33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Sopir Arogan, Pengelola Pembangunan Tol Didemo 

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Warga Kabupaten Batang Jawa Tengah kembali protes akibat ulah ugal-ugalan sopir dump truk pengangkut material proyek tol Batang. Akibatnya, terjadi kecelakaan yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia dan jalan desa setempat kotor, Selasa (3/4/2018).

Demo dilakukan oleh pemuda Karang Taruna Dukuh Plebean dan Plelen Lor Desa Plelen, Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. Warga menutup jalan dan membakar ban bekas. Sehingga truk material tidak bisa melintas.

“Kami terpaksa melakukan aksi ini karena sudah kesal dengan ulah arogan sopir dump truk. Selain itu, pengelola tol tidak memperdulikan protes kami terkait debu, dari truk,” ucapnya.

Demo mereka akhirnya, direspons oleh pejabat setempat. Kapolsek Gringsing AKP Sugiyanto, bersama Camat Rusmanto dan anggota Koramil datang ke lokasi, untuk menenangkan pendemo yang beringas.

Setelah dibujuk, warga diajak ke mapolsek untuk mediasi dengan pihak pengelola proyek tol, PT Waskita. Mediasi berjalan cukup alot dan tegang.

Perwakilan dari pihak tol, Humas PT Waskita akhirnya menjanjikan akan memenuhi tuntutan warga. Tapi diharap warga tidak menutup jalan lagi. Pihaknya juga akan rutin menyemprot jalan dengan air, agar tidak berdebu.

Kapolsek Gringsing AKP Sugiyanto menambahkan, bahwa kejadian tersebut memang bermula karena warga jengah dengan kelakuan sopir dump truk.

“Intinya warga meminta agar sopir jangan ugal-ugalan lagi, serta jalan minta dibersihkan dari debu,” jelasnya.

Camat Gringsing juga mengatakan, seharusnya pengelola tol bersyukur jalan yang dilewati sudah beton. Tinggal mereka merawatnya, jangan seenaknya menggunakan jalan.

“Warga sangat wajar menuntut haknya, dnegan meminta pengelola tol membersihkan jalan dan mengingatkan sopir. Walaupun memang caranya salah,” tandasnya. (han/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Petani Pesisir Kembangkan Padi Tahan Air Asin

KENDAL—Para petani di wilayah pesisir pantai Kendal, kini mulai mengembangkan varietas padi tahan air asin. Dengan padi verietas ini, bisa mengatasi dampak intrusi air...

Berangkatkan 28 Bus ke Solo

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - DPC PDIP Kabupaten Demak kemarin pagi memberangkatkan sebanyak 1.430 kader partai ke Solo. Mereka menumpang 28 bus untuk ikut apel kebangsaan...

Masih Berdiri 9 Karaoke Liar

SEMARANG - Kota Lama Semarang yang sebelumnya mirip tanah tak bertuan, kini sedikit demi sedikit diinventarisasi untuk ditata bertahap. Di atas tanah kurang lebih...

Usulkan Tenaga Honorer Jadi P3K

SEMARANG - Sekda Jateng Sri Puryono mengusulkan agar guru honorer dan tenaga pendidikan honorer diseleksi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Nantinya, jumlah...

Fokus Pelestarian Budaya

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Menjaga kelestarian budaya saat ini menjadi fokus Desa Timpik Kecamatan Susukan. Pemikiran tersebut muncul dari Kepala Desa Timpik, Syuhada. Bentuk peletarian...

Polisi Belum Tetapkan Tersangka

MUNGKID - Polres Magelang masih menyelidiki penyebab kecelakaan bus pariwisata PO Subur Jaya yang membawa rombongan siswa kelas XII SMK Panca Karya Sentul Bogor,...