33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Siti Masitha Dituntut 7 Tahun

Eks Ketua Nasdem Dituntut 9 Tahun

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tuntutan berbeda dijatuhkan Penuntut Umum (PU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pasangan Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno dan Amir Mirza Hutagalung. Keduanya dituntut atas kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan suap di RSUD Kardinah, Tegal dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (2/4).

Bahkan Wali Kota Tegal nonaktif, Siti Masitha tersebut terancam hak politiknya dicabut. Pasalnya PU KPK menuntut majelis hakim mencabut hak politiknya, setelah 4 tahun terdakwa bebas. Kemudian, Siti dituntut hukuman pidana selama 7 tahun penjara. PU KPK, Fitroh Rochcahyanto juga meminta majelis hakim menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 200 juta subsidair 6 bulan kurungan.

“Menuntut majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan, melakukan tindak pidana sesuai yang diatur dalam dakwaan pertama, Pasal 12 huruf B, Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah ke dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) juncto Pasal 64 KUHP,” kata Fitroh di hadapan majelis hakim yang dipimpin Antonius Widjantono.

Sedangkan, terhadap mantan Ketua DPD Partai Nasdem Brebes, Amir Mirza Hutagalung, PU KPK menuntut pidana selama 9 tahun penjara. Amir juga dibebankan membayar denda sebesar Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan. Sidang tersebut digelar secara terpisah.

Dalam pertimbangannya, PU KPK menilai Siti Masitha menikmati suap sekitar Rp 500 juta. Namun Siti dianggap kooperatif selama menjalani persidangan. Kemudian, terdakwa Siti juga mengakui dan menyesali perbuatannya.

KPK menganggap, perbuatan Siti Masitha melibatkan Amir Mirza Hutagalung dalam pengaturan pemerintahan Tegal merupakan hal yang salah. Dia juga menilai uang suap yang diberikan dari Cahyo Supriyadi, Sugiyanto, Sri Murni, dan Sadat Fariz melalui Amir Mirza ditujukan kepada terdakwa. “Terdakwa menyatakan bahwa Amir Mirza Hutagalung merupakan representasi dirinya sebagai Wali Kota Tegal,” sebut Fitroh.

Kemudian, Amir Mirza Hutagalung sebagai orang dekat Siti Masitha, telah ikut campur dalam lingkungan pemerintahan Kota Tegal. Amir juga dianggap telah membantu sejumlah pihak dalam memenangkan proyek pekerjaan di Kota Tegal dengan menerima fee hingga mencapai Rp 5,8 miliar.

“Selain itu, Terdakwa juga membantu Cahyo Supriyadi (terpidana perkara yang sama) dalam membuat payung hukum uang jasa pelayanan di RSUD Kardinah Tegal dan sejumlah proyek pengadaan alat kesehatan dengan menerima fee hingga mencapai Rp. 2,9 miliar,” ungkapnya.

Usai mendengar tuntutan tersebut, Siti Masitha menyatakan akan membuat pembelaan atau pledoi secara pribadi. Dia juga mengatakan, penasehat hukumnya juga akan mengajukan pembelaan. Sama halnya dengan Amir Mirza. “Kami akan mengajukan pembelaan pribadi, yang mulia,” kata Siti. (jks/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Wisata Jateng Belum Ramah Difabel

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - DPRD meminta agar pemprov melengkapi fasilitas ramah difabel di objek-objek wisata se Jateng. Karena mereka kaum difabel juga harus diakomodir dan...

Buruh Tuntut UMK Rp 2.272.912

DEMAK- Para buruh yang tergabung dalam aliansi Gebrak menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten, Jalan Kiai Singkil, Kota Demak, Kamis (16/11). Mereka...

Mualipi dan Mheny Melawan

SEMARANG - Dua binaragawan Jateng masing-masing Mualipi dan Mheny memutuskan mengirimkan surat sanggahan ke PB PON dan Kemenpora terkait surat  PB PON. Peraih medali...

​Ansor Kendal Hijaukan Gunung Prau

KENDAL—Prihatin akan banyaknya bencana longsor dan banjir di beberapa wilayah di Kendal, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kendal melakukan penanaman pohon. Kegiatan ini serentak dilaksanakan...

Pemkot Semarang Tularkan Virus Smart City

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kota Semarang siap menularkan konsep smart city kepada sejumlah Kota/kabupaten di Jawa Tengah. Semarang, sebagai kota pioneer siap memberikan aplikasi secara gratis...

Sembilan Merek Mobil Ramaikan Sauto Expo

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Semarang Automotive Expo (Sauto Expo) kembali digelar di Mal Ciputra mulai 10 hingga 21 Mei mendatang. Sembilan diler mobil dan sejumlah spesialis variasi...