32 C
Semarang
Sabtu, 19 Juni 2021

Sopir Arogan, Pengelola Pembangunan Tol Didemo 

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Warga Kabupaten Batang Jawa Tengah kembali protes akibat ulah ugal-ugalan sopir dump truk pengangkut material proyek tol Batang. Akibatnya, terjadi kecelakaan yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia dan jalan desa setempat kotor, Selasa (3/4/2018).

Demo dilakukan oleh pemuda Karang Taruna Dukuh Plebean dan Plelen Lor Desa Plelen, Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. Warga menutup jalan dan membakar ban bekas. Sehingga truk material tidak bisa melintas.

“Kami terpaksa melakukan aksi ini karena sudah kesal dengan ulah arogan sopir dump truk. Selain itu, pengelola tol tidak memperdulikan protes kami terkait debu, dari truk,” ucapnya.

Demo mereka akhirnya, direspons oleh pejabat setempat. Kapolsek Gringsing AKP Sugiyanto, bersama Camat Rusmanto dan anggota Koramil datang ke lokasi, untuk menenangkan pendemo yang beringas.

Setelah dibujuk, warga diajak ke mapolsek untuk mediasi dengan pihak pengelola proyek tol, PT Waskita. Mediasi berjalan cukup alot dan tegang.

Perwakilan dari pihak tol, Humas PT Waskita akhirnya menjanjikan akan memenuhi tuntutan warga. Tapi diharap warga tidak menutup jalan lagi. Pihaknya juga akan rutin menyemprot jalan dengan air, agar tidak berdebu.

Kapolsek Gringsing AKP Sugiyanto menambahkan, bahwa kejadian tersebut memang bermula karena warga jengah dengan kelakuan sopir dump truk.

“Intinya warga meminta agar sopir jangan ugal-ugalan lagi, serta jalan minta dibersihkan dari debu,” jelasnya.

Camat Gringsing juga mengatakan, seharusnya pengelola tol bersyukur jalan yang dilewati sudah beton. Tinggal mereka merawatnya, jangan seenaknya menggunakan jalan.

“Warga sangat wajar menuntut haknya, dnegan meminta pengelola tol membersihkan jalan dan mengingatkan sopir. Walaupun memang caranya salah,” tandasnya. (han/lis)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here