33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Meningkatkaan Hasil Belajar Menulis Secara Kolaboratif dengan Bantuan Kartu

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – PEMBELAJARAN menulis adalah pembelajaran yang hasilnya dianggap memprihatinkan. Hal ini dibuktikan dengan beberapa penelitian tentang kemampuan menulis bagi siswa tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Kemampuan menulis dianggap sebagai permasalahan yang serius. Fenomena yang ada, banyak pelajar yang menulis dengan mengutip tulisan milik karya orang lain. Yang memprihatinkan, tanpa mencantumkan sumber kutipan.

Masalah serius yang dialami siswa, mereka kesulitan pada awal menulis. Penyebabnya, siswa tidak tahu bagaimana mengawali tulisan. Padahal, mereka sejatinya sudah mempunyai ide. Akhirnya, siswa mengalami kesulitan sejak awal penulisan hingga proses menulis.

Selain itu, dalam Ujian Nasional (UN), tidak ada soal menulis. Bagi sebagian besar guru, mungkin hal ini meringankan. Maka, dalam pembelajaran, guru hanya memberikan teori-teori praktisnya saja. Artinya, belum sampai pada pembelajaran menulis yang membangkitkan rasa senang pada diri siswa untuk menulis.

Dari permasalahan yang sering muncul, maka perlu dicari solusi agar hasil belajar menulis siswa dapat meningkat. Salah satu alternatifnya, menggunakan model pembelajaran kolaboratif, dengan bantuan kartu. Model menulis kolaboratif adalah model menulis yang memanfaatkan pengalaman penyusunan karangan secara bersama-sama, sebagai dasar penyusunan karangan secara mandiri.

Pelaksanaannya, guru memberikan beberapa alternatif topik yang bisa dipilih oleh kelompok, sesuai pemahaman terhadap sebuah masalah. Pada awal pembelajaran, siswa masuk dalam kelompok. Siswa menentukan topik yang dipilih oleh kelompoknya. Masing-masing siswa berkewajiban membuat satu kalimat untuk menyusun sebuah paragraf yang sudah ditentukan ide pokoknya.

Kegiatan ini bisa lisan maupun tertulis. Tergantung kesepakatan kelompok. Pada kegiatan ini, jika ada siswa yang merasa kesulitan, bisa dibantu oleh anggota kelompok lainnya. Kegiatan ini sampai tersusun sebuah karangan utuh yang terbentuk berdasarkan kerangka yang ditentukan oleh kelompok.

Kegiatan selanjutnya, siswa berlatih menggunakan kartu. Kartu yang dimaksud adalah penggalan-penggalan kalimat dari sebuah teks. Siswa diminta untuk mengurutkannya menjadi paragraf utuh. Demikian selanjutnya pada paragraf-paragraf yang lain. Setelah selesai, siswa mengurutkannya menjadi sebuah karangan utuh.

Pengalaman menyusun karangan dengan kolaborasi dan menggunakan kartu, merupakan model pembelajaran menulis yang memanfaatkan pengalaman penyusunan karangan secara bersama-sama, sebagai dasar bagi penyusunan karangan secara mandiri.

Tujuan model pembelajaran ini adalah memberikan pengalaman pada siswa tentang cara menyusun sebuah karangan. Berdasarkan pengalaman ketika siswa bekerja dalam kelompoknya tersebut, siswa diharapkan dapat menentukan langkah-langkah menulis, pola menulis, dan gaya penulisan sebuah karangan. Selanjutnya, siswa diharapkan mampu menulis sebuah karangan secara mandiri. (*/isk)

Guru SMK Negeri 1 Salam, Kabupaten Magelang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Torehkan Prestasi, Nasmoco Group Borong Piala

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Nasmoco Group sebagai dealer resmi Toyota di wilayah Jateng-DIJ, kembali meraih 19 piala dari 5 kategori penghargaan nasional di ajang bergengsi...

Ajak Masyarakat Jauhi Narkoba

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Ribuan warga Temanggung memadati halaman GOR Bambu Runcing Temanggung mengikuti kegiatan senam massal peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), Jumat (13/7)....

Suka Berbagi Lewat Go Pay Meningkat 60 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Ramadan menjadi berkah bagi semua segmen di Indonesia. Termasuk Gojek Indonesia yang membukukan kenaikan transaksi Go-Food saat sahur meningkat hingga 400 persen. Sedangkan...

Asap Tebal, Polisi Kesulitan Olah TKP

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Para pengunjung dan karyawan Mal Ciputra Simpang Lima tadi malam (21/12) dibuat panik. Mereka langsung berhamburan keluar mal begitu mendengar teriakan...

Abutour Tawarkan Super Promo Umroh Rp 16 Juta

SEMARANG - Maraknya bisnis biro travel umroh dan haji di kota Semarang tak membuat biro travel Abutour gentar melebarkan sayapnya di kota Lunpia. Cabang...

Lagi, Semarang Raih Penghargaan IRSA

SEMARANG-  Menjelang akhir tahun, Pemerintah Kota Semarang kembali memperoleh apresiasi dari pemerintah Pusat, yakni Indonesia Road Safety Award (IRSA). Penghargaan diberikan secara langsung oleh...