BERI PENJELASAN: Wabup Joko Sutanto memberikan arahan terkait pengelolaan aset Pemkab Demak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI PENJELASAN: Wabup Joko Sutanto memberikan arahan terkait pengelolaan aset Pemkab Demak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Para pengurus pengelolaan barang (aset) milik Pemkab Demak diminta untuk selalu berhati-hati dalam bekerja. Sebab, segala sesuatu yang dikerjakan akan dimintai pertanggungjawaban.

Demikian disampaikan Wabup Joko Sutanto dhadapan pegawai dilingkungan Pemkab Demak dalam acara pembinaan pengelolaan barang di ruang Bina Praja, Senin (2/4), kemarin. Wabup mengatakan, pegawai harus bekerja sesuai RPJMD dan Renstra Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing masing.

“Pengurus barang harus memiliki inventarisasi data aset barang milik OPS secara rinci. Karena itu, harus paham betul terkait aset-aset tersebut. Petunjuk dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harus dilaksanakan dengan baik. Dengan begitu, Pemkab Demak dapat memepertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Audit BPK sedianya dilakukan mulai 5 April nanti,” katanya.

Sekda dr Singgih Setyono MMR mengungkapkan, ada 4 hal yang harus dipegang oleh para pengelola barang atau aset Pemkab. Yaitu, berkomitmen, jujur dan dapat dipercaya. Kemudian, memberikan lebih dari apa yang diminta.

Lalu, mampu memberikan inisiatif positif yang solutif serta berkepribadian baik dengan cara berpakaian rapi, wangi dan bertuturkata yang baik. “Kebaikan apapun yang dilakukan tidak akan sia-sia,” ujarnya.

Kabag Keuangan Setda, Agung Hidayanto menambahkan, peran pengurus barang dinilai penting dalam menunjang keberhasilan pembangunan serta punya andil dalam mempertahankan opini WTP. (hib/bas)