33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Bongkar Kios, Siap Pindahan ke MAJT

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANGPedagang Pasar Yaik Baru mulai membongkar kiosnya sebelum jaringan listrik pasar diputus oleh Pemkot Semarang. Mereka membongkar kios untuk selanjutnya dipindah ke tempat relokasi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Wakil Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa (PPJ) Unit Yaik Baru, Slamet Santoso, mengatakan, pihak pemkot telah menyatakan bahwa pada 12 April akan diputus jaringan listriknya, dan pedagang harus sudah boyongan ke MAJT. Selain itu, pedagang juga sudah melakukan kesepakatan dengan Dinas Perdagangan Kota Semarang, yakni, sebelum listrik diputus, para pedagang akan membongkar kiosnya sendiri.

“Memang kami masih ada waktu untuk pindah ke tempat MAJT. Tapi, pada hari ini (kemarin) sudah banyak pedagang yang membongkar kiosnya sebelum dilakukan pemutusan listrik,” katanya.

Dikatakan, jumlah pedagang di Yaik Baru mencapai 650 orang. Mereka siap pindah ke MAJT. Sayangnya, hingga kini tempat relokasi MAJT masih belum siap. Jalan akses ke pasar masih becek dan berlum berpaving. Selain itu, jaringan listrik belum terpasang. “Kalau kami menyimpan barang di kios di MAJT masih ragu keamanannya, karena kondisinya masih gelap. Makanya, dagangan saya bawa pulang,” ujarnya.

Di MAJT, lanjut Slamet, para pedagang akan mendapatkan kios ukuran 3×2 meter persegi. Untuk pedagang yang mempunyai dua atau tiga kios, akan mendapatkan sesuai ukuran di tempat relokasi itu.  Pihaknya berharap, ada subterminal angkutan atau bus BRT yang melewati jalur tersebut. Sehingga Pasar Johar MAJT akan ramai pengunjung.

Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang
Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang

 

Sementara itu, pedagang Pasar Yaik Baru kemarin mulai membangun kios dan lapak di tempat relokasi MAJT. Sebab, 12 April mendatang, mereka sudah diharuskan menempati pasar tersebut. Sayangnya, akses tempat relokasi pedagang Pasar Yaik Baru ini belum sepenuhnya jadi.

Kurniawan Harefa, pedagang makanan mengaku harus cepat-cepat membangun lapak di kawasan penampungan. Jika tidak, ia tidak tahu kemana akan mencari nafkah setelah Pasar Yaik Baru ditutup. ”Ini kami dengan pedagang lainnya memang sepakat untuk membangun sendiri. Untuk lapak  ukuran 4×3  meter persegi kami habis sekitar Rp 3 juta,” katanya.

Diakui, akses jalan di pasar relokasi itu belum sepenuhnya jadi. Beberapa bagian jalan masih berupa tanah. Kondisi ini membuat pedagang memutuskan untuk membiayai sendiri pembangunan jalan di sekitar lapak mereka.

Amat, pedagang tas yang sudah berjualan sejak 1983 mengaku, harus mengeluarkan uang pribadi untuk membantu membangun akses pasar. Ia membeli pasir dengan dana pribadi, sementara pavingnya menggunakan yang sudah ada di pasar.

”Untuk pasir dan tukang, saya keluar uang Rp 1 juta. Kemarin saya bilang mau bantu untuk membeli pasir, tapi pavingnya menggunakan yang sudah ada. Dan diperbolehkan,” bebernya.  (hid/sga/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Cerita Tentang US Highway

Oleh: Dahlan Iskan Bulan ke-2 di Amerika itu. Awal Juni 2018 itu. Saya berkunjung ke museum Dwight  Eisenhower. Presiden Amerika Serikat ke-34. Di tempat ia...

Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan

MEMILIKI lingkungan yang bersih, menjadi dambaan semua orang. Namun untuk mewujudkannya, diperlukan peran besar oleh setiap orang. Karena itulah, gadis bernama lengkap Hirda Rahmah,...

Perubahan Aturan Bikin Pusing PSIS

SEMARANG – Menjelang bergulirnya kompetisi Liga 2 atau Divisi Utama yang diikuti PSIS, manajemen tim berjuluk Mahesa Jenar ini masih dipusingkan dengan regulasi. Terutama...

Sidak Bangunan Mangkrak, Bupati Jadi Rebutan Foto

BATANG – Berniat melakukan kunjungan kerja di lokasi bangunan milik pemerintah yang mangkrak, Bupati Batang Jawa Tengah Wihaji, malah menjadi rebutan untuk diajak swafoto oleh...

Rhapsody Parodi Menu Minggu Ini

Oleh: Dahlan Iskan Hahahahaa… Parodi ini cocok dengan lakon saya minggu ini: tidak ada McD, KFC, Pizza Hut, sushi, sashimi, beef steak dan yang mahal-mahal...

Tegang Layani Jokowi, Tahan Selfie Bersama Owen

Menjadi juru masak merupakan pilihan hidup Willy Setiawan. Bahkan dengan profesinya itu, Willy bisa melanglang buana ke berbagai daerah. Banyak pengalaman dan pelajaran berharga...