32 C
Semarang
Kamis, 24 Juni 2021

Jelang HUT, Ziarah ke Leluhur

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Menjelang peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-52 Kabupaten Batang, jajaran pejabat Pemkab Batang berziarah ke makam Kanjeng Pangeran Adipati (KPA) Mandurorejo di Dukuh Protowetan Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal, Kamis (5/4/2018).

Ziarah ke makam ini merupakan tradisi  tiap menyambut hari jadi Kabupaten Batang. Berangkat dari rumah dinas Bupati Batang, peziarah berangkat dikawal polisi dan dinas perhubungan habis subuh. Menuju makam Kiai Mandirejo di Kaliwungu Kabupaten Kendal.

Dijadwalkan ada 9 tokoh yang diziarahi. Ziarah pertamanya ke makam Bupati Batang pertama Ki Mandurorejo yang berada di Kaliwungu Kendal. Bupati Batang Wihaji, Wakil Bupati Suyono dan Sekretaris Nasikhin terlihat khidmat dalam memanjatkan doa para leluhurnya yang telah membangun Kabupaten Batang. Tampak pula ketua DPRD Imam Teguh Raharjo, Ketua Pengadilan Negeri Abdul Latif,  Kasdim Batang 0736 Mayor Inf. Raji, Kabag Ops Polres Batang Kompol Gundarto, Ketua MUI KH. Zainul Irhoqi.

Ziarah diawali dengan pembacaan surat yasin dan tahlil yang dipimpin oleh  MUI Kabupaten Batang KH Zainal Mutaqim di pusara makam. Selanjutnya peziarah tabur bunga di makam Ki Mandurorejo.

Setelah itu dilanjutkan ke makam Astana Paskaran Batang. Bupati yang dimakamkan di Astana Pasekaran yakni Kanjeng Raden Thoemenggung Soerokadiningrat, (Kanjeng Sedorawuh), Kanjeng Pangeran Ariosoero Adiningrat II, Toemenggung Tjokro Djojo KA.II, Toemenggung Poespo Negoro, Adipati Ario Soerjodiningrat, dan Bupati H Djoko Poernomo,SH.

“Ziarah ke makam KPA Mandurorejo, pendiri dan tokoh Kabupaten Batang sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa membangun Kabupaten Batang,” ucap Bupati Wihaji.

Ia juga mengatakan Kabupaten Batang yang kini berusia 52 tahun, merupakan pemekaran dari Kabupaten Pekalongan yang pada 8 April 1966 berdiri sendiri menjadi Kabupaten Batang.

“Ziarah makam yakni salah satu wujud menghargai para leluhur agar tidak lupa dengan sejarah kita. Untuk itu senantiasa bersama-sama berziarah ke makam para aulia di Batang, karena mengingatkan suatu saat kita juga akan menyusul,” jelas Wihaji. (han/lis)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here