33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

Petani Dukung Kartu Tani

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, GROBOGAN – Para petani dan pengecer pupuk di Kabupaten Grobogan mendukung pelaksanaan kartu tani sebagai perangkat. Karena itu, untuk memastikan subsidi pupuk tepat sasaran.

Ketua Kontak Nelayan Tani Andalan, Suwardi mengatakan bahwa kartu tani adalah program nasional yang pelaksanaannya dilakukan pertama kali di Jawa Tengah. “Tidak mungkin program dibuat untuk menyusahkan, pasti tujuannya baik. Maka kami mendukung sepenuhnya,” katanya, dalam dialog petani dan pengecer pupuk dengan Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Grobogan, Selasa ( 3/4).

Namun Suwardi mengakui banyak keluhan dari petani dan pengecer tentang penggunaannya kartu tani. Ia berharap Ganjar memberi beberapa kemudahan dalam pembelian pupuk bersubsidi. “Kami yakin Pak Ganjar punya solusi terbaik,” tegasnya dalam dialog dihadiri Ketua DPC PDIP Grobogan sekaligus Bupati Grobogan Sri Sumarni dan anggota DPR RI Imam Suroso.

Ganjar menjelaskan, penggunaan kartu tani sudah dipermudah. Jika sebelumnya petani harus memiliki tabungan di bank, sekarang tidak lagi. Petani bisa membeli pupuk secara tunai. Bagi yang belum memiliki kartu tani pun tetap bisa membeli pupuk dengan membawa KTP dan SPPT lahan yang digarap.

Jika ada petani yang belum masuk kelompok tani, ia meminta segera menghubungi penyuluh untuk bisa mengajukan RDKK.

“Kemudahan-kemudahan yang diberikan kepada petani ini, pengecer harus menjelaskan. Mereka ini ujung tombak karena yang bersentuhan langsung dengan petani. Kalau pengecer dropping pabrikan terlambat maka telpon saya,” ujarnya.

Kartu tani, lanjut Ganjar, adalah momentum petani Jateng menuju pertanian modern. Sebab kartu ini memuat data yang penting sebagai basis program baik subsidi maupun asuransi gagal panen. “Ini transformasi, kelak data petani akan jadi proyeksi kapan panen, kapan butuh pupuk, kapan berdagang, kapan harus mengendalikan inflasi dan lain lain,” katanya.

Ganjar menyatakan, dirinya memproteksi pupuk bersubsidi dengan kartu tani agar distribusinya tepat sasaran. Jika subsidi dibiarkan terbuka seperti elpiji 3 kilogram, akan tidak tepat sasaran. Terbukti warga kaya pun bebas membeli gas melon. “Dulu sebelum ada kartu tani, siapapun yang punya duit, meski bukan petani bisa beli pupuk subsidi, maka penyelundupan marak,” katanya.

Soal kurangnya stok pupuk diakui Ganjar karena jatah dari pemerintah pusat kurang. Urea untuk Jateng hanya 92,80 persen dari kebutuhan. Begitu juga dengan SP-36 hanya 48,48 persen, ZA 62,5 persen, NPK Phonska 48,5 persen, dan Organik 24,6 persen. “Saya sudah meminta kementerian pertanian menambah. Per 5 April akan dikirim tambahan jatah pupuk subsidi untuk Jateng, petani tidak akan kesulitan lagi,” ucap politikus PDI Perjuangan ini. (amh/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dorong Perbesar Alokasi Kredit Produktif

SEMARANG - Bank Jateng didesak mendukung ketentuan Bank Indonesia (BI) supaya memperbesar alokasi kredit produktifnya. Bank sentral tersebut memberi skema komposisi 60:40. Untuk penyaluran...

Speak Up or Keep Standing Up

RADARSEMARANG.COM - PEMBACA pasti tergelitik dengan judul ungkapan Speak Up or Keep Standing Up. Jika kita terjemahkan secara harfiah ungkapan ini bisa diartikan berbicaralah...

Panggil Pak Presiden Jokowi, Junjung Martabat Bangsa

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sekadar pengucapan panggilan terhadap kepala negara, jika disampaikan oleh rakyatnya dengan rasa dan kata penghormatan, turut mengangkat harkat dan martabat bangsa...

Mulai Bisnis Online dari Eksperimen Kecil

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tren dunia usaha kian marak seiring dengan berkembangnya sistem pemasaran online. Tak sedikit yang kini fokus menekuni bisnis, dimulai dari eksperimen...

Kopi Harus Menyejahterakan Semua Pihak

WONOSOBO--Komoditas kopi saat ini banyak diburu. Terutama kopi-kopi berkualitas tinggi, salah satunya yang berasal dari Wonosobo. Tapi geliat bisnis kopi ternyata belum mampu menyejahterakan...

Kerusakan Jalan Penghubung Kalilumpang Belum Tersentuh

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Akses jalan kabupaten yang rusak masih menjadi sorotan untuk segera dibenahi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal. Salah satunya akses jalan penghubung desa...