33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Jajanan Berformalin Masih Beredar

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Dinas Kesehatan Kota Magelang memeriksa kualitas berbagai jajanan yang dijual di sekolah-sekolah. Gerobak jajanan keliling yang telah lolos uji bahan berbahaya akan dipasangi stiker sebagai penanda makanan aman.

Kepala Seksi Farmasi, Makanan, Minuman dan Alat Kesehatan (Farmamin-Alkes) Dinas Kesehatan Kota Magelang Dumaria mengatakan, kegiatan ini rutin dilakukan untuk memastikan makanan dan minuman bebas dari zat berbahaya bagi tubuh. Sasaran pengambilan sampel makanan di kantin-kantin sekolah, termasuk pedagang keliling.

“Tahun ini, kita menguji sebanyak 300 sampel pangan jajan anak sekolah (PJAS) yang dijual di kantin-kantin sekolah. Yakni di 77 kantin Sekolah Dasar (SD), 23 kantin Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 37 jajanan yang dijual keliling, di Kota Magelang,” kata Dumaria.

Sampel-sampel jajanan tersebut kemudian diuji oleh tim yang berasal dari Dinas Kesehatan, puskesmas, sanitarian, Laboratorium Kesehatan Kota Magelang. Dari 300 sampel yang diuji, 17 persen diantaranya atau sekitar 52 jajanan mengandung bahan berbahaya. “Mengandung formalin dan rhodamin B,” terang Dumaria.

Dia menyebutkan, jajanan yang mengandung formalin antara lain sate bakso, cilok, sate usus, usus goreng, sate hati, mie gulung, mi kuning, mi kopyok, sosis, roti bakar, donat, pisang keju, omelet. Sedangkan jajanan yang mengandung rhodamin B antara lain sirup, es lilin, sosis, tempura, susu kedelai, lapis, jenang mutiara.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Keliling Sekolah Sidomulyo Kota Magelang, Hardiman mengatakan, pihaknya rutin menggelar pertemuan setiap satu bulan sekali untuk membahas terkait penjualan jajanan keliling. Meski imbauan untuk memroduksi makanan aman kerap diserukan, ia tak memungkiri masih ada pedagang nakal. “Kadang ada yang hanya demi mencari untung yang lebih kemudian menggunakan bahan berbahaya,” ujar Hardiman. (put/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Prihatin, Sikap Toleransi yang Kini Semakin Pudar

Penantian panjang Anto Galon akhirnya berbuah manis. Setelah melalui sederet penilaian panjang, akhirnya film karyanya berjudul Kau Adalah Aku Yang Lain sukses menjadi yang...

Satu Calon Panwascam Dicoret

SALATIGA – Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu Kota Salatiga mencoret satu lagi nama calon Panitia Pengawas tingkat kecamatan (Panwascam). Pasalnya, yang bersangkutan tidak datang dalam...

Gadis Jogger

Trump menghidupkan lagi hukuman mati. Yang sebenarnya tidak pernah mati. Tapi sudah 15 tahun tidak pernah dilaksanakan. Hingga antrean untuk eksekusi kian panjang. Kini...

Bukit Wahid Regency, Hunian dengan View Menawan

SEMARANG – Bukit Wahid Regency baru saja meluncurkan cluster terbarunya, Hilltop 3. Hunian yang berlokasi di Jalan Gedongsongo Raya ini menawarkan hunian dengan pemandangan...

Polisi Buru Putra Sulung Korban

RADARSEMARANG.COM - DUKA mendalam dirasakan putra bungsu korban, Henemia Bayu Sunarto Putra. Ia tak menduga, sang ibu, Debora Sriani Setiawati, menghadap Tuhan secepat itu. Disinggung...

Eks Kantor Kawedanan Diubah Jadi Museum

UNGARAN – Pemkab Semarang akan membangun sebuah museum penyimpanan benda purbakala pada tahun 2017 ini. Menyusul banyaknya benda purbakala yang tersebar di wilayah Kabupaten...