33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Bongkar Kios, Siap Pindahan ke MAJT

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANGPedagang Pasar Yaik Baru mulai membongkar kiosnya sebelum jaringan listrik pasar diputus oleh Pemkot Semarang. Mereka membongkar kios untuk selanjutnya dipindah ke tempat relokasi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Wakil Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa (PPJ) Unit Yaik Baru, Slamet Santoso, mengatakan, pihak pemkot telah menyatakan bahwa pada 12 April akan diputus jaringan listriknya, dan pedagang harus sudah boyongan ke MAJT. Selain itu, pedagang juga sudah melakukan kesepakatan dengan Dinas Perdagangan Kota Semarang, yakni, sebelum listrik diputus, para pedagang akan membongkar kiosnya sendiri.

“Memang kami masih ada waktu untuk pindah ke tempat MAJT. Tapi, pada hari ini (kemarin) sudah banyak pedagang yang membongkar kiosnya sebelum dilakukan pemutusan listrik,” katanya.

Dikatakan, jumlah pedagang di Yaik Baru mencapai 650 orang. Mereka siap pindah ke MAJT. Sayangnya, hingga kini tempat relokasi MAJT masih belum siap. Jalan akses ke pasar masih becek dan berlum berpaving. Selain itu, jaringan listrik belum terpasang. “Kalau kami menyimpan barang di kios di MAJT masih ragu keamanannya, karena kondisinya masih gelap. Makanya, dagangan saya bawa pulang,” ujarnya.

Di MAJT, lanjut Slamet, para pedagang akan mendapatkan kios ukuran 3×2 meter persegi. Untuk pedagang yang mempunyai dua atau tiga kios, akan mendapatkan sesuai ukuran di tempat relokasi itu.  Pihaknya berharap, ada subterminal angkutan atau bus BRT yang melewati jalur tersebut. Sehingga Pasar Johar MAJT akan ramai pengunjung.

Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang
Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang

 

Sementara itu, pedagang Pasar Yaik Baru kemarin mulai membangun kios dan lapak di tempat relokasi MAJT. Sebab, 12 April mendatang, mereka sudah diharuskan menempati pasar tersebut. Sayangnya, akses tempat relokasi pedagang Pasar Yaik Baru ini belum sepenuhnya jadi.

Kurniawan Harefa, pedagang makanan mengaku harus cepat-cepat membangun lapak di kawasan penampungan. Jika tidak, ia tidak tahu kemana akan mencari nafkah setelah Pasar Yaik Baru ditutup. ”Ini kami dengan pedagang lainnya memang sepakat untuk membangun sendiri. Untuk lapak  ukuran 4×3  meter persegi kami habis sekitar Rp 3 juta,” katanya.

Diakui, akses jalan di pasar relokasi itu belum sepenuhnya jadi. Beberapa bagian jalan masih berupa tanah. Kondisi ini membuat pedagang memutuskan untuk membiayai sendiri pembangunan jalan di sekitar lapak mereka.

Amat, pedagang tas yang sudah berjualan sejak 1983 mengaku, harus mengeluarkan uang pribadi untuk membantu membangun akses pasar. Ia membeli pasir dengan dana pribadi, sementara pavingnya menggunakan yang sudah ada di pasar.

”Untuk pasir dan tukang, saya keluar uang Rp 1 juta. Kemarin saya bilang mau bantu untuk membeli pasir, tapi pavingnya menggunakan yang sudah ada. Dan diperbolehkan,” bebernya.  (hid/sga/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pelayanan Tidak Terganggu

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Hari pertama masuk usai libur Idul Fitri dil ingkungan Pemkab Demak dan Pemkab Kendal diisi dengan halal bihalal. Para aparatur sipil negara (ASN)...

10 Ribu Data Calon Pemilih Dicoret

RADARSEMARANG.COM, BREBES - Sebanyak 10 ribu lebih data calon pemilih yang ditemukan ganda dalam proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng Juni...

Polisi Mendadak Tes Urine Perwira Kodim

MAGELANG—Satuan Narkoba Polres Magelang Kota mendadak melakukan tes urine terhadap prajurit TNI Kodim 0705/Magelang, kemarin. Tes dilakukan sebagai bentuk antisipasi penyebaran narkoba di lembaga...

Obat Ilegal Senilai Rp 3,4 M Dimusnahkan

RIBUAN obat ilegal berbagai merek dimusnahkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang. Obat ilegal dengan nilai ekonomis lebih dari Rp 3,4 miliar...

Baru Dua Hari Bekerja, ART Bawa Kabur Motor

MUNGKID--Kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk berhati-hati memilih Asisten Rumah Tangga (ART). D Kecamatan Mertoyudan, misalnya, seorang ART membawa kabur motor milik...

WNA Korban Lakalantas Berhak Dapat Santunan

RADARSEMARANG.COM, 

SEMARANG - Warga Negara Asing (WNA) yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Indonesia ternyata juga bisa mendapat santunan dari Jasa Raharja. Terbukti, seorang...