31 C
Semarang
Senin, 23 November 2020

Wisata Batang Dipromosikan di Keris Jateng BI 

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Berbagai langkah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Batang untuk promosi wisata. Salah satunya dengan program Keris Jateng Central Java Ekonomik, Trade Investment and Tourism Corridor Jawa Tengah Bank Indonesia Jateng di Semarang, Senin (2/4/2018). Pada kesempatan tersebut Bupati Batang Wihaji mempresentasikan kebijakan pariwisata di wilayah yang dipimpinnya.

Tim penilai dari Keris Jateng ada lima tokoh, yang terdiri dari Prof Imam Ghozali, Ir Robert J Kodoatie dari Undip, Dhanang Budi Cahyono, Tredi Irawan praktisi investasi dan Rahmat Dwi Saputra dari Bank Indonesia.

Dalam presentasinya, Bupati Wihaji menjelaskan bahwa dalam Perda No 7 Tahun 2011 tentang RTRW, pada 2011- 2031 kawasan Pantai Sigandu dan Pantai Ujungnegoro, termasuk dalam kawasan peruntukan pariwisata.

Bupati mengungkapkan, Pemkab memiliki skenario pengembangan kawasan rekreasi pantai dengan luasan 83.940,82 m2. Dalam master plannya, terdiri dari halte dan jalan lori (kereta mini) dengan luasan 9.842,2 m2,  plaza dengan luasan 5.293,92 m2.

Selain itu, hotel resort dengan luasan lokasi yang ditawarkan 6.539.106 m2,  dermaga dengan luasan 13.903,04 m2, coffee shop dan restoran dengan luasan 1.600,48 m2,  motel dengan luasan 5.834,39 m2, drive in view/parkir Sigandu -Ujungnegoro dengan luasan 17.640 m2, golf dengan luasan 100.000 m2, main gate Sigandu-Ujungnegoro dengan luasan 106,96 m2,  open space seluas 45.141,79 m2, gardu pandang Ujungnegoro 711 m2. Kemudian ruang hijau dengan luasan 151.079.929 m2, sumber data master plan Sigandu-Ujungnegoro.

“Pantai Sigandu – Ujungnegoro memiliki aspek pendukung seperti panorama pantai yang indah. Space ruang yang tersedia, potensi wisata religi di Ujungnegoro, potensi wisata Taman Safari 4 (Dolphin Center) kesesuaian tata ruang, tersedia juga tenaga kerja terampil,”papar Wihaji di hadapan tim penilai dari BI, akademisi, Pemprov Jateng dan praktisi investasi.

Didukung infrastruktur jalan hotmix dengan  lebar 8 meter, serta jaminan energi pasokan listrik dari PLTU Batang. “Objek wisata Pantai Sigandu- Ujungnegoro memiliki aspek pendukung yang cukup komplit, seperti pasokan listrik, infrastuktur jalan hotmix dan lokasinya pun dekat dengan akses jalan pantura, jalan tol dan stasiun KA,” jelas Wihaji.

Selain itu, ditegaskan juga bahwa Pemkab sangat proinvestasi, dengan  kemudahan perizinan, didukung prosedur regulasi inilah jadi jaminan keamanan investasi.

Sementara itu, ketua tim penilai atau penguji Keris Jateng, Prof Imam Ghosali mengatakan, bahwa Keris Jateng sebagai forum koordinasi promosi TI Jawa Tengah telah siap untuk melakukan berbagai kegiatan untuk mempromosikan wisata Jawa Tengah di kancah internasional. Sehingga perlu sinergi antarinstansi terkait di bawah Keris Jateng untuk memperoleh potensi-potensi investasi yang memenuhi kriteria agar dapat dipromosikan oleh Keris Jateng.

Ditambahkan, setelah timnya melihat presentasi potensi wilayah sangat bagus objek wisatanya, dengan wisata pantai dan religinya dan semua aspek pendukung ada.

“Konsep cukup menarik dan tim penilai sangat tertarik karena dalam  perizinan sangat mudah dan transparan. Dengan pantai stabil yang tetap menjaga alaminya karena sekarang dengan  natural turisme dengan back to nature,” kata profesor dari Undip ini.(han/lis)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...