kilogram. Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Penuntut Umum (PU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Adapun tuntutannya selama tiga tahun dan denda Rp 200 juta.

Menyikapi putusan tersebut, terdakwa Teguh Hadi Siswanto langsung menyatakan menerima. Sedangkan PU KPK langsung menyatakan pikir-pikir. “Saya menerima yang mulia,” kata Teguh singkat.

Perlu diketahui, kasus tindak pidana itu bermula dari penunjukan langsung terhadap PT Berdikari dalam pengadaan pupuk urea tablet pada tahun 2012 dan 2013. PT Berdikari menjanjikan fee sebesar Rp 450 per kg. Dari fee yang dibagi-bagi itu, terdakwa memperoleh Rp140 juta. Sedangkan berdasarkan perhitungan BPK, kerugian negara akibat tindakan tersebut mencapai Rp14,5 miliar. (jks/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

400 Penari Suguhkan 22 Tari

SEMARANG – Lebih dari 400 penari dari 10 sanggar tari di Jateng bakal unjuk gigi dalam helatan Gelar Tari Bersama di Museum Ranggawarsita Semarang,...

Edukasi Lewat Lomba Polcil

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Berbagai upaya dilakukan Polres Magelang Kota untuk mengedukasi masyarakat agar tertib berlalu lintas. Salah satunya yaitu melalui lomba Polisi Cilik (Polcil)...

Dampak Terminal Baru Bandara Ahmad Yani

TERMINAL penumpang Bandara Internasional Ahmad Yani direncananakan Maret 2018 sebagian sudah dapat difungsikan. Lokasi terminal penumpang yang baru berada di sisi utara landas pacu...

Cegah Korupsi Kades Teken MoU dengan Kejari

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Sebanyak 239 desa se-Kabupaten Batang melakukan penandatanganan nota kesepahaman memorandum of understanding (MoU) atau prakontrak, bidang hukum dan tata usaha negara antara camat, kepala...

Modifikasi Mobil Hot Rod Habiskan Rp 200 Juta

RADARSEMARANG.COM - Bagi Joko Priyono, dunia otomotif merupakan nafasnya. Bagaimana tidak, dari tangan dinginnya tercipta berbagai mobil modifikasi yang unik dan tidak ada duanya....

Jateng dan Jatim Bersaing Ketat

SEMARANG – Tuan rumah Jawa Tengah (Jateng) mendapat persaingan ketat dengan kontingen Jawa Timur (Jatim) di klasemen perolehan medali sementara ajang Pekan Olahraga Pelajar...