32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

150 KK ‘Dipaksa’ Pindah ke Rusunawa

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang memastikan segera memindah kurang lebih 150 kepala keluarga (KK), warga Kampung Tambakrejo RT 5 RW 16, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara.

Dari jumlah tersebut diketahui ada separo lebih yang menolak. Sedangkan  yang setuju kurang lebih 73 KK. Mereka memang menempati bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di kawasan tersebut.

Adanya penolakan tersebut tentu saja menjadi salah satu kendala yang menghambat berlangsungnya pembangunan normalisasi sungai. “Kalau pemindahan itu pasti, mengingat pembangunan normalisasi BKT sedang berjalan,” kata Kepala Disperkim, Muthohar, Minggu (1/4).

Pihaknya menyatakan, segera memindah warga Tambakrejo ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kudu. Tetapi, saat ini masih ada sedikit kendala, yakni menunggu pemasangan jaringan listrik. “Sudah kami koordinasikan, awal bulan ini dikerjakan,” ujarnya.

Sehingga setelah fasilitas listrik tersebut selesai, segera bisa ditempati warga Tambakrejo. Berkaitan dengan kemandirian, Pemkot Semarang akan melakukan pendampingan dengan memberikan pendidikan keterampilan.

“Sehingga warga Tambakrejo diharapkan bisa mandiri. Yang namanya rumah susun itu dipersiapkan untuk sementara. Dalam arti, kalau warga tersebut telah mampu, ya harus diisi oleh warga yang tidak mampu,” katanya.

Kalau misalnya dalam kurun waktu satu tahun warga tersebut mampu menaikkan taraf ekonomi, bisa membeli tanah maupun rumah, maka harus pindah. “Rusunawa bersifat sementara,” ujarnya.

Lebih lanjut  Muthohar mengatakan, Pemkot Semarang berencana membangun rusunawa di wilayah Tambakrejo. Namun saat ini baru tahap mencari lokasi yang tepat.

“Yang jelas untuk tahun ini (2018), kami membangun dua twin block bantuan dari pemerintah pusat. Kalau yang di Tambakrejo baru diusulkan, kami masih mencari tanahnya,” katanya.

Pemindahan warga Tambakrejo mestinya bulan ini sudah dilakukan, mengingat pembangunan normalisasi Banjir Kanal Timur telah berjalan. “Tapi sementara ini belum, maka akan segera kami lakukan pemindahan. Tadi pagi (kemarin), perwakilan warga Tambakrejo ada yang menelepon saya ‘Pak, saya akan melihat di Rusunawa Kudu’. Kami persilakan,” ujarnya.

Sedangkan warga lain yang berada di bantaran sungai Banjir Kanal Timur, kata dia, ternyata jumlah 612 warga tidak hanya rumah. Tetapi sebagian ada bangunan toko yang saat ini telah ditampung oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang.

“Saya akan koordinasi dengan Dinas Perdagangan. Jangan sampai ada yang dobel. Kalau informasi data sementara lebih dari 20 warga telah masuk di data Dinas Perdagangan,” katanya. (amu/aro)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here