Untidar Terus Berinovasi

  • Bagikan
HAK INTELEKTUAL : Kepala UPT TIK Sigit Joko Purnomo ST MT (kanan) menyerahkan penghargaan HKI program Sipadu dan Sipaku pada Rektor Untidar Prof Dr Cahyo Yusuf MPd. (DOK HUMAS UNTIDAR MAGELANG)
HAK INTELEKTUAL : Kepala UPT TIK Sigit Joko Purnomo ST MT (kanan) menyerahkan penghargaan HKI program Sipadu dan Sipaku pada Rektor Untidar Prof Dr Cahyo Yusuf MPd. (DOK HUMAS UNTIDAR MAGELANG)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG—Universitas Tidar (Untidar) Magelang pada awal 2018 memperoleh penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Satker dengan rapor terbaik ke-2 dalam pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran tahun anggaran 2017 dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Untidar memperoleh predikat B.

“Penghargaan ini merupakan pembuktian bahwa Untidar terus berupaya meningkatkan kualitas khususnya pada bidang akuntabilitas kinerja sebagai perguruan tinggi negeri baru,” tutur Rektor Untidar Magelang Prof Dr Cahyo Yusuf MPd dalam peringatan Dies NAtalis ke-4 di kampus setempat, Senin (2/4).

Dengan mengusung tema ‘Untidar bersinergi dalam berkarya dan berinovasi’, sivitas akademika yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan harus selalu bekerja sama sehingga mampu menghasilkan karya dan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Dijelaskan lebih lanjut, pada tahun 2017 total peminat yang mendaftar di Untidar sebanyak 13.434 orang. Jumlah ini meningkat 36,16 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 9.866 orang. Dari total keseluruhan peminat pada tahun 2017 ini hanya 14,8 persen yang akhirnya diterima yaitu sebanyak 1.988 orang. Pada tahun akademik 2018/2019, Untidar kembali membuka 3 prodi baru yaitu Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi dan Akuakultur.

Sistem Monitoring Perkuliahan (Simokul) mulai diberlakukan pada tahun akademik 2017/2018. Sistem ini bertujuan memonitoring proses perkuliahan seperti jumlah tatap muka per mata kuliah, kehadiran mahasiswa, durasi perkuliahan, waktu pelaksanaan perkuliahan dan rekap kehadiran dosen.

Selain Simokul, Untidar tengah membangun puluhan sistem lain yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap bidang. Dalam rangka perlindungan ciptaan di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 maka setiap sistem tersebut didaftarkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Saat ini, dua sistem yaitu Sistem Informasi Perencanaan Anggaran dan Pelaksanaan Keuangan (Sipaku) dan Sistem Informasi Pelayanan Akademik Terpadu (Sipadu) telah mendapatkan sertifikat HKI. Sipaku mulai dioperasikan pada 28 November 2016 diciptakan oleh Ismail Cahyo Setiyanto dan Sipadu mulai dioperasikan pada 23 Januari 2018 diciptakan oleh Ahmad Khotibul Umam. “Kedua pencipta adalah bagian dari UPT Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) Untidar.”

Dalam kurun waktu April 2017-Maret 2018 tercatat beberapa prestasi gemilang mahasiswa Untidar di kancah nasional maupun internasional. Prestasi tersebut diantaranya adalah tim Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Grandio Sonora Tidar berhasil memperoleh 2 medali emas dan 1 perak dalam ajang 5th Vietnam International Choir 2017 yang berlangsung pada 7 – 11 Juni 2017 di Hoi An, Vietnam.

Di tingkat nasional, purwarupa mobil hemat energi karya mahasiswa D3 Teknik Mesin, Elang Untidar mendapatkan penghargaan sebagai The Best Rookie atau pendatang baru terbaik dalam ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) yang berlangsung 7-11 November 2017 di Sirkuit Kenjeran Park Surabaya. (ima/ton)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *