33 C
Semarang
Selasa, 27 Oktober 2020

Inovasi Biopori Plus Kampung Pinggirejo

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Kampung Organik Pinggirejo RW 07 Kelurahan Wates, Kota Magelang mencoba inovasi baru bernama biopori plus. Inovasi tersebut merupakan penggabungan dua fungsi menjadi satu wadah, yakni biopori sebagai resapan air dan tempat pembuatan pupuk kompos.

Pembina Kampung Organik Pinggirejo, Berdiyanto, Kamis (5/4) kemarin ditemui di basecamp Kampung Organik mengatakan, ide mencoba inovasi tersebut murni muncul dari warga RW 07 yang sudah cukup lama mengelola kampung organik. Gagasannya sendiri, menurut Berdiyanto, sangat sederhana yaitu bagaimana caranya agar biopori itu tidak hanya menjadi resapan air, tapi memiliki fungsi lain.

“Biopori biasanya berukuran kecil sekecil paralon yang dibuat di beberapa titik. Karena ukuran kecil, maka sering tidak mampu menampung air hujan yang terkadang volumenya tinggi, sehingga fungsi biopori kurang maksimal,” kata Berdiyanto.

Setelah mencari berbagai referensi dan berdiskusi dengan warga, pihaknya berpikir untuk membuat biopori yang multifungsi. Akhirnya tercetus gagasan membuat biopori dengan ukuran cukup besar yang fungsinya tidak hanya untuk resapan air, tapi sekaligus pembuatan pupuk kompos.

“Kami buat biopori berbentuk kotak ukuran 70 x 40 cm dan kedalaman 60 cm. Di dalam kotak ini, dimasukkan krat minuman  dengan fungsi menampung sampah organik. Di bagian atas dilindungi dengan ram besi dan di bibir lubang dicor agar lebih kuat,” bebernya.

Praktik dan proses pemanfaatan biopori plus, menurut Berdiyanto, sangat sederhana karena sampah organik seperti dedaunan, buah, dan sayuran langsung dimasukkan ke dalam kotak biopori. Saat hujan biopori ini berfungi sebagai resapan air sekaligus dapat mempercepat pembusukan sampah organik.

“Untuk menjadi kompos, kira-kira butuh waktu sekitar 20 hari. Setelah 20 hari, kita angkat kratnya dan isinya diambil untuk dijemur. Setelah kosong diisi kembali dengan sampah organik,” ungkapnya.

Ketua RW 07 Kampung Pinggirejo, Sukaryadi memaparkan, inovasi ini sangat sederhana dan diklaim tidak ada di tempat lain alias yang pertama. Biopori plus menurutnya bisa diterapkan di mana saja, termasuk kampung-kampung yang lahannya sempit.

“Pembuatan bisa di jalan kampung atau gang, bisa pula di pekarangan rumah. Biayanya memang tidak murah, karena satu lubang sampai Rp 300.000. Yang mahal di besi pelindungnya,” imbuh Sukaryadi.

Lanjut Sukaryadi, pembuatan biopori plus di Kampung Organik, biaya berasal dari kas kampung dengan uji coba sebanyak 5 lubang yang dibuat di area basecamp Kampung Organik. “Baru kita mulai Selasa (2/4) lalu dan biopori sudah diisi dengan sampah organik. Kami berharap dengan adanya biopori plus ini produksi pupuk kompos meningkat dari biasanya 60 kg/bulan. Sisi lain sampah yang terolah akan lebih banyak,” pungkas Sukaryadi. (had/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...