Kartu Gambar Tingkatkan Minat Menulis Huruf Jawa

spot_img

RADARSEMARANG.COM – KEMAMPUAN menulis huruf Jawa siswa SMP sekarang rendah. Apalagi banyak siswa yang tidak hafal huruf Jawa. Akibatnya, jika ada tugas menulis huruf Jawa, siswa hanya diam tidak segera mengerjakan tugas. Namun setelah ditanya oleh guru, ternyata siswa tersebut tidak hafal wujud huruf Jawa lantaran jarang dipakai dalam kehidupan sehari –hari.

Huruf Jawa dipelajari hanya kalau ada pelajaran bahasa Jawa yang bertepatan kompetensi menulis atau membaca huruf Jawa. Karena itu, untuk menarik minat belajar menulis huruf Jawa, perlu memakai media pembelajaran yang menarik, salah satunya dengan media kartu bergambar .

Menulis itu suatu keterampilan yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung tidak secara tatap muka dengan orang lain. Huruf Jawa atau dentawyanjana itu terbentuk dari cerita Ajisaka yang  memberi tugas kepada kedua abdinya Dora dan Semboda. Abdi yang satu disuruh menjaga keris sedang abdi yang satunya untuk mengambil keris tersebut. Akibatnya, kedua abdi tersebut bertengkar dan keduanya meninggal dunia yang pada peristiwa itu  oleh Ajisaka terciptalah huruf Jawa  “ha, na, ca, ra, ka, da, ta , sa, wa, la, pa, dha, ja, ya, nya, ma, ga, ba, tha, nga.“

Menulis dengan memakai huruf Jawa itu lebih sulit dibanding menulis dengan huruf latin, maka guru harus pandai dalam memilih metode pembelajaran huruf Jawa. Dengan melihat kenyataan yang begitu jauh perbedaan antara huruf latin dengan huruf Jawa, maka guru harus pandai memilih metode dan pandai membuat suasana kelas tidak tegang, sehingga siswa tidak merasa bosan.

Untuk menyampaikan materi kelas VII menulis huruf Jawa, guru mengenalkan huruf Jawa kembali dari huruf ha sampai dengan nga, guru mencatatkan huruf Jawa beserta pasangannya dan mengenalkan sandhangannya.

Baca juga:   Guru BK yang Dipercaya Siswa

Dalam pembelajaran ini guru akan menggunakan kartu gambar .Kartu gambar tersebut menunjukkan gambar yang nantinya akan dituliskan siswa dengan huruf jawa yang menggunakan pasangan .

Penerapan penulisan berhuruf jawa itu lebih sulit karena dizaman sekarang huruf jawa dalam kehidupan sehari hari tidak dipakai untuk menulis dan  berkomunikasi melainkan dalam menulis memakai  huruf latin .Dengan tidak terbiasanya siswa menulis dengan huruf jawa maka anak merasa kesulitan .  Dizaman sekarang hanya siswa yang mau belajar giatlah yang hafal dan bisa menulis dengan huruf jawa .

Dalam menulis berhuruf Jawa berpasangan, maka siswa harus tahu dan hafal wujud huruf Jawa. Misalkan akan menulis langit biru, maka siswa harus tahu dulu wujud huruf Jawa. Mulai dari la dan ngit (nga di atasnya diberi wulu (sandhangan suara bunyinya i). Untuk huruf ta, mati penulisannya. Di belakang huruf mati ditulis dengan pasangan, jadi akan menulis bi guru menuliskan pasangan ba di bawah huruf ta dan diberi sandhangan wulu (swara i). Untuk menulis ru, kita menuliskan huruf ra dan diberi sandhangan swara suku. Pada kata langit biru itu ada huruf mati ta di tengah itu tidak boleh dipangku dalam aturan penulisan huruf Jawa. Agar huruf itu mati, maka di belakang huruf mati itu harus ditulis dengan pasangan maka siswa harus hafal pasangan juga.

Kata langit biru jika ditulis dengan huruf Jawa harus menggunakan pasangan ba wujudnya Jadi yang tadinya ditulis dengan melihat sulitnya huruf Jawa, ditambah siswa beranggapan bahwa huruf Jawa tidak penting. Maka guru harus pandai–pandai memilih model pembelajaran yang sesuai, yang menarik agar siswa tidak bosan dan tujuan pembelajaran tercapai. Maka untuk mengatasi hal tersebut guru menyiapkan gambar. Dalam menyiapkan gambar guru memilih gambar yang a ditulis dengan huruf Jawa ada pasangannya .Misal gambar orang memancing, guru menyuruh siswa dengan kelompoknya untuk menyebutkan gambar tersebut ,disuruh memilih kata jika ditulis berhuruf Jawa menggunakan pasangan .

Baca juga:   Asyiknya Belajar Kosakata dengan Metode Guided Discovery

Guru menyuruh siswa berhitung dari 1 sampai 4 sampai semua siswa menyebutkan nomornya ,siswa berkelompok seuai nomor yang sama .Siswa berkelompok berdiskusi untuk menuliskan kata apa yang sesuai gambar yang diperlihatkan oleh guru. Setelah menemukan kata tersebut siswa secara bersama sama menuliskan kata tersebut menggunakan buruf Jawa.

Setiap kelompok salah satu maju untuk menuliskan kata hasil temuannya dengan berhuruf Jawa. Setelah masing–masing kelompok maju, semua siswa mencatat kata –kata berhuruf Jawa hasil diskusi dari setiap kelompok .Guru mengambil gambar lain ditunjukkan kepada siswa, setiap kelompok berdiskusi menyiapkan kata yang sesuai dengan gambar tersebut. Setelah kelompok tersebut menemukan kata yang memakai pasangan, kemudian kelompok tersebut menuliskan kata hasil temuannya memakai huruf jawa .Guru secara acak memanggil nomor siswa untuk mewakili kelompoknya .Siswa yang disebut guru maju ke depan untuk  menuliskan kata berhuruf jawa yang memakai pasangan .Guru memanggil nomor lain untuk maju menuliskan kata temuannya dengan berhuruf jawa begitu seterusnya sampai semua kelompok maju. Setelah tertulis kata–kata berhuruf Jawa perpasangan terpampang di papan tulis semua siswa duduk untuk menyalin kata–kata tersebut.

Dengan demikian, proses pembelajaran menuliskan kata berhuruf Jawa berpasangan berjalan lancar, siswa tidak merasa bosan. Dengan disajikan kartu bergambar dahulu siswa dalam mengikuti pembelajaran bertambah antusias, sehingga terbukti kartu gambar tingkatkan minat belajar siswa . (tj3/ida)

*) Guru SMP Negeri 18 Semarang

Author

Populer

Lainnya